Saat ini, di mana teknologi dan internet sedemikian canggih, Anda tinggal menggerakkan jempol saja di layar smartphone atau menggunakan laptop, maka apa pun yang Anda cari bisa Anda temukan dengan mudah. Mesin pencari tempat Anda menemukan informasi yang dibutuhkan tersebut dikenal dengan search engine. Memang, saat ini mesin pencari terbesar adalah Google. Tetapi, Google bukan satu-satunya search engine, karena ada yang lain, seperti Bing, Yahoo, hingga Yandex.

 

Jika Anda adalah seorang praktisi digital marketing, pemilik bisnis, freelancer, atau profesional yang banyak bekerja dengan memanfaatkan mesin pencari, termasuk menjalankan bisnis dan melakukan promosi secara online, ada baiknya Anda memahami cara kerja search engine. Dengan tahu cara kerjanya, Anda akan lebih mudah untuk mendapatkan posisi yang bagus di page rank Google.

 

7 Hal Penting tentang Cara Kerja Search Engine

Mungkin sudah banyak orang yang tahu mengenai search engine sebagai tempat mencari informasi, namun yang sungguh mengetahui cara kerjanya kemungkinan tidak begitu banyak. Hal ini terkait masih banyak pengguna internet dan pemilik website yang merasa kesulitan mendapatkan posisi halaman satu di mesin pencari. 

 

Padahal, cara kerja search engine bisa dipelajari, yaitu mulai dari crawling konten-konten, kemudian indexing untuk menyimpan konten di database. Selanjutnya, masuk ke tahap retrieval, yakni mengambil konten yang sesuai dengan apa yang dicari oleh pengguna. 

 

Ada baiknya sebelum lanjut membaca mengenai cara kerja dari mesin pencari, Anda mengenali dulu fitur penting yang ada di search engine dan manfaat search engine untuk penerapan strategi digital marketing.

 

 

Untuk lebih jelas bagaimana kerja suatu konten bisa ditemukan di mesin pencari, berikut 7 hal penting yang perlu Anda ketahui. Sekaligus, memahami cara kerja mesin pencari dalam menentukan konten dan memunculkannya kembali ketika ada pengguna internet yang melakukan pencarian informasi.

 

  1. Crawling

Crawling merupakan tahap awal dari alur kerja search engine. Pada tahap ini, akan dilakukan pengumpulan detail informasi yang berasal dari suatu halaman website. Prosesnya dilakukan oleh bot, dalam hal ini adalah bot Google. Karena yang bekerja robot, maka proses pengumpulan informasi yang sedemikian banyak bisa dilakukan sekaligus dan dalam waktu yang singkat. 

 

Bot bekerja otomatis dan terus menerus sehingga informasi yang biasanya didapatkan akan diproses sampai benar-benar valid. Itu makanya, ada kemampuan yang dimiliki oleh bot Google untuk mendeteksi pula konten-konten yang masuk dalam kategori duplikasi. Maksudnya, bot mesin pencari juga bisa mendeteksi jika ada satu atau beberapa informasi yang ternyata sama persis dan dimuat di beberapa website yang berbeda. 

 

Dalam proses pengumpulan data ini, biasanya crawling juga mendeteksi data dalam bentuk gambar, judul, isi konten, kata kunci, hingga backlink dan internal link.

 

  1. Indexing

Proses indexing berlangsung dengan menempatkan data-data yang diperoleh dari proses crawling ke database search engine. Dalam tahap ini, akan dikelompokkan mana halaman yang sudah terindeks di mesin pencari dan mana yang belum. 

 

Untuk halaman yang belum terindeks, maka tidak akan bisa tampil di search engine. Nah di sinilah pentingnya, pemilik website memastikan setiap halaman dari website bisa mendapatkan indexing di mesin pencari. Proses cepat lambatnya suatu halaman bisa terindeks tergantung antrian dan kualitas website, SEO on page dan off page, serta konten pada halaman.

 

  1. Processing

Proses processing berlangsung setelah search engine mendapatkan permintaan dari pengguna. Sebagai contoh, ketika pengguna mencari informasi mengenai “harga cabai”, search engine akan mencocokan kata kunci tersebut dengan halaman website yang telah terindex. Proses ini berlangsung sangat cepat, sehingga pengguna bisa mendapatkan hasil dalam beberapa detik setelah melakukan pencarian.

 

Itu sebabnya, Anda perlu memasukkan keyword yang tepat dan banyak dicari pengguna ke dalam konten di website dengan tujuan kata kunci yang relevan tersebut akan membuat search engine mudah menemukan konten Anda. Dalam hal ini, Anda perlu memiliki kemampuan menerapkan teknik SEO, melakukan riset keyword, menggunakan long tail keyword, dan sebagainya.

 

 

  1. Calculating Relevance

Calculating relevance adalah proses membandingkan setiap halaman website yang sudah terindex untuk mencari yang paling relevan dengan kata kunci yang dicari pengguna. Semakin relevan halaman atau konten yang terdapat di halaman suatu website, maka kemungkinan akan dipilih oleh search engine untuk ditampilkan ke pengguna juga semakin besar. Tak heran jika cara kerja search engine ini sangat canggih. Hampir tidak ada kesalahan dalam memberikan informasi yang sesuai dengan query yang diketikkan oleh pengguna di kolom pencarian.

 

  1. Retrieval

Retrieval merupakan proses search engine dalam menemukan halaman website yang relevan dengan permintaan dari pengguna, namun tetap berdasarkan algoritma yang mereka miliki. Setiap search engine, seperti Google, Yahoo, Bing, dan lainnya, memiliki algoritma yang berbeda, sehingga kadang dengan kata kunci yang sama membuat hasil pencarian yang ditampilkan berbeda.

 

 

  1. Algoritma

Dalam kaitannya dengan search engine, algoritma adalah sistem yang mengatur hasil pencarian yang ditampilkan, setelah pengguna mengetikan kata kunci di kolom pencarian. Algoritma ini seringkali mengalami perubahan. Mau tak mau, pemilik website perlu terus melakukan pembaharuan terhadap website miliknya agar sesuai dengan algoritma yang berlaku di mesin pencari.

 

  1. Ranking

Search engine tidak sembarangan dalam menentukan posisi sebuah halaman website di hasil pencarian. Hal ini karena cara kerja search engine memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem kerja dan teknik Search Engine Optimization (SEO). Semakin relevan halaman website, maka kemungkinan besar akan mendapatkan ranking teratas di hasil pencarian juga semakin besar.