Penggunaan aplikasi storyboard akan memudahkan proses pembuatan video. Seperti yang telah diketahui, seiring dengan maraknya penggunaan media sosial di tengah masyarakat, semakin besar pula minat mereka akan konten yang menghibur. Kali ini, Redcomm Knowledge akan berbagi tentang aplikasi storyboard untuk promosi video dan cara menggunakannya.

 

Tayangan Video sebagai Konten Favorit yang Diminati

Video merupakan salah satu jenis konten favorit karena memudahkan penonton menerima pesan yang disampaikan oleh pembuat cerita. Di saat yang sama, video juga memiliki kemampuan untuk memberi hiburan dalam bentuk tayangan visual yang lebih bisa memberi kenikmatan dibandingkan membaca teks.

 

Melalui konten video, penonton tidak perlu terlalu lama menerjemahkan pesan yang ingin disampaikan. Penonton cukup menyaksikan tanpa harus membayangkan adegan yang tengah berlangsung, seperti dalam proses membaca teks.

 

Selain dibuat untuk tujuan edukasi atau berita, layaknya video tutorial atau hasil liputan, ada video yang dibuat dengan tujuan komersial.

 

 

Tahapan Produksi Video

Secara umum, terdapat 3 langkah yang harus ditempuh dalam proses produksi video, yaitu tahap pra produksi, selama produksi, dan pasca produksi.

 

Tahap pra produksi meliputi penentuan cerita. Tahap ini, biasanya dikuatkan dengan melakukan riset dan membaca referensi. Tahap pra produksi juga terdiri dari penyusunan cerita dan pembuatan storyboard.

 

Setelah produksi storyboard selesai, Anda akan masuk pada tahap pengambilan gambar. Tahap ketiga atau tahap terakhir adalah tahap pasca produksi. Pada tahap pasca produksi, sebuah video perlu melewati proses editing, yang bisa dilakukan secara online maupun offline.

 

Tahap editing bertujuan untuk memastikan bahwa penonton hanya menyaksikan hasil terbaik dari produksi video yang telah dilakukan, terutama dalam video marketing. Sehingga tidak heran, akan ada banyak gambar yang dibuang jika dirasa kurang bagus. Tujuannya, agar video marketing bisa menjaring banyak audiens atau calon pelanggan.

 

Di tahap editing, Anda dapat menambah berbagai jenis efek video yang bisa disesuaikan dengan video yang dibuat. Efek video diberikan untuk menghindarkan penonton dari rasa bosan karena pengambilan gambar yang terlalu monoton.

 

Aplikasi Storyboard dalam Produksi Video Promosi dan Cara Menggunakannya

Storyboard merupakan kumpulan sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai ide atau naskah. Tujuannya, agar cerita dapat tervisualisasikan, sehingga lebih mudah dipahami tim produksi video lain. Tak hanya dalam pembuatan video pendek, pembuatan storyboard pun dilakukan sebelum proses pembuatan film.

 

Jika Anda berminat untuk menjadi storyboard artist, salah satu syarat yang harus dimiliki ialah keterampilan visualisasi yang mumpuni. Storyboard biasanya dibuat menggunakan Photoshop. Jadi, Anda diwajibkan memiliki keterampilan mengoperasikan Photoshop. Selain Photoshop, berikut aplikasi perancangan storyboard yang bisa Anda gunakan.

 

 

  1. Canva

Selain digunakan untuk edit foto, aplikasi Canva berguna pula dalam proses pembuatan storyboard. Canva memiliki banyak kelebihan, mulai dari mudah digunakan dan tersedia banyak pilihan template yang bisa dipakai. Canva pun menyediakan satu juta gambar pilihan serta memungkinkan Anda untuk mengunggah foto milik sendiri.

 

Canva dapat memberi akses kolaborasi, sehingga memudahkan Anda untuk bekerja sama saat membuat script atau desain bersama orang lain. File yang dibuat menggunakan Canva dapat dibagikan melalui surel atau sebagai file PDF.

 

Cara menggunakan aplikasi storyboard Canva, Anda cukup memilih template yang diinginkan. Kemudian, Anda bisa mengunggah foto yang Anda miliki atau menggunakan image dari koleksi yang tersedia. Lakukan pengaturan, tambahkan ornamen desain, filter, dan edit teks. Selesai.

 

  1. Storyboarder

Salah satu kelebihan aplikasi perancangan storyboard satu ini, interface yang jelas dengan semua alat yang dibutuhkan. Hal ini akan membuat Anda jadi lebih mudah dalam menggambar bentuk dan karakter secara cepat.

 

Sebagai aplikasi open source, Storyboarder bisa bekerja secara kolaboratif dengan Photoshop dan memungkinkan Anda memindah gambar  ke Premier, Final Cut, Avid, PDF, dan GIF animasi.

 

  1. Opentoonz

Aplikasi produksi storyboard Opentoonz memiliki fitur story mapping, yang mana memungkinkan pengguna dapat menghubungkan adegan berbeda secara bersamaan dan mengatur alur dalam bagan cerita.

 

 

  1. Krita

Krita bukan sebuah aplikasi storyboard, melainkan program menggambar dan melukis digital. Mirip dengan Photoshop dan dapat diakses secara gratis. Perbedaan keduanya, jika Photoshop merupakan aplikasi manipulasi gambar, Krita adalah aplikasi untuk menggambar secara digital.

 

  1. Studiobinder

Studiobinder adalah aplikasi produksi storyboard yang membuat Anda dapat menyesuaikan setiap aspek visualisasi. Aplikasi perancangan storyboard ini juga memudahkan Anda untuk membuat storyboard secara tim karena tersedia fitur manajemen proyek untuk menetapkan tugas dan menambah komentar dalam aplikasi produksi storyboard

 

Menggunakan aplikasi ini, Anda bisa memanfaatkan semua fitur yang tersedia, menyaring kolom, menyesuaikan urutan adegan, dan mengubah gambar lebih banyak. Selain itu, Studiobinder juga menyediakan mode presentasi yang bagus, sehingga Anda bisa langsung mempresentasikan hasil kerja Anda kepada tim langsung dari platform. 

 

 

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang aplikasi storyboard serta tahap produksi video dalam proses pembuatan video promosi. Anda bisa bekerja sama dengan digital marketing agency Indonesia atau digital marketing agency Jakarta jika posisi Anda berada di Jakarta. Mereka biasanya menyediakan jasa pembuatan video marketing, memiliki tim strategi digital marketing berpengalaman, bahkan bisa membantu Anda sekaligus menyelenggarakan campaign untuk mendukung video marketing Anda.