Berapa lama Anda menghabiskan waktu untuk menonton YouTube? Atau coba lihat di sekeliling Anda dan lakukan survei mengenai berapa lama waktu seseorang menghabiskan waktu luangnya dengan menikmati berbagai tayangan di YouTube. Dari hasil pengamatan ini, Anda bisa melihat bahwa di era digital business saat ini, konten berupa video lebih diminati dibandingkan konten foto dan teks saja. 

 

Itulah sebabnya, tren konten di dunia digital pun ikut mengalami pergeseran. Meski tidak sepenuhnya meninggalkan konten berupa teks dan foto, tetap saja produksi konten berupa video lebih ditingkatkan oleh para marketer dan banyak pebisnis untuk bisa menjangkau target generasi milenial dan gen Z, yang sebagian besar merupakan pengguna internet serta media sosial. 

 

Walaupun begitu, merekam gambar bergerak untuk digital marketing social media bukan hal yang sepele. Pasalnya, Anda harus memiliki perangkat yang mumpuni untuk proses perekaman dan editing, serta tim yang ahli di bidangnya. Selain itu, Anda pun harus melakukan berbagai persiapan dan menyusun konsep video marketing terlebih dahulu, membuat storyboard untuk pengenalan produk, serta menentukan video marketing tersebut akan tayang di platform media sosial yang mana.

 

Nah, jika Anda berencana membuat video marketing untuk bisnis online di YouTube, Redcomm knowledge kali ini akan mengulas tips video marketing YouTube untuk UKM dan UMKM. Namun, sebelum itu, Anda wajib mengetahui terlebih dahulu seberapa besar pengaruh video marketing untuk perkembangan bisnis UKM maupun UMKM Anda.

 

Seberapa Besar Pengaruh Video Marketing untuk Perkembangan Bisnis UKM dan UMKM

Video marketing dinilai lebih efektif untuk memperkenalkan produk Anda beserta keunggulannya kepada audiens. Sebab, mereka bisa menyaksikan produk Anda secara 4 dimensi, sehingga bentuk, ukuran, warna, dan lainnya tampak nyata berada di hadapan mereka.

 

Selain itu, melakukan promosi melalui gambar bergerak ini, Anda bisa menambah keyakinan calon konsumen dengan menayangkan video berisi testimoni atau tanggapan dari para pelanggan yang sudah pernah menggunakan produk Anda. Digital marketing for small business melalui video pun dapat membantu UKM dan UMKM untuk meningkatkan potensi jangkauan pasar secara global. 

 

 

5 Tips Video Marketing YouTube untuk UKM dan UMKM

  1. Terapkan Teknik “Show Don’t Tell”

Konten yang baik adalah konten yang bercerita dan mampu mengunci perhatian audiens hingga akhir. Nah, konten tersebut umumnya dibuat menggunakan teknik show don’t tell, atau lebih akrab disebut storytelling, yang baru-baru ini menjadi tren di kalangan pembuat konten. Melalui teknik ini, Anda akan mampu memainkan emosi dan rasa penasaran audiens. Namun dengan catatan, alur ceritanya menarik dan disertai data yang valid.

 

Alur cerita juga bisa disesuaikan dengan minat audiens Anda. Konten dengan alur cerita komedi memang banyak diminati, namun jangan menutup mata dengan jalan cerita lain yang menyentuh hati, seperti video iklan dari Thailand. Anda bisa membuat konten yang emosional dengan plot twist yang tidak terduga.

 

Apa pun jalan ceritanya, hal terpenting dalam membuat video digital marketing campaign adalah pesan dan keunggulan dari produk Anda tersampaikan dengan baik dan dapat diterima serta diminati oleh lebih banyak audiens. 

 

  1. Buat Konten Video yang Berkualitas

Pernahkah Anda mengurungkan niat untuk menonton video karena jalan ceritanya tidak jelas serta resolusinya kecil? Jika ya, maka besar kemungkinan audiens Anda pun merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan resolusi video yang dibuat dan diunggah. Jika memungkinkan, unggahlah video resolusi terbaik agar nantinya audiens bisa menyesuaikan dengan koneksi internet mereka.

 

Untuk ukuran video terbaik di YouTube, gunakan rasio 16:9 dengan minimal resolusi yang nyaman untuk pengguna 720 pixel. Jika berniat membuat sendiri videonya, Anda bisa menggunakan smartphone ataupun kamera dan lakukan pengaturan pada resolusi terbaik. 

 

Sementara pada latar, Anda bisa menggunakan pemandangan di sekitar, ruangan yang sudah ditata sedemikian rupa, maupun memakai green screen agar latarnya mudah disunting. Namun, kalau merasa terlalu sulit melakukannya sendiri karena belum punya pengalaman, Anda bisa meminta bantuan profesional melalui creative advertising agency untuk menyewa videografer dan editornya.

 

 

  1. Perhatikan Durasi Video

Sebenarnya tidak ada aturan baku, berapa lama durasi video yang tepat agar diminati oleh para penonton. Umumnya, untuk video YouTube yang digunakan dalam memasarkan produk berdurasi di antara 1 hingga 7 menit. Pastikan Anda membuat video yang tak sekadar singkat, namun juga mudah dipahami audiens agar maksud dan tujuan dari konten Anda tersampaikan dengan baik, terutama jika Anda membuat video promosi tutorial terkait pemakaian produk Anda. Misalnya, tutorial menyamarkan noda bekas jerawat dengan foundation A.

 

  1. Gunakan Video Animasi

Selain video menggunakan objek makhluk hidup, Anda bisa membuat video animasi yang disertai teks bergerak. Karena beberapa audiens biasanya menyukai video jenis ini sekalipun tidak dilengkapi dengan audio. Namun, Anda harus memastikan jika audiens bisa memahami maksud dari klip bergerak tersebut.

 

 

  1. Optimalkan Semua Jenis Perangkat

Di zaman mobilitas tinggi saat ini, sebagian besar individu lebih senang menikmati tayangan video menggunakan smartphone maupun tablet. Meskipun begitu, Anda sebaiknya tetap membuat konten video yang cocok dengan semua jenis perangkat. 

 

Jadi, selain resolusi dan besar pixel yang sudah dibahas sebelumnya, Anda bisa mengatur font serta ukuran dari teks subtitle, sehingga bisa dibaca dengan jelas oleh penonton. Sedangkan dari segi pengambilan video produk, Anda bisa mengambil bidikan secara close up atau melakukan zoom in dan zoom out di bagian tertentu. Hal ini akan membuat penonton lebih berminat dengan produk Anda. 

 

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat video marketing YouTube untuk bisnis UKM dan UMKM Anda semakin dikenal dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Selamat berkreasi di YouTube.