Saat ini, platform LinkedIn mulai banyak diminati oleh para profesional muda, pemilik brand, serta para marketer. Penyebabnya, platform ini memang didirikan dengan tujuan untuk menghubungkan perusahaan dan para pencari kerja. Namun, sejalan perkembangan dunia digital, LinkedIn malah berkembang sebagai media sosial di mana siapa pun bisa membuat kampanye untuk meningkatkan brand awareness serta melakukan promosi.

 

Menyelenggarakan campaign di LinkedIn dipercaya bisa membantu brand menemukan target audiens yang tepat, asalkan mampu memaksimalkan penggunaan fitur-fitur yang tersedia di sana. Apakah Anda sudah pernah mencoba menyelenggarakan digital campaign di LinkedIn? Jika belum, berikut ini ada 6 poin penting yang perlu diperhatikan saat membuat digital marketing campaign di LinkedIn.

 

Inilah 6 Poin Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Digital Campaign di LinkedIn

 

 

  1. Lakukan Pengaturan Akun

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah pastikan Anda sudah membuat akun LinkedIn Anda atau brand Anda. Memiliki akun LinkedIn sudah jelas tak akan merugikan Anda, mengingat ada banyak sekali kelebihan LinkedIn sebagai platform media sosial profesional sekaligus media yang bisa membantu Anda mengembangkan bisnis.

 

Kemudian, lakukan pengaturan akun LinkedIn agar campaign yang Anda jalankan bisa berhasil dengan baik. Beberapa hal terkait pengaturan akun yang menjadi fokus Anda, antara lain menempatkan tag wawasan. 

 

Setelah Anda menempatkan tag pastikan untuk menambah semua domain ke akun Anda, persis di bawah tag wawasan pada pengelolaan campaign. Siapkan pula demografi situs web agar memudahkan Anda dalam menargetkan audiens di masa mendatang. 

 

Lakukan penargetan ulang terhadap audiens yang cocok dan sesuai dengan campaign yang Anda selenggarakan. Hal terakhir yang juga mesti Anda lakukan, siapkan pelacakan konversi. Hal ini diperlukan karena pengumpulan data pada LinkedIn dilakukan secara retroaktif.

 

  1. Lakukan Pengaturan Parameter Campaign

Pada saat membuat campaign di LinkedIn, Anda akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan dasar, seperti memilih nama dan bahasa yang digunakan dalam campaign. Nama pada campaign hanya akan terlihat secara internal, jadi saat membuat nama  usahakan detail dan informatif. Sementara untuk pemilihan bahasa, LinkedIn tidak akan menerjemahkan campaign ke bahasa lain, namun Anda dapat menulis dalam bahasa apa saja yang didukung oleh LinkedIn.

 

 

  1. Target Audiens

Menargetkan siapa yang akan melihat campaign yang Anda jalankan akan membantu meningkatkan konversi. Semakin Anda membuat target secara spesifik dan relevan, maka akan semakin banyak klik yang bisa didapatkan. Campaign di LinkedIn  dapat  dibuat dalam  kategori yang berbeda-beda. Misalkan, berdasarkan lokasi, jenis kelamin, usia, perusahaan, job title, sekolah, skill, dan grup. 

 

Untuk menetapkan target audiens yang ingin dijangkau, aktifkan saja fitur perluasan jangkauan audiens karena hal ini dapat membantu dalam menargetkan audiens baru yang serupa dengan audiens Anda untuk campaign ini. Fitur ini biasanya akan otomatis default dan juga bisa klik centang untuk mematikannya.

 

  1. Menetapkan Tawaran dan Anggaran Campaign

Hal yang selanjutnya perlu Anda lakukan adalah menetapkan tawaran dan juga anggaran untuk campaign yang akan dijalankan. Pada tahap ini, Anda bisa menetapkan harga tawaran secara kompetitif, atau dengan menggunakan tawaran yang sudah tersedia secara otomatis. Jika Anda ingin menetapkan sendiri, maka tetapkan anggaran harian dan anggaran total  yang Anda inginkan. 

 

Ada baiknya, sebelum menetapkan anggaran, Anda perlu mengukur keberhasilan setiap campaign dan juga variasi iklan di dalamnya. Jika campaign berjalan dengan baik, baru Anda menetapkan anggaran yang besar untuk campaign. Tetapi jika campaign sebelumnya, hasilnya tak sesuai harapan, sebaiknya evaluasi dulu sebelum membuat campaign baru. 

 

Selain itu, Anda juga perlu menetapkan tanggal campaign, kapan dimulai dan kapan berakhir. Pikirkan dan pertimbangkan secara efektif mengenai tanggal penyelenggaraan campaign supaya konversi ataupun penjualan di LinkedIn bisa benar-benar terjadi. Jika memungkinkan, hindari menyelenggarakan campaign di hari libur atau weekend. Umumnya, orang akan lebih banyak menghabiskan waktu di dunia nyata ketimbang berselancar di internet atau media sosial. 

 

  1. Menayangkan Konten yang Kreatif

Saat menayangkan campaign, Anda perlu membuat konten yang kreatif. Tujuannya, agar campaign berjalan dengan baik dan audiens lebih tertarik. Agar memaksimalkan jangkauan dan frekuensi, Anda bisa membuat 4 konten sekaligus untuk setiap campaign. Nanti setelah campaign berjalan, gunakan pelacak URL, pelacakan konversi LinkedIn, dan pelacakan tayangan, untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan audiens di postingan Anda, apakah memberikan like, komentar, atau membagikan ulang konten tersebut. 

 

 

  1. Setelah Campaign Dijalankan

Setelah berhasil menjalankan campaign di Linkedin, hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menilai, apakah campaign tersebut sudah sesuai dengan tujuan Anda? Untuk mengetahuinya, lakukan peninjauan pada berbagai matriks dan analitik. Pada LinkedIn, fitur ini sudah tersedia untuk memudahkan dalam memeriksa kinerja campaign. Alangkah baiknya, semua hasil kinerja campaign Anda unduh secara teratur untuk kemudian Anda pelajari dan evaluasi kembali bersama dengan tim. 

 

Untuk hasil yang lebih baik, Anda juga bisa menghubungi Redcomm digital agency Jakarta  dan meminta saran atau masukan atas campaign yang telah Anda selenggarakan. Untuk selanjutnya, merancang digital marketing campaign yang lebih baik di masa yang akan datang.