Ketika Anda memutuskan untuk mulai berbisnis termasuk digital business, maka Anda harus menyadari jika mengelola sebuah usaha adalah perjalanan panjang penuh risiko dan tantangan. Di satu masa mungkin Anda bisa merasakan mudahnya menjadi pebisnis. Dari mulai penjualan lancar dan profit yang besar. Namun itu tak bisa selamanya terjadi, ada kalanya usaha harus mengalami masa-masa sulit, seperti saat pandemi sekarang ini. Penjualan jadi tidak lancar dan keuntungan terus mengalami penurunan, bahkan tidak sedikit yang hampir bangkrut. 

 

Sebagai seorang pengusaha, mengalami masa-masa di atas merupakan suatu hal yang wajar. Anda tidak boleh menganggapnya sebagai sebuah kegagalan dan membiarkan bisnis bangkrut begitu saja. Karena seperti kata pepatah, ada banyak jalan menuju Roma.

 

Terlepas dari apa pun faktor yang membuat bisnis Anda hampir kolaps, Anda justru harus melihat ini sebagai peluang bagus untuk membuatnya menjadi lebih baik dan semakin berkembang. 

 

Ingin tahu hal apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi bisnis yang hampir bangkrut? Simak uraian selengkapnya di bawah ini!

 

 

Cara Mengatasi Bisnis yang Hampir Bangkrut 

  1. Mengakui Jika Usaha Anda Berada di Masa Sulit 

Usaha yang mengalami krisis dan tidak menghasilkan apa pun, apalagi di masa pandemi yang belum juga usai sekarang ini memang membuat kepala pusing. Nah, dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda jujur pada diri sendiri dan mencoba menerima kenyataan bahwa bisnis Anda memang sedang tak baik-baik saja. Di sisi lain, Anda tidak boleh menyalahkan diri sendiri. 

 

Jujur akan membuat beban Anda lebih ringan dan menimbulkan perasaan yang jauh lebih baik atau lega. Jangan menyangkal dan mencari pembenaran apa pun, karena kedua sikap tersebut akan membuat beban yang ada di kepala semakin berat. 

 

Ketika Anda tidak mau mengakui kondisi yang sedang dialami, Anda akan menjadi sulit berpikir jernih, lantas lebih banyak menyalahkan keadaan atau karyawan. Berbeda dengan saat jujur, kemudian ikhlas dan sabar dalam menghadapi masa-masa sulit.

 

Sikap tersebut akan membantu Anda tetap tenang dan bisa berpikir jernih agar segera bangkit kembali untuk membangun creative companies

 

  1. Intropeksi Diri dan Mencari Solusi 

Mungkin selama ini Anda disibukkan dengan kegiatan bisnis yang seolah tak ada ujungnya. Ambilah dampak positif dari usaha yang mengalami masa-masa sulit ini. Sebagai owner ataupun CEO bisnis, Anda jadi memiliki lebih banyak waktu luang, karena tidak berkutat pada rutinitas harian di kantor. 

 

Inilah kesempatan untuk instropeksi diri dengan mencari tahu setiap kesalahan yang selama ini mungkin luput dari perhatian Anda, bahkan untuk kesalahan yang dianggap sepele sekalipun. 

 

Momen seperti ini paling bagus untuk berpikir dan membenahi perusahaan agar lebih baik lagi kedepannya. Kemudian Anda juga bisa mengadakan meeting bersama beberapa karyawan andalan serta mengundang brand consultant yang dapat dipercaya. 

 

 

Di dalam rapat tersebut, fokuslah menganalisis data-data penting perusahaan selama periode tertentu, misalnya dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun kebelakang. Identifikasi setiap kemungkinan yang membuat profit perusahaan Anda mengalami penurunan. 

 

Dengan data tersebut Anda bisa mengelompokkan strategi menjadi dua macam. Pertama, untuk strategi yang selama ini dinilai salah dan kedua untuk strategi digital marketing yang berhasil memberi dampak positif terhadap perkembangan usaha. 

 

Dari daftar strategi yang salah atau kurang tepat, Anda bisa segera memperbaikinya dan mencari solusi terbaik. Sedangkan untuk strategi yang benar, pilihlah beberapa yang paling mungkin untuk segera dieksekusi. Dalam kondisi hampir gulung tikar, Anda dituntut agar segera menerapkan strategi yang bagus untuk menyelamatkan usaha Anda.

 

  1. Mulai Lagi dari Masalah Keuangan  

Tidak bisa dipungkiri, jika keuangan atau modal menjadi salah satu pondasi dasar sebuah bisnis. Oleh sebab itu, untuk bangkit dari kebangkrutan fokuslah memperbaiki masalah keuangan, mulai dari memaksimalkan akuntansi sampai melunasi hutang perusahaan terlebih dahulu. 

 

Akuntansi di dalam perusahaan baik digital business maupun konvensional sangatlah penting, karena membantu Anda dalam memonitor arus keuangan. Sementara itu, hutang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Sebab, jika tidak dilunasi, bisa jadi akan membatasi arus keuangan bisnis Anda. Apabila hutang sudah lunas, uang di perusahaan lebih bebas untuk dipakai dalam proses mengembangkan produk atau berinovasi. 

 

 

  1. Kembangkan Strategi Marketing 

Jika salah satu pondasi bisnis itu adalah modal atau keuangan, maka ujung tombaknya ada pada proses marketing. Pemasaran yang bagus akan membantu Anda meningkatkan jumlah pelanggan sekaligus keuntungan bagi perusahaan. 

 

Lakukan evaluasi marketing plan, termasuk digital marketing strategist yang selama ini sudah Anda jalankan. Jika di periode sebelumnya hanya mengandalkan digital marketing campaign melalui media sosial, kedepannya bisa mencoba promosi di website dan Google Ads. Jangan sampai lupa untuk memasarkan bisnis di marketplace karena prospek peningkatan penjualannya cukup bagus. Inovasi pemasaran bisa berdampak besar terhadap perkembangan bisnis. Terlebih lagi memaksimalkan strategi digital marketing yang jangkauan pelanggannya sangat luas. 

 

Demikianlah ulasan mengenai cara mengatasi bisnis yang hampir bangkrut, semoga bisa membantu Anda segera bangkit dari masa sulit.