Perkembangan yang tengah dialami oleh PR atau public relation di tahun 2020 menjadi semakin menarik, karena lebih intensif dalam menggunakan teknologi untuk pengelolaan maupun analisis data. Dari data yang didapatkan itulah nantinya menjadi dasar dalam merumuskan strategi untuk pemasaran ataupun lainnya, membangun kampanye yang akan berlangsung, selain itu menyasar market yang lebih tepat dengan cara-cara yang lebih kreatif.

 

Bukan hanya itu, PR atau public relation kedepannya akan semakin banyak menggunakan teknologi sebagai penunjang untuk melakukan analisis dalam kinerja website, mengelola sosial media, dan dalam melakukan social listening, yang mana hal itu dibutuhkan sebagai bagian dari pekerjaan pemasaran maupun penjualan. 

 

Tren Digital Public Relation Tahun 2020

Sejak akhir tahun 2019, banyak pihak telah merumuskan tren yang akan muncul di tahun 2020 mengenai public relation. Prediksi ini nyatanya sudah dirumuskan berdasarkan dari kebutuhan klien dan tuntutan industri. Keduanya menuntut untuk PR, atau yang lebih dikenal dengan sebutan humas, bisa lebih adaptif dan juga komunikatif. Berikut 5 rumusan mengenai tren digital public relation di tahun 2020:

 

 

  1. Agensi Mengandalkan Spesialisasi

Banyak kalangan bisnis telah menyadari akan pentingnya peran public relation dalam menjaga nama baik brand agar tetap dikenal masyarakat. Pebisnis mengakui bahwa agensi profesional memang sangat membantu dalam urusan komunikasi terhadap calon pelanggan mereka.

 

Tren agensi public relation berskala kecil di tahun 2020 diperkirakan akan lebih terspesialisasi sehingga kebutuhan klien juga cenderung terfokus. Di sini peran digital agensi memang sangat dibutuhkan untuk membantu para pebisnis untuk menjalin komunikasi dua arah dengan para pelanggan. Sudah pasti digital agensi yang perlu dipilih untuk bekerja sama adalah best digital agency di Indonesia seperti Redcomm. Digital agensi yang baik adalah yang mampu menerapkan social media and digital marketing, membantu pebisnis mulai menjalankan digital business di era new normal, serta dapat mensukseskan online marketing campaign yang diselenggarakan.

 

  1. Kampanye Berbasiskan Data

Perlu Anda ketahui bahwa data menjadi komponen paling utama dan paling dasar dalam memandu kampanye yang akan dijalankan oleh public relation. Terbukti pada saat ini kebanyakan industri membangun kampanye lebih target oriented dan terfokus karena ketersediaan data yang valid. 

 

Setiap pihak yang mempunyai akses data lebih akurat dan langsung, jadi bisa menentukan langkah selanjutnya dan mengatur pengembangan bisnis ke arah yang lebih baik lagi. Salah satu contoh pentingnya data adalah layanan fintech mengenai permintaan akan akses data konsumen secara real time dari klien.

 

 

  1. Peran Digital Kian Berpengaruh

Tidak dapat dipungkiri, teknologi digital sangat berpengaruh terutama di masa pandemi yang membatasi gerak manusia untuk upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.Kabarnya, saat ini seluruh perusahaan dituntut untuk bisa beradaptasi dalam menghadapi perkembangan dunia agar tidak kalah dengan generasi milenial yang sudah lebih dulu memanfaatkan teknologi digital secara aktif.

 

Beberapa public relation berupaya untuk melibatkan influencer yang sudah terkenal melalui media sosial, seperti penggunaan Instagram dan YouTube untuk melakukan promosi. Harapannya, seluruh pengguna lini masa tersebut bisa melihat konten mengenai brand dan produknya sehingga berhasil membangun komunikasi antara calon pelanggan dengan brand.

 

  1. Kemitraan dengan Agensi

Cukup banyak pebisnis yang pada akhirnya menyadari bahwa public relation memiliki peran yang sangat besar dalam membangun komunikasi dua arah antara brand dan pelanggan. Masalahnya, tidak semua pebisnis memahami dengan baik bagaimana pengelolaan audiens atau pelanggan ini agar terus menjadi pengguna aktif produk-produk yang diluncurkan perusahaannya. Oleh karena itu, membangun kemitraan atau kerja sama yang solid dengan salah satu digital agency Jakarta terpercaya bisa menjadi langkah yang baik dalam penerapan public relation di perusahaan.

 

Tujuannya tentu saja, menganalisis perilaku konsumen sedetail dan selengkap mungkin demi bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan baik. Hal berikutnya, tentu saja membangun kepercayaan yang kuat sehingga konsumen bisa menjadi pelanggan setia untuk jangka waktu yang lama. 

 

 

  1. Teknologi Semakin Terjangkau

Perkembangan teknologi yang kian pesat tidak malah membuat akses semakin sulit. Agensi public relation selalu mempertimbangkan adanya penggunaan dunia digital dalam membantu pemantauan media, pengumpulan data, pengelolaan tugas, dan untuk keperluan lainnya.

 

Perkembangan tersebut tentunya berimbas pada bagaimana cara kerja PR dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkan berbagai platform besar untuk semakin kreatif dan adaptif dalam meningkatkan citra perusahaan.