Penggunaan artificial intelligence (AI) di era digital bukan lagi sekadar alat efisiensi operasional atau mempercepat produksi konten yang cepat dan murah.

Penggunaan artificial intelligence (AI) di era digital bukan lagi sekadar alat efisiensi operasional atau mempercepat produksi konten yang cepat dan murah.
Hal ini karena menggunakan AI mampu membantu Anda menciptakan pengalaman brand yang unik, personal, dan berdampak emosional.
Sayangnya, saat ini masih banyak brand terjebak pada penggunaan AI hanya untuk mempercepat produksi konten. Apakah brand Anda termasuk salah satunya?
Jika jawabannya iya, Anda perlu membaca artikel ini sampai selesai agar setelahnya bisa memanfaatkan AI, namun tetap memadukannya dengan kreativitas manusia, untuk menciptakan brand experience yang benar-benar resonan dengan audiens.
Salah satu contoh paling menarik dalam lanskap ini bisa Anda pelajari dari pengalaman studio kreatif Artists & Robots.
Studio yang didirikan oleh Heather Salkin dan Jason Snyder ini memperlakukan AI bukan sebagai mesin otomatisasi konten, melainkan sebagai mitra kreatif yang memperkuat pengalaman manusiawi dalam setiap interaksi brand.
Pendekatan mereka mencakup beberapa inovasi pengalaman brand berbasis AI, antara lain:
Heather pernah jadi eksekutif produser di agensi besar, sementara Jason adalah Chief AI Officer di agensi pemasaran besar global.
Keduanya menggabungkan keahlian teknologi dan produksi kreatif untuk menciptakan pengalaman yang benar-benar menyentuh hati audiens.
Selain itu, mereka juga membuktikan bahwa AI mampu menciptakan dunia digital yang responsif terhadap konteks dan preferensi pengguna sehingga setiap pengalaman terasa relevan dan tak generik.
Studi kreatif Artists & Robots memiliki misi untuk menggunakan AI bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, tetapi untuk memperkuat dan menghadirkan pengalaman yang lebih personal, cerdas, dan menarik.
Artinya, adanya dukungan AI memungkinkan brand menghadirkan komunikasi yang terasa seperti percakapan nyata, bukan sekadar push message otomatis.
AI tidak hanya dipakai untuk eksekusi kreatif, tetapi juga untuk merumuskan strategi yang adaptif, berbasis data, dan etis.
Di banyak perusahaan, AI sering diadopsi untuk mempercepat produksi konten, otomatisasi tugas repetitif, dan memangkas biaya.
Padahal trend global menunjukkan bahwa AI paling berdampak ketika digunakan untuk menciptakan pengalaman yang personal, relevan, dan emosional bagi audiens.
Sudah banyak data dari hasil survei yang membuktikan kemampuan AI dalam mengotomasi interaksi pelanggan. Pada tahap ini, memaksimalkan dukungan AI bukan lagi pilihan efisiensi, melainkan kewajiban yang dapat membuat brand Anda lebih kompetitif.
Di sisi lain, brand terkemuka global, seperti Coca-Cola, Starbucks, Sephora, hingga Amazon menunjukkan bahwa penggunaan AI yang meningkatkan storytelling, personalisasi dan customer journey berdampak langsung pada keterlibatan dan pertumbuhan brand.
Hal terpenting yang perlu Anda pahami, AI yang efektif dalam brand experience tidak menggantikan manusia, tetapi justru memperluas kemampuan manusia untuk menciptakan pengalaman yang lebih dalam dan bermakna.
Dengan kata lain, banyak sekali kemampuan AI yang perlu segera Anda manfaatkan, di antaranya:
Pada akhirnya, brand yang mampu mengintegrasikan AI secara strategis di tengah transformasi ini akan memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing yang kuat dalam meraih hati lebih banyak pelanggan.
Di sinilah peran Redcomm hadir untuk membantu brand Anda. Redcomm adalah digital agency yang mengedepankan AI di dalam proses, proposal marketing, dan services yang ditawarkan kepada brand.
Redcomm Indonesia telah mencapai tonggak sejarah dengan meraih penghargaan Agency of the Year selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025.
Pada ajang Campaign Asia-Pacific Agency of the Year 2025, Redcomm berhasil membawa pulang dua penghargaan Gold untuk kategori Indonesia Independent Agency of the Year dan Indonesia Digital Innovation Agency of the Year.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa penerapan AI yang terstruktur, strategis, dan berbasis inovasi bukan hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga akan mendapatkan pengakuan sebagai brand yang unggul dalam industri terkait.
AI terbaik bukanlah sekadar alat otomatisasi. AI terbaik adalah teknologi yang menghubungkan brand dan manusia secara lebih bermakna, memperkaya pengalaman pelanggan, dan membangun hubungan emosional yang bertahan lama.
Hal ini menegaskan bahwa strategi AI yang matang harus mengintegrasikan:
AI bukan sekadar engine yang bekerja di belakang layar, tetapi platform yang mampu memperluas imajinasi brand, meningkatkan pengalaman pengguna, dan menciptakan brand loyalty yang sejati. Hubungi saja Kontak Redcomm untuk informasi lebih lanjut ya.
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC

