Bisnis B2B adalah bukti bahwa setiap bisnis dapat berhasil di media sosial. Ketika Anda memikirkan tentang perusahaan B2B yang ada di media sosial, maka yang akan muncul adalah perusahaan seperti IBM, Google, HubSpot, dan banyak lagi.

 

Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan pekerjaan yang menakjubkan. Salah satunya dengan berbagi konten yang menarik dan membangun audiens mereka agar menjadi besar sehingga audiens tidak lagi begitu peduli dengan promosi produk atau jasa yang ditawarkan secara terus-menerus. Tetapi, tetap mengambil manfaat yang bisa didapatkan, termasuk menjadi pengguna setia produk-produk perusahaan tersebut.

 

8 Langkah Mudah Membuat Strategi Media Sosial

Jika Anda ingin membangun perusahaan B2B seperti perusahaan besar tersebut, mulailah melakukan beberapa hal berikut ini.

 

 

  1. Tetapkan Sasaran dengan SMART

Seperti sarana promosi lainnya, strategi media sosial harus didasarkan pada tujuan yang sudah disiapkan dengan sebaik mungkin agar dapat berhasil. Menentukan Key Performance Indicator (KPI) yang spesifik untuk media sosial perusahaan bisa jadi pilihan terbaik. Untuk bisa menentukan KPI, Anda harus menentukan terlebih dahulu keberhasilan yang ingin dicapai oleh merek atau perusahaan Anda. 

 

Cobalah menyusun beberapa pertanyaan sederhana. Apakah Anda mencoba menggunakan media sosial sebagai saluran akuisisi? Apakah Anda ingin meningkatkan jangkauan Anda atau mendapatkan lebih banyak kunjungan di website perusahaan?

 

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Anda dapat menentukan apa saja yang nantinya ingin dicapai atau diketahui. Misalnya, jika bisnis Anda bertujuan untuk mencari prospek, maka jumlah klik dan konversi penting untuk diketahui. Jika bertujuan untuk membangun kesadaran merek, maka lebih penting mempertimbangkan keterlibatan, jangkauan, dan tayangan yang nantinya akan didapatkan.

 

  1. Memperhatikan Pesaing

Media sosial memberi kemudahan untuk melihat strategi pemasaran yang dilakukan oleh kompetitor. Sebagai sebuah perusahaan yang ingin terus berkembang, mengamati pergerakan pesaing menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

 

Anda bisa mulai dengan mengamati kampanye atau strategi promosi yang dilakukan oleh pesaing. Lihat bagaimana mereka menjalankannya dan memastikan apakah langkah yang mereka lakukan bisa berhasil atau tidak. Jika target audiens mereka sama dengan target audiens Anda, maka contoh saja kampanye yang mereka jalankan, namun tetap buat pembeda dengan menyisipkan pesan dan ciri khas dari brand Anda..

 

 

  1. Berbagi Konten Buatan Sendiri

Tidak sedikit bisnis yang membangun media sosial mereka dengan membagikan konten milik orang lain. Hal ini kurang tepat untuk dilakukan jika Anda ingin membangun audiens yang benar-benar tertarik pada produk dan brand Anda. Oleh karena itu, Anda perlu membuat konten Anda sendiri dan membagikan konten tersebut ke media sosial. 

 

Agar konten itu terus disebarkan dengan cara yang natural, ajaklah followers Anda ikut membagikan konten tersebut melalui giveaway atau kuis yang Anda selenggarakan. Atau Anda bisa berkolaborasi dengan social media advertising agency, creative companies, atau social media agency yang akan dengan senang hati membantu Anda mendapatkan lebih banyak awareness dan engagement yang lebih baik. 

 

  1. Gunakan Multimedia

Para pengguna media sosial selalu merasa bahagia ketika mengetahui adanya fitur-fitur baru yang bisa mereka gunakan, terutama fitur yang dapat digunakan untuk bisnis mereka, sekaligus dapat mereka gunakan kepada audiens mereka agar dapat melihat respons yang diberikan.

 

Contohnya seperti saat Anda memanfaatkan beberapa fitur dari Instagram story atau jajak pendapat di Twitter. Memberikan konten multimedia yang unik kepada pengikut Anda di media sosial bisa meningkatkan interaksi antara bisnis Anda dengan audiens, juga antara para followers Anda. Konten dengan format seperti ini juga dapat meningkatkan perhatian followers pada perusahaan.

 

  1. Memiliki Brand Voice yang Istimewa.

Setiap kali Anda membuat postingan baru di website atau posting konten baru di media sosial, Anda bisa menunjukkan brand voice perusahaan. Misalnya saja ketika seseorang melihat logo perusahaan Anda, mereka akan berusaha mencari brand voice perusahaan Anda dari logo tersebut.

 

  1. Menjaga Konsistensi

Menjaga konsistensi dalam membuat konten media sosial memang sesuatu yang sulit, sebab Anda memerlukan banyak waktu untuk menyiapkan konten baru setiap hari, menata feed agar tetap terlihat menarik, dan merencanakan konten-konten baru selanjutnya.

 

 

Untuk itu, Anda perlu membiasakan diri untuk bisa melakukan semuanya secara teratur dan meluangkan waktu untuk bisa menyiapkan semuanya dengan lebih baik. Agar lebih mudah, Anda bisa membuat kalender posting yang disesuaikan dengan konten yang akan Anda tampilkan.

 

  1. Bereksperimen dengan Konten 

Setelah terbiasa dengan kalender konten yang sudah dibuat, tugas selanjutnya adalah mempertahankan hal tersebut agar bisa terus dilakukan dan memberikan hasil yang maksimal. Kemudian ketahui pula kapan waktu untuk mengunggah konten dan konten seperti apa yang sebaiknya Anda tampilkan kepada audiens. Setiap audiens berbeda, sehingga Anda perlu menyesuaikan diri dengan mereka. Anda bisa melakukan A/B testing untuk mengetahui hal ini.

 

  1. Terlibat dalam Percakapan

Media sosial diciptakan untuk membantu seseorang membangun hubungan dengan orang lain. Jadi manfaatkanlah media tersebut seperti ketika Anda berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata. 

 

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin membangun sebuah perusahaan B2B yang berhasil. Jadilah yang terbaik dari pesaing Anda agar dapat menjangkau audiens yang tidak hanya tahu tentang bisnis Anda, tetapi juga suka dan setia dengan produk dan bisnis yang Anda jalankan.