Pada 2012, perusahaan raksasa Facebook mengakuisisi platform Instagram sehingga membuat pengelolaan dua platform ini menjadi semakin mudah. Pemilik akun Facebook dan Instagram bisa menghubungkan kedua akun miliknya di fanpage Facebook. Jadi selain dapat mengelola konten, bisa sekaligus mengelola iklan berbayar di kedua platform secara bersamaan. Berikut 6 Langkah Memasang Iklan di Facebook dan Instagram.

 

6 Langkah Memasang Iklan di Facebook dan Instagram

 

 

  1. Pilih Tujuan Iklan Anda

Anda perlu membuat iklan dengan masuk ke halaman Facebook Ads Manager yang ada di fanpage Facebook bisnis. Setelah berada di halaman ads manager, Anda dapat melakukan pengaturan iklan. Tahap pertama, tentukan tujuan pemasangan iklan yang Anda lakukan. Ada beberapa pilihan tujuan yang bisa Anda tetapkan, antara lain: 

    • Brand awareness: ideal untuk menjangkau pengguna yang akan terlibat dengan iklan Anda dan untuk menghadirkan kesadaran umum seputar merek Anda.
    • Jangkauan: iklan perlu diatur untuk menjangkau orang-orang yang tepat berdasarkan usia, demografi, profesi, kesukaan, dan sebagainya. Pilihlah yang paling sesuai dengan brand dan produk yang hendak Anda tawarkan. 
    • Traffic: jika tujuan Anda mendapatkan kunjungan sebanyak mungkin ke halaman landing atau halaman lain yang Anda tetapkan, Anda perlu memilih peningkatan traffic bagi tujuan pemasangan iklan yang Anda lakukan. 
    • Interaksi: ini bisa Anda pilih jika Anda ingin meningkatkan engagement, seperti komentar dari audiens, like, atau harapan audiens Anda akan membagikan iklan Anda ke jaringan mereka. 
    • Penginstalan aplikasi: tujuan ini adalah untuk mengarahkan pengguna ke toko aplikasi dengan harapan audiens akan mengunduh aplikasi atau membeli aplikasi.
    • Penayangan video: iklan in-stream diputar di feed pengguna untuk menampilkan produksi, peluncuran produk, dan cuplikan di balik layar untuk menarik perhatian pengguna agar mengenal brand Anda lebih dekat.
    • Pesan: tujuan ini dapat mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan merek Anda dengan menjawab pertanyaan seputar produk, memberi dukungan, atau melakukan transaksi pembelian.
    • Konversi: jika Anda mencari tindakan penjualan langsung di iklan, seperti menambahkan info pembayaran atau melakukan pembelian, konversi adalah sasaran yang ideal.
    • Katalog penjualan: format ini bisa dipilih bagi brand yang mau menunjukkan produk yang mau ditawarkan dalam bentuk foto katalog produk Anda, lalu baru menargetkan audiens.
    • Lalu lintas toko: ini sangat cocok bagi mereka yang mempromosikan beberapa lokasi bisnis untuk mendorong lebih banyak kunjungan di toko.

 

  1. Beri Nama Kampanye Iklan yang Diselenggarakan 

Setelah memilih tujuan iklan, Anda perlu memberi nama untuk kampanye iklan di Facebook Ads yang Anda selenggarakan. Dengan memberi nama, Anda bisa lebih mudah untuk melakukan pelacakan di Facebook Ads Manager, juga untuk menganalisis hasil dari iklan yang sudah Anda lakukan. 

 

Saat memberikan nama, ada baiknya Anda perlu membuat pula catatan yang nanti bisa Anda evaluasi setelah iklan berakhir, seperti apa yang Anda promosikan? Berapa lama iklan berlangsung, harian atau bulanan? Bagaimana hasilnya? Semakin detail Anda melakukan pencatatan juga menemukan metode yang tepat dalam pemberian nama kampanye iklan, semakin mudah nanti Anda melacak iklan mana saja yang berhasil dan mana iklan yang gagal.

 

 

  1. Pilih Penempatan Iklan

Fitur iklan yang tersedia, baik untuk Facebook maupun Instagram, harus pula dipikirkan mau ditempatkan di mana. Nah, tugas Anda adalah memilih penempatan yang sesuai, apakah hanya di Instagram saja atau iklan ditayangkan di kedua platform? Atau bisa juga Anda hanya menayangkan iklan di Facebook. Hal yang perlu Anda lakukan saat memilih adalah dengan menghapus centang pada platform yang tak ingin Anda gunakan serta audience network dari platform tersebut. Ini demi memastikan iklan Anda hanya akan berjalan di platform yang sudah Anda tetapkan. 

 

  1. Tetapkan Target Audiens 

Pada halaman ads manager, Anda bisa mengatur target audiens sesuai produk dan brand Anda alih-alih menargetkan iklan secara acak. Hal ini bertujuan agar anggaran biaya iklan yang Anda keluarkan jadi lebih terkontrol. Pada bagian ini, ada beberapa kategori audiens yang bisa Anda pilih, antara lain: 

    • Lokasi: Anda bisa memilih audiens berdasarkan lokasi yang sangat spesifik hingga kode pos dan alamat, atau area yang lebih luas misalnya berdasarkan negara. 
    • Umur: memilih audiens juga bisa berdasarkan rentang usia secara spesifik, mulai dari usia 13 hingga 65 tahun ke atas. Misalnya produk Anda khusus milenial, maka Anda bisa memilih audiens berusia antara 15 hingga 35 tahun.
    • Jenis kelamin: pilih di antara semua jenis kelamin, pria, atau wanita.
    • Detail penargetan: ada tiga kategori dalam bagian ini. Demografi memungkinkan Anda menyertakan atau mengecualikan orang berdasarkan gaya hidup, pekerjaan, dan pendidikan. Minat bisa memilih pengguna berdasarkan menyukai halaman, kegiatan yang dihadiri, dan topik terkait. Sementara perilaku sesuai dengan target pembelian, kegiatan, dan tujuan perjalanan.
    • Bahasa: hanya diperlukan jika Anda menargetkan audiens yang berbicara dengan bahasa tertentu yang jarang terjadi di area tersebut.
    • Koneksi: pada bagian ini Anda bisa memilih pengguna yang sudah terhubung dengan aplikasi, acara, atau halaman Anda.

 

 

  1. Tentukan Anggaran dan Jadwal Iklan

Saat melakukan pengaturan untuk penayangan iklan, Anda memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur iklan tersebut sesuai kebutuhan Anda, termasuk mengatur anggaran biaya pemasangan iklan dan jadwal tayang. 

 

Dalam penentuan anggaran dan jadwal iklan ini, Anda bisa menetapkan batas waktu tertentu dengan nominal yang sudah Anda tentukan pula. Misalnya, Anda menetapkan nominal 100 ribu rupiah untuk 5 hari (dengan menentukan tanggal mulai dan tanggal berakhir iklan), maka biaya harian iklan hanya kurang lebih 20 ribu rupiah saja. 

 

  1. Pengaturan Format Iklan

Setelah semua selesai, kini saatnya Anda melakukan pengaturan format iklan. Masuklah ke halaman pembuatan iklan. Anda bisa mulai dengan mengunggah konten, baik dalam bentuk teks dan menuliskan caption, kemudian mengunggah foto, image, maupun video. Jika semuanya sudah Anda lakukan, klik publish dan iklan Anda akan di-review terlebih dahulu, untuk kemudian ditayangkan. 

 

6 langkah memasang iklan di Facebook dan Instagram ini tidak serta merta akan membuat Anda bisa mendapatkan hasil iklan sesuai dengan yang Anda harapkan. Perlu trial and error dalam pelaksanaannya karena setiap tips yang diberikan tidak selalu berlaku untuk semua produk atau brand tertentu. Anda perlu memberanikan diri untuk melakukan percobaan demi percobaan sampai menemukan metode yang paling sesuai dengan produk bisnis Anda.