Reseller merupakan aset penting bagi setiap owner bisnis online, termasuk bagi para pelaku UKM. Keberadaan reseller bisa membantu meningkatkan profit hingga berkali-kali lipat. Memang sudah banyak pebisnis yang mampu menghasilkan kurang lebih 100 penjualan dalam satu hari, namun dengan adanya bantuan dari reseller, penjualan malah berpeluang dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat. Untuk mencapai peningkatan seperti ini, tentu Anda harus tahu cara membangun tim reseller yang solid dan loyal.

 

Pada artikel kali ini, Redcomm akan berbagi tips ampuh merekrut reseller untuk peningkatan penjualan bisnis UKM. 

 

Tips Membangun Tim Reseller 

  1. Mencari dan Memahami Calon Reseller

Reseller adalah orang-orang yang akan membantu memasarkan produk Anda ke pasar yang lebih luas. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat sistem reseller. Tentukan dahulu konsep seperti apa yang cocok dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan.

 

Jika sistem telah siap, selanjutnya Anda perlu melakukan pencarian reseller ini di berbagai media sosial, baik di Instagram, Facebook, atau platform media sosial lainnya. Gunakan cara paling menarik untuk mereka dan tawarkan kerja sama yang saling menguntungkan.

 

Mintalah data dan informasi selengkap mungkin mengenai calon reseller yang berminat bergabung menjadi tim Anda, mulai dari identitas, pekerjaan atau kegiatan sebelumnya, seberapa jauh mereka menguasai teknologi, dan beberapa faktor lain. Data dan informasi ini nanti berguna untuk memudahkan Anda menyusun dan menyesuaikan metode jualan yang paling cocok bagi mereka. Jangan lupa, buat perjanjian kerjasama tertulis untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. 

 

 

  1. Buat Wadah Komunikasi untuk Mencapai Target Bersama

Instagram, WhatsApp, Facebook, dan Twitter adalah media sosial yang mempunyai jumlah pengguna sangat besar. Platform ini bisa Anda gunakan sebagai tempat untuk melakukan perekrutan reseller yang dapat membantu menjual produk atau layanan bisnis Anda.

 

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan dalam merekrut reseller:

  • Fokus terlebih dahulu untuk mendapatkan minimal 5.000 kontak pengguna media sosial maupun Whatsapp. Anda bahkan bisa membuat pengumuman singkat mengenai kebutuhan akan reseller ini di berbagai akun media sosial yang Anda miliki.
  • Setelah berhasil memiliki banyak teman di media sosial, buatlah konten edukasi mengenai bisnis secara rutin. Lakukan hal ini selama beberapa waktu dan lihat respons yang diberikan orang-orang dalam jaringan pertemanan Anda di media sosial.
  • Jika sudah banyak yang mulai tertarik dan memberi respons positif, buatlah pengumuman mengenai kelas sharing bisnis yang hendak Anda selenggarakan. Kelas sharing ini bisa Anda adakan di grup tertutup di Facebook atau membuat grup di Whatsapp. Jangan lupa sediakan formulir yang harus diisi oleh orang yang berminat untuk bergabung. 
  • Lakukan seleksi dari formulir pendaftaran yang telah diisi dan mulailah melakukan perekrutan. Untuk satu grup di Whatsapp, Anda bisa mengundang hingga 250 peserta. 
  • Pada jadwal yang telah ditentukan, mulailah kelas sharing bisnis ini, misalnya untuk jangka waktu dua atau tiga minggu saja. Tiap minggu, Anda bisa bagikan materi mengenai cara berjualan dan mendapatkan penghasilan, atau cara membangun bisnis. Jangan lupa, berikan pula penawaran untuk menjadi reseller Anda dan apa keuntungan yang bisa Anda berikan kepada mereka. 
  • Khusus bagi peserta kelas sharing yang akhirnya menjadi tim reseller Anda, buatlah grup terpisah. Di grup kedua ini, Anda bisa membangun komunikasi bisnis yang lebih intens kepada para reseller yang sudah berkomitmen untuk menjadi partner bisnis Anda.

 

  1. Benefit dan Bonus

Di dalam berbisnis, bukan hanya Anda yang ingin mendapatkan keuntungan dari penjualan yang berhasil dilakukan. Pastinya, para reseller juga menginginkan hal yang sama. Mereka berharap bisa menghasilkan uang dengan bergabung menjadi tim penjualan Anda. Oleh sebab itu, penting untuk memberitahu kepada mereka benefit dan keuntungan apa saja yang bisa mereka dapatkan jika mampu menjual produk Anda. 

 

Misalnya, Anda bisa memberi keuntungan berupa selisih harga jual, mendapatkan potongan harga dengan besar tertentu jika melakukan pembelian dalam jumlah yang sudah Anda tentukan. Untuk jumlah penjualan yang lebih besar, misalnya setiap 12 lusin penjualan, Anda akan memberi diskon tambahan. Selain itu, bagi reseller yang berhasil mencapai target penjualan tertinggi, ada hadiah lain yang juga Anda siapkan. Hadiah atau bonus di sini bisa berupa, uang tunai, bingkisan, tiket liburan, produk gratis dan sebagainya. 

 

 

  1. Kelola Tim Reseller untuk Kerjasama Jangka Panjang

Cara mengelola tim reseller yang paling tepat untuk kerjasama jangka panjang adalah dengan konsisten memberikan bimbingan penjualan. Bagikan materi-materi yang bisa digunakan untuk meningkatkan sales. Dalam banyak kasus, reseller mengalami peningkatan penjualan setelah ada pembinaan yang dilakukan secara rutin. 

 

Pembinaan bisnis tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup dua minggu sekali atau satu bulan sekali saja untuk penyegaran dan membangkitkan kembali motivasi agar tetap menyala dalam meningkatkan sales. Anda bisa membagikan materi bisnis, motivasi, atau memberikan hadiah buku secara bergantian kepada tim reseller yang membutuhkan bantuan dan dorongan lebih. 

 

Selain itu, jadilah rekan yang baik. Anda bukan bos atau pemimpin mereka, melainkan rekan yang berjalan bersama untuk mencapai tujuan bersama pula, yaitu peningkatan penjualan. Dengan cara ini, para reseller akan bisa lebih loyal kepada Anda karena mereka merasa dihargai sekaligus bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. 

 

  1. Sesi Konsultasi dan Diskusi

Adakalanya tim reseller tidak cukup hanya dengan dijejali berbagai materi bisnis, namun mereka membutuhkan konsultasi atau diskusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi terkait penjualan. Maka buatlah jadwal dalam jangka waktu tertentu untuk sesi diskusi bersama di grup. Jadi seluruh tim bisa sama-sama berdiskusi, berbagi ide dan solusi di waktu tersebut. 

 

Di sisi lain, pahami juga bahwa ada orang-orang yang merasa tak nyaman kalau harus membagikan permasalahan yang sedang mereka hadapi di forum terbuka seperti di grup Whatsapp. Untuk itu, Anda perlu meluangkan waktu dan membuka kesempatan bagi tim reseller yang ingin berkonsultasi secara pribadi agar mereka pun bisa mencapai target penjualan dan mendapatkan keuntungan yang diharapkan. 

 

 

Konsultasi dan diskusi merupakan dua hal yang baik untuk dilakukan secara rutin sehingga para reseller bisa menyampaikan gagasan, ide kreatif, bahkan usulan yang kemudian dapat Anda mempertimbangkan sebagai strategi penjualan yang bisa diterapkan oleh seluruh tim. 

 

Aktif melakukan diskusi adalah bentuk penghargaan lain kepada reseller, karena membiarkan mereka untuk tumbuh dan belajar mengambil keputusan, bukan sekadar menanti materi saja. Nah, semoga 5 cara membangun tim reseller yang loyal dan bisa meningkatkan penjualan bisnis Anda ini berguna dan memberi ide segar untuk diterapkan dalam strategi pengembangan bisnis berikutnya.