Boleh jadi saat ini Anda berpikir, modal dalam bisnis bukan hal utama yang menentukan kesuksesan. Sebab, masih ada faktor penting lainnya, seperti sumber daya manusia, kemampuan negosiasi, penggunaan strategi yang brilian, termasuk penerapan digital marketing strategist agar bisnis mencapai kesuksesan.

 

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku selamanya. Terlebih lagi, saat bisnis sudah memasuki fase pengembangan. Karena walau bagaimanapun, ketika Anda membuka gerai baru, dan menambah inventaris untuk meningkatkan hasil produksi tetap membutuhkan uang. Redcomm Knowledge kali ini akan mengajak Anda mencari tahu hal penting yang harus diperhatikan saat memilih investor untuk pengembangan bisnis. 

 

Tambahan Modal dari Investor Beserta Kelebihannya

Pada akhirnya, banyak pengusaha mencari tambahan modal dari investor ketika sudah waktunya bisnis berkembang, sementara ketersediaan modal sangat terbatas. Investor adalah pihak yang menanamkan uangnya kepada pemilik ide atau pemilik bisnis. Kemudian, mereka akan mendapatkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan.

 

 

Mendapat modal dari investor dinilai lebih minim risiko dibanding mendapatkannya secara kredit di bank. Hal ini karena, usaha yang baru dimulai belum bisa memberikan hasil secara pasti. Sementara kredit melalui perbankan, tentunya memiliki kewajiban untuk melakukan cicilan pembayaran pinjaman setiap bulan. 

 

Nah, dalam menarik perhatian investor, Anda tentu membutuhkan strategi, sekaligus hal-hal yang perlu diketahui saat memilih investor. Tujuannya, tentu saja demi keamanan bisnis Anda sendiri. Redcomm akan mengajak Anda mengulas tentang cara menarik perhatian Investor dengan detail.

 

Cara Menarik Perhatian Investor

 

 

  1. Miliki Solusi yang Dibutuhkan Investor

Ketika ingin mendapatkan suntikan dana dari investor, maka Anda harus mengenali calon investornya terlebih dahulu. Dimulai dari memahami kebutuhannya, sehingga Anda dapat menghadirkan solusi yang tepat. Pemilik ide yang sekaligus pemilik bisnis dan investor adalah dua pihak yang saling membutuhkan dan menguntungkan.

 

Misalnya saja, Anda memiliki ide inovasi packaging produk makanan yang ramah lingkungan dan food grade. Produk Anda diklaim dapat menjawab permasalahan sampah plastik sekali pakai yang semakin mengkhawatirkan belakangan ini. Nah, memilih investor yang memiliki ketertarikan akan lingkungan hidup tentu peluangnya lebih besar untuk menghadirkan kesepakatan.

 

Mengapa begitu? Tentu saja karena ide Anda memberikan solusi yang calon investor butuhkan. Setelah terjalin kerja sama atau kesepakatan, Anda tak hanya mendapatkan modal. Anda juga akan belajar dari pengalaman investor, bimbingan hingga networking yang mereka miliki. Terlebih jika calon investor sudah terkenal sebagai penanam modal bagi produk yang memberi dampak baik untuk lingkungan. 

 

  1. Miliki Etos Kerja yang Baik dan Kredibilitas

Dalam memilih tempat untuk berinvestasi, investor tak hanya melihat ide yang dicetuskan. Mereka juga melihat etos kerja Anda sebagai pemilik bisnis. Biasanya, mereka akan melihat bagaimana sikap Anda terhadap karyawan, serta menilai kedisiplinan Anda dalam manajemen kinerja. Di mata investor, pemimpin yang memiliki karakter baik dan kuat akan mampu memimpin bisnis di bidang apa pun.

 

  1. Perkuat Soft Skill

Keterampilan non teknis atau soft skill, tak kalah pentingnya dengan hard skill. Memiliki soft skill yang baik membuat Anda mampu beradaptasi pada segala risiko bisnis yang mungkin menghampiri. Misalnya saja dari cara berkomunikasi.

 

 

  1. Tunjukkan Plan dan Ide yang Jelas

Salah satu hal yang tak boleh dilupakan adalah membuat rencana yang jernih, business dan marketing plan, bahkan management plan terkait ide bisnis Anda. Tunjukkan pada calon investor, rencana apa saja yang akan dilakukan dalam mengelola uang mereka agar menghasilkan return. Setiap ide harus tergambar jelas.

 

  1. Tetap Tenang saat Bertemu Investor

Jika Anda bertemu dengan investor, misalnya saja pada sebuah seminar bisnis, jagalah diri Anda agar tetap tenang dan tidak agresif. Bangun relationship yang baik terlebih dahulu. Selipkan ide bisnis yang ada di kepala di sela obrolan. Jangan terlalu bersemangat dalam bercerita, apalagi yang cenderung memaksa.

 

Hal ini akan mencegah agar investor tidak menaruh curiga dan beranggapan Anda hanya ingin mengambil keuntungan darinya. Jika sudah terbangun chemistry, jangan lupa untuk bertukar kontak atau kartu nama.

 

Demikian hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan saat memilih investor untuk pengembangan bisnis. Jika Anda membutuhkan teman berdiskusi terkait pengembangan bisnis lebih lanjut, juga mengenai kemungkinan mendapatkan suntikan dana dari investor, tim Redcomm yang merupakan digital marketing agency Jakarta profesional siap membantu Anda. Hubungi langsung dengan klik Kontak Redcomm.