Percaya atau tidak, hampir setengah dari semua populasi manusia yang ada di dunia sudah memiliki akun media sosial. Ini merupakan kabar baik untuk Anda dan memberikan kesempatan yang luar biasa untuk konten bisnis Anda sehingga dapat menjangkau lebih banyak audiens yang relevan.

 

Tapi untuk bisa menjangkau lebih banyak orang, brand of voice tentu saja harus ditingkatkan. Brand of voice adalah bagaimana bisnis Anda membangun interaksi dengan dengan audiens atau target market Anda.

 

Cara Memaksimalkan Brand of Voice di Media Sosial

 

Bagi Anda yang ingin meningkatkan brand of voice di media sosial, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan dari sekarang.

 

  1. Manfaatkan Trend dan Berita Terkini

 Di United States, media sosial jadi ‘newspaper’ modern yang lebih disukai dibandingkan harus membaca berita dari koran cetak. Apalagi, media sosial merupakan tempat mencari informasi terkini yang paling disukai oleh anak muda yang berusia 18 – 29 tahun.

  

Dengan adanya media sosial, pengguna tidak hanya bisa menemukan banyak berita terbaru yang menghebohkan, tapi juga bisa mengemukakan pendapat mereka secara langsung. Media sosial menjadi wadah untuk menemukan semua topik yang sedang trending, komentar pun bisa bergulir dengan bebas untuk saling bertukar pikiran dan pendapat dengan sesama pengguna.

 

Anda bisa memanfaatkan ini untuk menampilkan brand Anda ke banyak orang sekaligus. Sebab, sekali saja brand Anda muncul di sebuah topik yang sedang ramai dibicarakan, orang akan melihat Anda. Apalagi, kalau topik tersebut sangat relevan dengan bisnis Anda.

 

 

Ketika menemukan topik yang sedang trending dan sangat cocok dengan bisnis Anda, segeralah buat konten tentang topik tersebut dan bagikan di media sosial Anda. Dengan begitu, akan ada banyak orang yang melihat konten Anda.

 

Saat Anda berhasil mendapat perhatian audiens, maka Anda juga akan mendapatkan interaksi yang terjadi antara bisnis Anda dan audiens yang sesuai dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

 

Anda juga bisa memanfaatkan trend jacking atau pembajakan. Pembajakan di sini memiliki makna positif. Maksudnya, Anda bisa memanfaatkan konten-konten yang sedang populer untuk mendapat perhatian dari audiens.

 

Menurut bahasa marketing, trend jacking merupakan sebuah teknik pemasaran yang dilakukan dengan  memanfaatkan tren di media sosial. Tujuannya, supaya brand ikut mendapatkan perhatian dari masyarakat yang sedang terpengaruh oleh adanya trend tersebut.

 

  1. Upload Konten Berkala untuk Membangun Brand Awareness

 Jika ingin membangun brand yang besar, harus diikuti pula dengan interaksi yang baik dari masyarakat. Untuk itu, Anda harus mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh audiens. Salah satunya, dengan menyajikan konten yang menarik.

 

Ketika Anda berhasil memberikan konten yang menarik, interaksi akan terbangun secara natural. Audiens dengan senang hati memberikan like, komentar, atau membagikan konten Anda. Dengan begitu, interaksi Anda akan semakin meningkat.

 

Untuk memaksimalkan peluang ini, Anda bisa mulai mengatur jadwal posting secara teratur. Dengan rutin mengunggah konten baru, audiens akan selalu mengingat brand Anda.

 

Seiring dengan interaksi yang semakin bertambah, Anda bisa melakukan riset konten, dan mengamati konten seperti apa yang lebih banyak mengundang interaksi. Cara ini, termasuk paling efektif dilakukan kalau Anda ingin memaksimalkan konten media sosial bisnis agar mendapatkan interaksi yang lebih baik.

 

 

  1. Membangun Customer Loyalty

 Ada cara cukup mudah jika Anda ingin membangun customer loyalty yang baik pada bisnis Anda. Dengan dukungan media sosial, Anda bisa memberikan konten yang berkualitas pada audiens. Konten yang berkualitas dan menarik akan membuat membuat minat audiens untuk berinteraksi semakin besar.

 

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Sprout Social, ditemukan bahwa sekitar 76% customer lebih memilih membeli produk dari brand ketika mereka sudah merasa dekat dengan brand tersebut. Sementara, sebanyak 78% customer ingin lebih mudah menemukan sebuah brand di media sosial.

 

Dari survei itulah, Anda bisa mulai membangun media sosial yang dapat membantu customer semaksimal mungkin, mengingat mereka akan sangat senang dengan pelayanan yang bersifat kekeluargaan dan cekatan dalam memenuhi kebutuhan mereka.

 

 

  1. Dapatkan Kredibilitas di antara Bisnis Serupa

 Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Social Sprout di tahun 2017, sebanyak 42% orang akan membeli produk, apabila brand produk tersebut menyediakan konten-konten yang menarik dan informatif. Sebab, setiap orang senang mempelajari hal baru, terutama melalui media sosial.

 

Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan hal ini demi membentuk kredibilitas brand Anda di media sosial. Tidak sulit untuk berbagi aneka konten informatif yang dikemas dengan menarik bagi audiens. Apalagi, konten tersebut bisa Anda temukan dengan mudah di internet, misalnya menemukan inspirasi konten di Quora, atau lewat Podcast.

 

Survei lain menemukan bahwa brand yang sudah melakukan branding di media sosial selama lebih dari 12 bulan, dapat meningkatkan penjualan mereka secara bertahap. Sementara itu, sebagian dari mereka menyatakan bahwa dengan branding yang berkelanjutan, mereka bisa mendapatkan prospek baru. Asalkan, Anda membangun brandingdengan benar, maka Anda bisa mendapat lebih banyak pengunjung ke situs web, serta profil Anda.

 

Jangan merasa lelah dan malas dalam meneliti dan memahami apa yang bisa membuat konten Anda memiliki interaksi yang bagus. Kembangkan terus wawasan dan eksperimen dengan data yang Anda dapatkan. Gabungkan dengan tren juga perkembangan sosial, maka brand Anda bisa memberikan nilai yang autentik kepada para pelanggan. 

 

Untuk semakin memperkuat keberadaan brand di dalam masyarakat, Anda juga bisa bekerja sama dengan top digital agency Jakarta yang sudah berpengalaman dalam membantu banyak brand meningkatkan brand awareness.