Belajar berbisnis penting dilakukan, terutama di era bisnis digital seperti saat ini. Anda bisa belajar bisnis dari banyak sumber, termasuk dari usaha startup atau perusahaan rintisan. Apakah Anda pernah mendengar tentang startup atau malah sudah mengenalnya? Belum? Tidak mengapa jika Anda belum mengetahuinya. Sebab, istilah startup memang baru beberapa tahun belakangan ramai diperbincangkan. 

 

Mengenal Startup

Perusahaan rintisan biasanya berusia kurang dari tiga tahun. Kemudian produk yang dibuat umumnya berupa aplikasi dan website. Jumlah pekerjanya minimal di angka puluhan, masih dalam tahapan berkembang. Pendapatan per tahunnya pun belum terlalu banyak. Namun, jangan salah, dalam startup ada tingkatannya, yaitu: Unicorn, Decacorn dan Hectocorn

 

 

Di Indonesia sendiri, ada 4 startup sukses yang kini berstatus 1 Decacorn dan 3 Unicorn serta dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Mereka adalah Tokopedia, Gojek, Bukalapak, dan Traveloka. Keempat startup ini, sejak pertama kemunculannya ke publik begitu menarik perhatian, perkembangan mereka sebagai bisnis rintisan sangat pesat, sehingga menginspirasi banyak pebisnis untuk membuat perusahaan rintisan baru demi mengikuti jejak mereka.  

 

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga ingin mengikuti jejak sukses mereka dalam memulai dan membangun bisnis online atau bisnis startup? Berikut ini beberapa langkah dasar yang bisa mulai Anda terapkan dalam menjalankan bisnis. 

 

Belajar Membangun dan Mengembangkan Bisnis 

  1. Eksplorasi Ide dan Mulai dari yang Sederhana 

Untuk membangun startup sukses, Anda bisa mulai dari ide yang sederhana. Ide yang hebat bukan berarti ide yang bombastis, mewah, dan menghabiskan banyak anggaran, namun ide yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatlah yang sebenarnya sangat dibutuhkan. Contohnya, Gojek. Ide sederhana mereka adalah membantu memudahkan mobilitas orang di tengah padatnya jalan raya yang sering macet. Sementara ide Traveloka adalah memudahkan siapa pun untuk mendapatkan tiket murah. 

 

Selain itu, jangan ikut-ikutan tren yang sedang populer di negara lain, sebab adakalanya teknologi dan daya beli dalam negeri tak sama dengan negara lain. Memang masih bisa diadaptasi, tetapi lebih bagus jika Anda mencari ide lain yang lebih sederhana dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di sekitar Anda. Misalnya saja, ada orang dengan ukuran besar yang memiliki kesulitan menemukan baju yang imut dan pas, maka buatlah sendiri pakaian tersebut dan pasarkan menggunakan digital marketing strategist. Setelahnya, Anda pun bisa mengaplikasikannya ke bisnis startup dengan membuat aplikasi yang mempermudah pencarian baju sesuai karakteristik manusia misalnya. Dengan cara ini, Anda bisa memiliki perusahaan rintisan sendiri dengan potensi berkembang yang besar. 

 

 

  1. Analisis Target Pasar Terlebih Dahulu 

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan bisnis, terutama yang berbasis digital bisnis, sangat dianjurkan untuk belajar bisnis online secara mendalam dulu dan mengenali target pasar Anda. Target pasar bisa ditentukan berdasarkan karakter apa saja yang sesuai dengan produk atau jasa yang akan ditawarkan. Kemudian, target pembelinya, seperti berapa usianya, jenis pekerjaannya, keadaan ekonomi sosial, dan lain sebagainya. Bisa juga dengan melakukan analisis target pasar terlebih dahulu melalui sebuah survei kecil-kecilan, sehingga bisa menentukan bisnis yang paling dibutuhkan di sekitar Anda. 

 

  1. Timeline Kerja Jelas 

Mustahil jika Anda membangun bisnis, baik startup ataupun bukan, tanpa target yang jelas. Maka dari itu, buatlah timeline yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu, untuk sampai ke target utama Anda kelak. Keempat startup besar Indonesia yang disebutkan di awal artikel ini dapat meraih kesuksesan karena mereka memiliki timeline kerja yang jelas. 

 

Nah, Anda pun bisa berkomitmen untuk membuat timeline kerja Anda sendiri. Contoh, bisnis Anda bergerak di bidang fashion. Anda dapat menentukan target dalam enam bulan harus mampu menjual 5000 pcs pakaian. Apabila tercapai, maka target enam bulan berikutnya harus mampu menjual dua kali lipatnya. Begitu seterusnya. Imbangi dengan belajar bisnis setiap saat supaya semua target bisa tercapai dengan sempurna dan minim risiko. 

 

 

  1. Harus Fokus 

Ketika Anda membangun sebuah bisnis, maka tak boleh ragu dan setengah-setengah. Jalankan bisnis yang sedang dibangun dengan sepenuh hati. Mungkin Anda akan menemukan beberapa kendala dan masalah, namun dengan tekad kuat dan tetap fokus maka hal itu bisa diatasi. Anda juga harus konsisten dan tekun, sebab setengah hati tidak akan memberikan hasil maksimal. 

 

Itulah beberapa ilmu bisnis yang didapatkan dari para pendiri startup populer di Indonesia. Mereka memulai dari bawah dengan ide yang sederhana, namun ide tersebut tepat sasaran dan akhirnya membuat mereka mampu berkembang pesat. 

Keempat startup sukses tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, sehingga banyak yang mencoba untuk mendirikan lebih banyak perusahaan rintisan dan berpacu untuk naik level ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Bagaimana dengan Anda? Cobalah dirikan perusahaan Anda sendiri. Untuk masalah branding bisa Anda serahkan kepada tim digital advertising agency Indonesia.