Menerapkan strategi digital marketing untuk promosi dan penjualan di startup B2B sangat berbeda dengan model bisnis lain. Perbedaannya, terletak pada bagaimana keduanya mendapatkan pelanggan atau pengguna berbayar. Pemasaran media sosial bukanlah ide buruk untuk mengembangkan B2B, salah satunya lewat LinkedIn marketing. Lalu apa tips sukses B2B dengan LinkedIn marketing?

 

Anda mungkin membutuhkan ratusan ribu pengguna agar bisnis B2C Anda berjalan dengan baik. Sebaliknya, Anda mungkin hanya memerlukan sepuluh hingga dua puluh pengguna untuk produk atau layanan B2B Anda. Berdasarkan pengalaman Redcomm menjalankan digital campaign sebagai bagian dari digital agency di Jakarta, cukup banyak klien potensial yang bisa didapatkan dari LinkedIn.

 

Lalu, bagaimana caranya agar Anda benar-benar dapat mengumpulkan prospek berkualitas dan menarik dari para pengguna LinkedIn? Berikut beberapa poin penting yang harus Anda pahami.

 

 

Cara Memaksimalkan Pemasaran Media Sosial Lewat LinkedIn

  1. LinkedIn Bukan Facebook

Jangan menggunakan foto selfie imut Anda atau memposting foto kucing favorit Anda untuk menjadi foto profil LinkedIn. Sebelum menggunakan LinkedIn untuk mendapatkan prospek (atau untuk tujuan penting lainnya), Anda perlu membuat profil Anda terlihat seprofesional mungkin.

 

Kenakan pakaian terbaik dan minta fotografer untuk mengambil foto Anda dengan tampilan profesional. Jangan gunakan foto paspor karena kebanyakan foto paspor, apalagi foto KTP, membuat Anda terlihat tidak good looking

 

Jadikan profil LinkedIn Anda sebagai portofolio dan kredensial diri dan bisnis Anda sehingga calon prospek akan mempercayai Anda, kemudian tertarik untuk bekerja sama atau berkolaborasi dengan Anda.

 

Jika punya dana lebih, Anda bisa menggunakan layanan premium dengan biaya US$ 59 atau sekitar 79 ribu rupiah per bulan. Biaya ini termasuk murah demi menjadikan profil LinkedIn Anda terlihat lebih profesional. Kelebihan lain dari fitur premium di LinkedIn, Anda bisa menikmati fitur pencarian tak terbatas dan InMail.

 

 

  1. Jangan Mengirim Spam ke Koneksi Anda

Ketika seseorang menerima permintaan Anda untuk terhubung di LinkedIn, Anda akan tergoda untuk mengirimi mereka promosi penjualan dan mencoba menjual sesuatu kepada mereka. Metode ini hanya akan merusak nilai sosial Anda dan membuat bisnis B2B Anda terlihat seperti spammer.

 

Ingat, pemasaran media sosial melalui LinkedIn berbeda dengan platform lain. Tindakan spam yang Anda lakukan berakibat fatal bagi kelangsungan bisnis. Oleh sebab itu, sebaiknya bermain dengan cara lebih aman.

 

Agar Anda bisa lebih dikenal, sebaiknya cukup dengan menyapa dan memperkenalkan diri dan bisnis Anda secukupnya saja. Jika hendak menawarkan studi kasus yang relevan, Anda bisa membuatnya dalam bentuk postingan yang bisa dibaca banyak orang. Hindari untuk melakukan penjualan melalui pengiriman pesan pribadi. Lebih baik buatlah promosi yang soft selling di salah satu postingan Anda disertai studi kasus tertentu. Ketika postingan telah ditayangkan, bersiaplah untuk diskusi terbuka dengan siapapun yang berminat ikut berinteraksi dalam postingan tersebut. 

 

Pada akhirnya, tujuan dari setiap postingan dan interaksi yang Anda lakukan di LinkedIn bukan hanya terkait jualan, melainkan untuk membuat perhatian pengguna lain tertuju kepada Anda, profil profesional dan bisnis yang Anda jalankan. Kalau interaksi sudah intens dan hendak berlanjut ke percakapan bisnis, Anda bisa mengajak calon relasi Anda untuk duduk bersama sambil minum kopi. Kuncinya, Anda harus memposisikan diri sebagai seseorang yang ingin membantu mereka, bukan menjual sesuatu.

 

 

  1. Bagikan Sesuatu yang Terkait dengan Bisnis Anda

Membagikan sesuatu di sini dapat berupa studi kasus, penelitian, konten dalam format PDF, atau informasi berguna lainnya. Anda juga dapat menggunakan LinkedIn untuk membagikan apapun terkait dengan bisnis Anda. Dengan cara ini, selain bisa menambah luas jaringan pertemanan dan relasi bisnis, juga bisa membantu Anda membangun kredensial. Kalau Anda beruntung, ada banyak pengguna LinkedIn lain yang akan dengan senang hati menghubungi Anda, entah untuk berdiskusi, bekerja sama, atau berkolaborasi membangun bisnis Anda menjadi lebih besar. 

 

Tips sukses B2B dengan LinkedIn marketing juga bisa dengan cara merilis dokumen PDF yang berisi cara baru digital marketing strategy di media sosial. Hasilnya, trik ini sudah terbukti mampu menarik minat banyak orang dan otomatis Anda bisa sekaligus mempromosikan bisnis Anda di LinkedIn

 

Namun, Anda harus memastikan bahwa dokumen PDF benar-benar terkirim. Beberapa pihak dengan sengaja menjanjikan konten PDF untuk menarik prospek, tetapi tidak mengirimkan dokumen yang dijanjikan sehingga malah mengurangi kepercayaan pengguna LinkedIn untuk berbisnis dengan mereka. Tidak tepat janji, meski untuk masalah sepele, merupakan praktik bisnis yang buruk dan berakibat membuat klien potensial tak lagi berminat untuk menghubungi Anda. 

 

Pemasaran media sosial lewat LinkedIn memang membutuhkan perhatian khusus, karena berbanding lurus dengan hasil dan peluang yang bakal Anda dapatkan.