Istilah personal branding sudah tidak asing lagi didengar. Terlebih seiring dengan perkembangan digital marketing, personal branding menjadi amat penting. Tak hanya bagi sebuah brand, cara membangun personal branding menjadi suatu faktor utama yang perlu diketahui oleh setiap pebisnis maupun siapa saja yang menggunakan media sosial sebagai wadah berinteraksi dan berbisnis.

 

Sebut saja penulis, pembicara, pengusaha, serta profesional bidang apa pun, biasa membutuhkan personal branding yang kuat dan memikat untuk bisa melakukan monetisasi menggunakan akun media sosialnya.

 

Manfaat Memiliki Personal Branding Kuat

Personal branding yang kuat dipercayai merupakan kunci sukses membangun bisnis. Contoh yang bisa dilihat saat ini, misalnya Anda adalah seseorang yang berprofesi sebagai perencana keuangan dan berfokus membahas keuangan wanita. Maka ketika Anda mengunggah konten tentang hal tersebut secara konsisten, Anda akan dikenal sebagai seorang financial planner khusus keuangan wanita oleh audience

 

Jika personal branding ini Anda bangun secara konsisten dan menjadi sangat kuat, Anda bisa mendapatkan penghasilan besar dari hanya menjadi pembicara bertema keuangan, memberi seminar, membuka kursus online, bahkan memulai bisnis terkait keuangan atau pengelolaan keuangan.

 

 

Itu hanya satu contoh. Adapun manfaat yang akan Anda dapatkan kalau memiliki personal branding yang kuat, di antaranya:

 

  • Memiliki kredibilitas di hadapan audience, sehingga saat Anda menyampaikan sesuatu akan mudah dipercaya. 
  • Anda jadi lebih mudah pula dalam mendapatkan pengikut yang dengan setia mendengarkan, bahkan membeli produk maupun jasa yang Anda tawarkan, jika akhirnya Anda juga memiliki bisnis.
  • Mudahkan mendapatkan relasi bisnis, klien, bahkan pelanggan setia yang akan dengan bahagia membeli apa pun yang Anda tawarkan selama Anda menginfluisasi value yang diyakini pula oleh pelanggan Anda. 
  • Personal branding yang melekat dalam ingatan audiens Anda, membuat mereka langsung ingat kepada Anda maupun brand yang Anda usung jika ada pemicu yang kebetulan menggugah ingatan tersebut. 

 

Contohnya:

 

  • Penyebutan air mineral yang langsung identik dengan merek Aqua.
  • Motivator besar, langsung tertuju pada Mario Teguh atau Tung Desem Waringin.
  • Digital marketing agency Jakarta, misalnya Anda langsung ingat dengan Redcomm Indonesia. 

 

Tips Efektif Memperkuat Personal Branding yang Memikat

Ada banyak strategi memperkuat personal branding, Anda bisa menemukannya dari buku personal development, bisnis, berbagai artikel di internet maupun di Redcomm knowledge, atau dari siaran Podcast dan YouTube. Namun tetap saja, tips membangun personal branding yang menjual dan menarik perhatian adalah yang bisa menggambarkan diri Anda secara keseluruhan dengan cara yang paling unik dan paling mudah diingat.

 

 

Melihat begitu pentingnya personal branding yang kuat, begini langkah yang perlu Anda lakukan dalam memperkuat personal branding, antara lain: 

 

  1. Niche Menjadi Kunci Keunikan Anda

Langkah pertama dalam cara membangun personal branding ialah memiliki niche atau pokok bahasan yang akan Anda sajikan untuk audiens. Contoh, Anda berprofesi sebagai pegawai bank dan niche yang Anda jadikan spesifikasi branding Anda adalah mengenai finansial.

 

Contoh lain, misalnya Chef Juna. Dia membangun branding sebagai juri yang galak dan mengesalkan selama mengawal acara Master Chef Indonesia. Dengan branding yang seperti ini, dia malah menjadi unik dan jadi diingat banyak penonton acara Master Chef hingga hari ini. 

 

Jika Anda bingung dalam menentukan niche yang sesuai dengan diri Anda, maka pilihlah yang paling Anda sukai dan kuasai. Selain itu, juga merupakan keahlian yang memang Anda miliki dan menjadi rutinitas harian yang Anda lakukan. Pastikan pilihan ini tetap menarik, atau minimal diolah dengan cara kekinian, sehingga banyak orang tak segan untuk menjadi pengikut Anda, baik di media sosial, di website, maupun di kehidupan nyata. 

 

  1. Berani Tampil Beda dan Tonjolkan Ciri Khas yang Kuat

Setelah menemukan niche yang menjadi fokus bahasan Anda, selanjutnya cari sisi unik yang bisa Anda jadikan faktor penentu serta membuat Anda terlihat berbeda dengan orang lain. Dengan kata lain, beranikan diri untuk tampil beda dan tonjolkan ciri khas yang kuat sehingga siapa pun yang bertemu atau melihat Anda jadi bisa langsung ingat. 

 

  1. Ciptakan Konten yang Spesifik dan Relevan dengan Personal Branding yang Anda Bangun

Hal berikutnya agar Anda dikenal banyak orang adalah dengan memilih media sosial yang tepat, kemudian menciptakan konten yang spesifik dan relevan dengan personal branding yang Anda bangun. Selain itu, sajikan pula konten yang memiliki value, informatif, dan punya nilai edukatif bagi audiens. Sesekali, bagus juga membuat konten yang menghibur dan menarik perhatian, sehingga membuat audiens membagikannya secara sukarela.

 

 

  1. Jadilah Diri Sendiri dan Miliki Sesuatu yang Layak Dijual

Mengikuti tren yang sedang berkembang memang penting. Tetapi saat Anda menciptakan sesuatu berdasarkan tren, tetap perlu dipoles lagi dengan memberikan sentuhan personal yang sesuai dengan ciri khas Anda. Tujuannya, agar audiens mudah mengingat dan membedakan Anda dengan orang lain.

 

Selain itu, tunjukkan kualitas diri dan value yang ada di dalam diri Anda dan memang layak dijual. Ini sesuai dengan pepatah, “Jika ingin menangkap kucing, jangan kejar kucingnya. Tetapi, gunakan ikan untuk memancing kucing mendekati Anda.”

 

  1. Pahami Cara Kerja Algoritma Media Sosial yang Anda Gunakan

Untuk menghasilkan masakan yang lezat, seorang chef pasti memulai prosesnya dari langkah pertama, seperti memilih bahan baku, menimbang sesuai resep, hingga mengolahnya dengan melalui satu tahap demi satu tahap. Makanan lezat tidak akan terhidang ketika chef tersebut mengacak langkah-langkahnya, misal langsung menyalakan kompor, padahal bahan baku belum disiapkan.

 

Kasus di atas merupakan contoh sederhana dari pengertian algoritma. Di dunia internet, algoritma sering sekali disinggung. Google sebagai raksasa perusahaan bidang teknologi menerapkan teori algoritma sebagai cara kerja mesin pencari. Hal ini pun berlaku di media sosial. Itu makanya, Anda perlu tahu cara kerja algoritma LinkedIn, algoritma Instagram, algoritma Google, dan sebagainya. Pahami pula cara atau trik tertentu dalam memperkuat personal branding di media sosial, karena membangun branding di Twitter akan berbeda caranya dengan membangun personal branding di Facebook atau Instagram.