knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE
11 Pertanyaan yan...

11 Pertanyaan yang Harus Diajukan Sebelum Memilih Digital Marketing Agency

25 Mar  · 
4 min read
 · 
eye 52  
Bisnis

Pertanyaan Untuk Digital Marketing Agency

Mencari digital marketing agency terbaik untuk bisnis Anda bukan sekadar memilih yang paling terkenal atau yang menawarkan harga termurah. 

Salah memilih agensi justru bisa berujung pada pemborosan anggaran dan hasil kampanye yang tidak optimal. 

Agar tidak salah langkah, ada 11 pertanyaan penting yang wajib Anda ajukan sebelum bekerja sama dengan digital marketing agency Indonesia. Yuk, simak selengkapnya!

11 Daftar Pertanyaan yang Wajib Anda Ajukan Saat Memilih Digital Marketing Agency

Memilih digital marketing agency bukan sekadar mencari vendor, tetapi lebih kepada memilih mitra strategis yang dapat membantu bisnis Anda tumbuh di ranah digital.

Sayangnya HubSpot pernah merilis kalau ada cukup banyak pemilik bisnis kecil dan menengah mengaku pernah kecewa dengan hasil kerja agensi karena ekspektasi awal tidak sesuai kenyataan.

Salah satu penyebabnya, karena kurangnya komunikasi yang efektif sejak awal kerjasama. Lalu di tengah banyaknya agensi yang menawarkan layanan dan jasa serupa, bagaimana cara memastikan Anda memilih digital marketing agency terbaik?

Nah, kali ini Redcomm memberikan sedikit bocoran nih, berbentuk pertanyaan yang wajib Anda ajukan saat memilih digital marketing agency agar tidak sampai salah pilih.

1. Seberapa Lama Pengalaman dan Seperti Apa Portofolionya?

Pengalaman adalah indikator awal yang bisa memberi gambaran tentang kualitas digital marketing agency yang mau Anda ajak bekerja sama.

Tetapi walau Anda tahu agensinya sudah berdiri lama, tetap ajukan dulu beberapa pertanyaan untuk mendapatkan lebih banyak informasi, seperti:

  • Sudah berapa lama perusahaan agensi berdiri?
  • Apakah pernah menangani bisnis di industri serupa?
  • Bisa melihat studi kasus atau campaign sukses yang pernah dikerjakan?

Mengapa pertanyaan ini penting? Karena semakin banyak pengalaman dan luas portofolionya, semakin besar kemungkinan agensi tersebut memahami dinamika industri dan bisa menghadirkan strategi yang lebih relevan untuk bisnis Anda.

Anda bisa menilai kualitas agensi dari cara mereka menjawab pertanyaan Anda. Lalu, pilihlah agensi yang terbuka dan bisa menunjukkan portofolio, lengkap dengan data performa yang bisa dibuktikan, bukan sekadar janji manis.

2. Strategi dan Pendekatan Kerja Apa yang Digunakan?

Setiap agency punya style dan pendekatan kerja yang berbeda dalam menangani klien. Ada yang fokus pada performance marketing, sementara yang lain lebih condong ke brand awareness.

Untuk tahu mereka lebih condong ke mana, coba ajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Ke mana fokus utama mereka dalam menentukan strategi, apakah pada performance marketing atau brand awareness?
  • Apakah mereka menekankan data driven marketing atau pendekatan kreatif?
  • Apakah strategi mereka menyesuaikan tujuan bisnis Anda atau hanya menggunakan template general?
  • Bagaimana mereka merancang strategi multichannel, misalnya SEO, media sosial, PPC, email marketing, dll?

Jawaban yang akan Anda dapatkan dari semua pertanyaan di atas bisa menunjukkan bisa tidaknya digital marketing agency yang Anda pilih merancang strategi yang personal dan berbasis data.

Alasannya tentu saja strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis Anda, ditambah berbasis data akan jauh lebih efektif daripada metode “one size fits all” yang tidak mempertimbangkan karakteristik bisnis Anda.

3. Berapa Biaya dan Bagaimana Struktur Pembayarannya?

Transparansi biaya sangat krusial agar Anda tidak mengalami biaya tersembunyi di kemudian hari. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan semua detail terkait biaya, jenis layanan, dan struktur pembayaran di awal.

Jika pun nanti deal dengan penawaran dari agensi, semua hal terkait biaya ini juga harus tercantum dalam kontrak kerja.

Berdasarkan pengalaman Redcomm sebagai digital marketing agency Indonesia yang berkantor di Jakarta, rata-rata biaya jasa digital marketing agency untuk bisnis skala kecil dan menengah berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp150 juta per bulan, tergantung pada cakupan layanan dan industri yang dilayani.

Nah, untuk memastikan berapa biaya yang harus Anda siapkan dan struktur pembayarannya, ajukan pertanyaan, seperti:

  • Apakah harga yang ditawarkan sudah all in atau ada hidden fee?
  • Bagaimana skema pembayaran? Bulanan, project based, atau berdasarkan performance based?
  • Apakah biaya bisa disesuaikan dengan skala bisnis Anda?

4. Siapa Saja Tim yang Akan Menangani Proyek?

Pada poin ini, sebenarnya semacam warning buat Anda. Nama besar agensi, atau betapa seringnya agensi berada di posisi terbaik halaman pencarian Google, misalnya, tidak menjamin bisa memberikan hasil kampanye sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Tetap saja sangat bergantung pada orang-orang yang akan menangani proyek Anda secara langsung, mulai dari siapa account manager yang bertanggung jawab, spesialisasi anggota tim, dan sebagainya.

Jadi, tidak ada salahnya Anda memastikan terlebih dahulu dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Berapa jumlah anggota tim?
  • Apa saja spesialisasinya? Apakah ada praktisi SEO, social media, creative, ads specialist, content marketing specialist, dan sebagainya?
  • Apakah ada tim dedicated khusus untuk proyek Anda?

Pertanyaan semacam ini menjadi penting sebab tim yang berpengalaman dan solid akan menentukan kelancaran komunikasi, eksekusi strategi, dan hasil akhir kampanye Anda.

5. Bagaimana Cara Mereka Mengukur Kesuksesan Kampanye?

Sebelum bekerja sama, pastikan Anda dan tim agensi digital memiliki pemahaman yang sama tentang KPI yang menjadi indikator keberhasilan.

Tanpa KPI yang jelas, sulit mengukur apakah investasi Anda benar-benar memberikan hasil yang diinginkan. Jadi pastikan semua indikator KPI sudah ada pembahasan di awal ya.

6. Tools dan Teknologi Apa yang Digunakan?

Pemakaian tools yang advanced dan up to date menunjukkan tim profesional dari digital agensi memiliki sistem kerja yang rapi dan berbasis data.

Maka tak ada salahnya Anda memastikan dulu keahlian mereka dalam penggunaan berbagai tools dan teknologi melalui pertanyaan, seperti:

  • Apakah mereka menggunakan tools seperti Google Analytics, Ahrefs, atau SEMrush?
  • Adakah dashboard custom yang bisa Anda akses?
  • Bagaimana proses tracking data dan reporting yang digunakan?

7. Bagaimana Proses Brainstorming dan Approval Konten?

Agar campaign sesuai dengan visi dan branding bisnis Anda, proses approval konten harus jelas sejak awal.

  • Apakah Anda dilibatkan dalam proses brainstorming?
  • Seberapa besar fleksibilitas Anda dalam mengubah konsep campaign?
  • Bagaimana mekanisme revisi dan feedback?

8. Cara Menangani Krisis atau Campaign Underperform

Tidak semua campaign langsung sukses di eksekusi pertama. Pastikan Anda tahu bagaimana cara mereka menangani kegagalan atau krisis.

  • Bagaimana cara menganalisis campaign yang gagal?
  • Apa strategi mitigasi jika performa tidak sesuai target?
  • Seberapa cepat mereka merespons krisis di media sosial atau kampanye berisiko tinggi?

Ingat, pemasaran digital itu penuh ketidakpastian, dan digital marketing agency yang memiliki strategi mitigasi yang baik tentunya lebih bisa diandalkan.

9. Apakah Mereka Pernah Menang Penghargaan atau Mendapat Pengakuan Industri?

Penghargaan bukan segalanya, tetapi bisa menjadi indikasi bahwa digital marketing agency tersebut memiliki reputasi baik dan diakui di industrinya.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda juga mencari tahu ada tidaknya prestasi atau award yang relevan. Contoh pertanyaannya:

  • Apakah pernah memenangkan penghargaan di industri digital marketing?
  • Pernah tidak agensi Anda masuk daftar agency terbaik versi media atau asosiasi?
  • Apa pencapaian terbaik yang pernah mereka raih dalam campaign klien?

10. Bagaimana Proses Evaluasi dan Review Kinerja?

Marketing digital adalah proses berkelanjutan, bukan sekadar eksekusi satu kali. Review dan evaluasi yang rutin akan memastikan strategi selalu optimal.

Maka cari tahu ada tidaknya sesi evaluasi rutin. Apakah dilakukan bulanan atau empat bulan sekali, misalnya?

Selain itu, boleh lho Anda meminta mereka menjelaskan cara agensi menilai keberhasilan campaign dan ada tidaknya continuous improvement berdasarkan hasil evaluasi.

11. Apakah Agensi Beradaptasi dengan Tren Terbaru?

Strategi digital yang efektif tahun lalu bisa jadi sudah usang hari ini. Agensi yang adaptif akan membantu bisnis Anda tetap relevan dan kompetitif.

Untuk itu, pengetahuan dan insight tim agensi harus selalu up to date, dan mereka harus benar-benar paham dengan tren digital marketing terbaru.

Beberapa contoh pertanyaan untuk mencari tahu adaptif tidaknya agensi dengan tren digital, misalnya:

  • Bagaimana cara Anda mengikuti tren terbaru?
  • Apakah tim Anda terus upskilling dan mengikuti sertifikasi baru?
  • Apakah mereka proaktif dalam memberikan rekomendasi strategi baru?


Memilih digital marketing agency bukan soal siapa yang paling murah atau paling terkenal. Anda perlu mencari berbagai informasi secara detail agar tidak salah pilih.

Nah, ajukan 11 pertanyaan di atas dan pilihlah agensi yang benar-benar bisa memahami kebutuhan bisnis Anda, transparan dalam bekerja, dan mampu menghadirkan solusi digital yang efektif. Yuk, langsung Kontak Redcomm.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER

RELATED TOPIC