MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Hindari 5 Kesalahan dalam membuat Customer Loyalty Program

30 Jan  · 
2 min read
 · 
eye 4.635  
CRM & Loyalty Programs

redcomm

Dalam dunia bisnis, termasuk digital business, perusahaan membutuhkan loyalitas pelanggan untuk bisa bertumbuh, mendapatkan keuntungan, dan mencapai tujuan. 

Memang ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat pelanggan menjadi loyal dan setia, seperti membuat berbagai program customer loyalty. 

Di saat yang sama, hindari juga beberapa kesalahan dalam dalam membuat customer loyalty berikut ini.

Kesalahan dalam Membuat Customer Loyalty Program

Untuk bisa merancang dan menjalankan program customer loyalty, Anda perlu melakukan analisis pasar dan target market yang mendalam. Hasil analisis itulah nanti yang akan membantu Anda mengenali siapa sesungguhnya calon konsumen potensial yang perlu dijangkau.

Saat menjalankan program loyalitas, bisa saja terjadi kesalahan yang malah membuat calon pelanggan potensial malah berpindah ke kompetitor. Ini tentu sangat disayangkan. 

Oleh karena itu, cari tahu kesalahan umum yang sering terjadi dalam membuat customer loyalty program dan perlu Anda hindari.

1. Tidak Memaksimalkan Data Pelanggan 

Data pelanggan menjadi faktor penting dan sangat berharga bagi perusahaan. Karena adanya data tersebut akan membantu perusahaan untuk membuat strategi promosi dan pemasaran, sekaligus menyesuaikan produk, jasa, maupun layanan bisnis yang tepat bagi pelanggan.

Di saat yang sama, Anda bisa menggunakan informasi, seperti tanggal lahir pelanggan, untuk mengirimi hadiah atau sekadar ucapan ulang tahun melalui email sebagai tanda Anda perhatian kepada mereka. Ini menjadi cara terbaik untuk membangun hubungan secara lebih personal.

Jika Anda tidak dapat mengoptimalkan data pelanggan yang sudah berhasil dikumpulkan untuk membangun loyalitas pelanggan, secara tidak langsung Anda telah membuang kesempatan yang sangat berharga, yaitu mendapatkan pelanggan potensial yang mungkin saja mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi bisnis.

2. Tidak Melibatkan Pelanggan 

Meningkatkan customer loyalty bisa Anda lakukan dengan cara melibatkan pelanggan. Contohnya, saat mau membuat atau meluncurkan produk baru. 

Sudah seharusnya pembuatan produk tidak hanya berdasarkan yang perusahaan inginkan, tetapi harus pula menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. 

Artinya, Anda perlu memastikan terlebih dahulu. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap produk baru? Apakah responnya negatif atau positif? Inilah yang dimaksud dengan pentingnya melibatkan pelanggan dan mendengarkan masukan mereka mengenai suatu produk yang mau Anda luncurkan. 

Bagaimana cara mendapatkan respons dari konsumen terkait produk baru? Coba bagi sample atau tester gratis kepada beberapa konsumen dan minta masukan dari mereka. Bisa pula, Anda hanya memproduksi contoh produk terlebih dahulu untuk testing pasar. Kalau mendapat respons bagus, baru Anda produksi lebih banyak.

Melibatkan konsumen dalam setiap langkah inovasi yang perusahaan lakukan tidak hanya menguntungkan perusahaan lho, tetapi juga akan menguntungkan konsumen. Mereka bisa mendapatkan produk berkualitas bagus yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka.

3. Melakukan Spamming 

Melibatkan pelanggan memang penting. Namun kalau terlalu sering mengirimkan pesan untuk mendapatkan masukan, beriklan, dan lainnya, tentu akhirnya malah membuat mereka terganggu. 

Ini bisa jadi boomerang lho, bahkan bisa membuat pelanggan berpindah ke produk kompetitor, akibat tindakan spamming yang tidak Anda sadari. Jadi, hindari mengirimkan pesan kepada pelanggan secara bertubi-tubi ya.

Lebih baik, ada jadwal pengiriman pesan yang wajar dan teratur, hindari mengirimkan pesan yang sama, dan usahakan untuk tidak selalu promosi saja. Sesekali berilah perhatian, seperti ucapan selamat ulang tahun, ucapan hari raya, voucher diskon, undangan event, dan sebagainya.

4. Gagal Memberikan Feedback 

Jika sudah melakukan survei pelanggan, maka tugas selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memberikan feedback

Jika Anda sebagai pemilik bisnis tidak menanggapi masukan dari pelanggan dan gagal memenuhi ekspektasi mereka, hal ini bisa berakibat pada menurunnya loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.

5. Service yang Tidak Bagus 

Service atau layanan pelanggan adalah hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, terutama jika Anda ingin meningkatkan customer loyalty. Jika tidak, pelanggan akan mencari perusahaan yang dapat memberikan service lebih baik dari yang perusahaan Anda tawarkan.

Supaya bisa meningkatkan kenyamanan dan kesetiaan pelanggan. Kemudian membuat mereka lebih mempercayai produk dan layanan bisnis yang tersedia, Anda bisa menyediakan sarana untuk lebih dekat dengan pelanggan, seperti:

  • Menyediakan layanan customer service 24 jam yang melayani 7 hari dalam seminggu nonstop, baik secara langsung maupun menggunakan chatbot.
  • Meluncurkan digital marketing websites supaya konsumen bisa lebih mudah mencari informasi produk secara detail dan up to date.
  • Mengoptimalkan berbagai platform media sosial dan chat untuk berinteraksi dengan pelanggan. Misalnya Instagram, Facebook, TikTok, Twitter (X), WhatsApp, Telegram, email, dan lainnya.

Itulah beberapa kesalahan yang harus diperhatikan dan wajib Anda hindari jika ingin meningkatkan customer loyalty.

Masih membutuhkan saran lain terkait Customer Relationship Management (CRM) dan merancang customer loyalty program yang efektif? Jika iya, Anda bisa menghubungi tim digital marketing agency Jakarta yang sudah berpengalaman dalam hal ini.  Yuk, langsung klik kontak Redcomm.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER