Digital campaign adalah kampanye digital terkait upaya pemasaran suatu produk, jasa, maupun merek, yang menggunakan perangkat digital. Kegiatan digital campaign biasanya melibatkan banyak pihak, mulai dari tim digital internal (jika perusahaan memiliki tim sendiri), digital agency, bahkan influencer. Berikut ini 5 hal dasar yang perlu diperhatikan saat memilih influencer untuk digital campaign.

 

5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Influencer untuk Digital Campaign

Bagi Anda yang baru pertama kali melaksanakan digital campaign dan bekerja sama dengan influencer, ada 5 hal dasar yang perlu diperhatikan agar pemilihan influencer tepat sasaran. Dengan memilih influencer yang tepat, sesuai dengan jenis bisnis serta target market, maka akan mendukung kesuksesan digital campaign itu sendiri. 

 

 

  1. Pilih Influencer yang Sesuai Target Market Bisnis Anda

Sebagian besar pebisnis memilih influencer hanya melihat dari jumlah followers yang dimiliki saja, dan lupa mempertimbangkan impact serta kesesuaian market influencer dengan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Ini adalah kesalahan besar, karena digital campaign yang Anda selenggarakan menjadi sia-sia dan tak tepat sasaran. Lalu, bagaimana cara memutuskan seorang influencer bisa memberikan pengaruh dalam bisnis yang dijalankan? Sebaiknya lakukan riset yang mendalam mengenai latar belakang influencer, track record, dan jejak digital influencer, konten yang sering dibuat, dan sebagainya. 

 

Hasil riset nanti harus merupakan perpaduan analisis antara relevansi, reach (jangkauan), dan resonance (resonansi), karena ketiganya saling terkait satu sama lain. Dengan melakukan riset terlebih dahulu sebelum memilih influencer, harapannya tentu saja strategi pemasaran sosial media dalam bentuk digital campaign nanti akan mencapai target market yang diharapkan. 

 

  1. Kesepakatan Harga

Setelah memilih mana saja influencer yang akan diajak bekerja sama, langkah selanjutnya adalah membuat negosiasi harga yang cocok untuk penggunaan jasa mereka. Harga setiap influencer biasanya berbeda, tergantung kualitas influencer itu sendiri dan apa yang bisa mereka berikan untuk Anda. Di sisi lain, Anda juga perlu melakukan perhitungan yang matang terkait budgeting agar biaya digital campaign tak sampai membuat jebol, apalagi jika nanti hasilnya tak sesuai harapan. Untuk meminimalkan biaya promosi online ini dengan gaining result yang lebih besar, Anda bisa bekerja sama dengan salah satu agency digital di Indonesia yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan digital campaign dan berpengalaman dalam mengelola Influencer Management maupun KOL Management

 

Diskusikan semua harapan yang ingin Anda capai dan biarkan tim dari Digital Agency melakukan tugasnya untuk merancang digital marketing strategy terbaik bagi perusahaan Anda.

 

 

  1. Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama

Persyaratan dan ketentuan dalam kerja sama dengan influencer harus ditetapkan dan diinformasikan sejelas-jelasnya di awal. Kemudian buat persyaratan dan ketentuan ini dalam bentuk kerja sama tertulis untuk mencegah hal-hal yang terduga di kemudian hari. Di dalamnya, juga harus jelas menyebutkan mengenai hak, kewajiban, dan sanksi jika ada yang tak mengikuti ketentuan dalam perjanjian. 

 

Kenapa perjanjian wajib dibuat? Ini merupakan salah satu strategi untuk meminimalisir risiko yang bisa mempengaruhi kredibilitas brand Anda, seperti influencer tiba-tiba menghilang dan tak melaksanakan kewajibannya dengan baik, atau influencer melakukan tindak pidana yang membuat image brand ikut terkena imbasnya. Jangan sampai keteledoran yang dilakukan orang lain berimbas pada usaha yang sudah Anda bangun dengan susah payah.

 

  1. Kontrak Jangka Pendek atau Dalam Jangka Panjang

Di dalam surat perjanjian perlu pula menentukan berapa lama perjanjian berlaku, apakah dalam kontrak jangka pendek atau jangka panjang? Harus tertulis jelas berapa lama waktu berlakunya kerjasama, termasuk waktu tayang konten yang berkaitan dengan brand maupun produk di akun sosial media influencer.

 

Langkah ini membuat seorang influencer tidak hanya sekadar mempromosikan brand maupun produknya, tetapi juga menjadikannya bagian dari proses bisnis yang Anda miliki. Jangan lupa untuk mencantumkan ketentuan boleh tidaknya influencer bekerja sama dengan kompetitor (atau menayangkan produk maupun brand kompetitor) dalam jangka waktu masih terikat kerja sama dengan Anda. Tujuannya, agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipromosikan. Jangan sampai hari ini bilang produk Anda yang terbaik, lalu besoknya bilang produk kompetitor yang bagus.

 

 

  1. Panduan Terkait Konten

Menggunakan jasa influencer tentunya memerlukan bahan atau konten yang akan dipromosikan. Sebisa mungkin penjelasan produknya disiapkan dengan detail dan menarik. Pihak brand juga bisa meminta influencer memasukkan pengalaman pribadi dalam menggunakan produk atau brand Anda sesuai dengan gaya penceritaan influencer sendiri. Berikan kebebasan untuk menciptakan karya terbaik, tetapi tetap ada batasnya.

 

Ini untuk mencegah influencer menciptakan konten secara sembarangan dalam mempromosikan brand. Tetap perlu pengawasan sehingga proses dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian, misalnya, bisa terkendali dengan baik. 

 

5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Influencer untuk Digital Campaign ini hanya permulaan saja. Nanti di artikel lain, akan ada pembahasan lebih detail mengenai teknis terkait penyelenggaraan digital campaign yang sukses. Pantau terus Redcomm Knowledge.