MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Apa Itu Influencer dan Perbedaan Key Opinion Leader (KOL) dan Influencer

09 May  · 
2 min read
 · 
eye 202.321  
Influencer / KOL Marketing

redcomm

Pada dasarnya, influencer maupun Key Opinion Leader (KOL) sama-sama individu yang pendapatnya memberi pengaruh besar atas suatu produk, jasa, layanan, maupun brand.

Rekomendasi yang mereka berikan juga berdampak pada meningkatnya keinginan konsumen untuk memiliki produk yang sama. 

Hanya saja, tetap ada perbedaan KOL dan influencer. Cari tahu perbedaan keduanya dari penjelasan lengkap di artikel ini.

Apa Itu Influencer?

Siapa sebenarnya influencer? Influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. 

Influencer juga bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan, wawasan, atau pengaruh tersendiri terhadap suatu bidang atau industri tertentu. 

Mereka menjadi trend-setter dan memiliki “suara” yang powerful untuk mempengaruhi audiens atau pengikut mereka. 

Kredibilitas influencer berasal dari konten-konten personal yang mereka ciptakan di sosial media, seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, TikTok, LinkedIn, bahkan di Podcast.

Semua platform tersebut juga menjadi media komunikasi yang mereka gunakan untuk mempengaruhi dan berinteraksi dengan para pengikut mereka.

Perbedaan Influencer dengan Key Opinion Leader (KOL)


1. Media yang Digunakan

Key Opinion Leader (KOL) adalah seseorang yang ahli dalam industri atau bidang tertentu, baik karena profesi atau pekerjaan mereka maupun karena pengalaman yang mereka miliki.

KOL lebih banyak berinteraksi dengan para pengikutnya di dunia nyata sehingga bisa dikatakan komunikasi yang terjalin pun terjadi secara langsung.  Itulah sebabnya, pendapat dan rekomendasi yang mereka akan diikuti oleh para pengikut.

Meski banyak berinteraksi di dunia nyata, tak menutup kemungkinan para KOL ini juga memiliki media sosial, punya followers dalam jumlah yang banyak, bahkan sudah memiliki personal branding yang kuat.

Sementara influencer menghabiskan lebih banyak waktunya di dunia online, terutama di berbagai sosial media. 

Mereka menggunakan platform sosial media untuk berkomunikasi dengan para pengikut, bahkan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi followers dengan berbagai konten digital yang mereka ciptakan. 

2. Kredibilitas

Karena keahlian, kemampuan, pengetahuan, dan profesinya, maka kredibilitas KOL berasal dari kehidupannya secara nyata di suatu bidang atau industri sudah tentu tak diragukan lagi.

Apalagi kalau didukung dengan kualifikasi profesionalnya serta waktu yang mereka habiskan untuk terlibat di bidang tersebut. 

Sementara kredibilitas dan kepercayaan yang didapatkan influencer dari para pengikutnya berasal dari identifikasi personal yang ditampilkan di akun-akun sosial media yang mereka miliki serta dari preferensi pribadi.

3. Area Pengaruh dan Letak Geografis

Seorang KOL tidak selalu secara aktif berperan sebagai influencer di media sosial. Ketenaran dan kredibilitas profesionalisme mereka hanya dalam wilayah terbatas, misalnya hanya di suatu daerah, kota, atau negara. 

Tetapi jika KOL yang awalnya hanya memiliki ketenaran di wilayah terbatas, bisa jadi akan terkenal ke seluruh wilayah Indonesia ketika mendapat kesempatan berkolaborasi dengan media televisi, media cetak, bahkan aktif di sosial media. Tak menutup kemungkinan KOL juga berprofesi sebagai influencer.

Sementara influencer sangat aktif mengelola konten-konten di sosial media, sehingga mereka memiliki kemungkinan untuk punya banyak penggemar dari berbagai wilayah, atau malah memiliki penggemar dari seluruh dunia.

4. Perbedaan dalam Cara Menghabiskan Waktu Sehari-hari

Seorang KOL memiliki pekerjaan penuh waktu yang juga sebagai profesi mereka di dunia nyata. 

Artinya, bisa jadi mereka adalah seorang chef terkenal di sebuah hotel bintang 5, atau seorang dokter ahli bedah, psikolog, lawyer, dan sebagainya. 

Karena profesinya ini pula, maka sudah pasti pengetahuan dan pendapat mereka tak lagi diragukan oleh audiens yang mengenal mereka.

Sebaliknya, kebanyakan influencer menghabiskan waktu lebih banyak di dunia online. Aktivitas mereka lebih banyak terkait dengan digital marketing. 

Influencer membutuhkan upaya keras untuk membuat konten di sosial media, blog, atau YouTube, demi meningkatkan jumlah pengikut. Bahkan perlu kerja keras pula agar para pengikut mau mengikuti apa yang mereka tampilkan. 

Bisa dikatakan, influencer memiliki spesialisasi dalam hal menyebarkan suatu pesan dengan topik yang mereka kuasai untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara online.

5. Kemampuan Berkomunikasi

Influencer merupakan ahli komunikasi sejati. Ini memang spesialisasi mereka sesuai dengan pengetahuan dan wawasan mereka terhadap suatu topik. 

Mereka terampil mengkomunikasikan pesan-pesan khusus dengan cara yang sangat menarik sehingga bisa mempengaruhi pengikut mereka untuk melakukan apa yang mereka sarankan.

Sebenarnya, banyak juga Key Opinion Leader (KOL) yang juga memiliki keterampilan berkomunikasi di depan khalayak, khususnya bagi mereka yang sering tampil di televisi, radio, seminar-seminar, dan sebagainya. 

Masalahnya, untuk mengemas keterampilan komunikasi menjadi menarik seperti yang dilakukan oleh influencer, tidak semua KOL bisa melakukannya. 

Meski begitu, tak masalah KOL seorang komunikator atau bukan karena apa pun pendapat mereka asalkan sesuatu dengan bidang dan profesi, maka akan banyak audiens yang mempercayainya.

Setelah mengenal influencer dan perbedaan KOL dan influencer, tinggal Anda yang menentukan, mau bekerja dengan yang mana. Jika pilihan Anda ingin bekerja sama dengan KOL, cari tahu cara Memanfaatkan Kehadiran KOL untuk Membangun Brand Awareness.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER