knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE
TikTok Travel Ads...

TikTok Travel Ads: Strategi Pemasaran Berbasis AI untuk Sektor Perjalanan

21 Feb  · 
5 min read
 · 
eye 391  
Social Media

Strategi Pemasaran Berbasis Ai

Industri perjalanan selalu didorong oleh visual dan emosi. Maka mau tidak mau brand perjalanan kini harus mampu menghubungkan momen “ingin pergi” dengan momen “langsung pesan” dalam satu alur pengalaman yang mulus.

Di sinilah TikTok Travel Ads menjadi relevan. TikTok bukan lagi sekadar platform hiburan, tetapi telah berkembang menjadi mesin discovery global yang memengaruhi keputusan perjalanan jutaan pengguna.

TikTok sebagai Mesin Discovery, Bukan Sekadar Platform Hiburan

Sebelum membahas fitur iklan, penting memahami pergeseran perilaku pengguna dalam proses merencanakan perjalanan.

TikTok berada di antara Inspirasi dan Penemuan (Discovery), dua tahap awal yang seringkali sulit dijangkau iklan biasa.

1. Konten yang Memicu Keinginan dan Otentisitas

Video perjalanan di TikTok cenderung mentah, jujur, dan personal, berbeda dengan materi promosi tradisional.

Sifat ini menciptakan koneksi emosional yang kuat dan memicu keinginan untuk berlibur. Video singkat yang menampilkan lokasi unik, tempat tersembunyi (hidden gems), atau tips perjalanan, secara langsung merangsang niat untuk bepergian.

Menurut data internal TikTok, 84% pengguna menonton konten perjalanan setidaknya sekali dalam sebulan. Ini menunjukkan bahwa audiens TikTok bukan hanya pasif, tetapi aktif mengonsumsi konten inspiratif seputar travel.

2. Perubahan dari Mencari menjadi Menemukan

Sekarang mari lihat model tradisional perjalanan yang dimulai dari Search. Pengguna biasanya akan mengetik kata kunci spesifik, seperti “hotel Bali” atau “promo tiket Jepang”.

Nah, saat ini TikTok mengubahnya menjadi Discovery (Penemuan), di mana pengguna bisa langsung menemukan destinasi, akomodasi, bahkan penerbangan yang bahkan belum mereka rencanakan.

Jika inspirasi terjadi sebelum pencarian, maka brand harus hadir lebih awal dalam journey konsumen.

Di sini terlihat kalau TikTok Travel Ads sangat efektif karena iklan ini menyajikan peluang konversi kepada audiens yang tepat, yang sedang melakukan pencarian spontan.

Travel Ads TikTok: Solusi Smart+ dan Katalog Dinamis

TikTok Travel Ads adalah solusi iklan yang berfokus pada hasil (performance-based solution), dirancang khusus untuk industri perjalanan dan berbasis katalog.

Fokusnya sederhana, iklan akan menghubungkan inspirasi visual dengan peluang transaksi secara instan.

A. Pengertian dan Cara Kerja Smart+

TikTok mendefinisikan Travel Ads sebagai solusi berbasis katalog yang didukung oleh Smart+. 

Smart+ adalah sistem AI TikTok yang bertujuan menyederhanakan dan mengoptimalkan kampanye, terutama untuk iklan berbasis kinerja, secara real time. Dalam Travel Ads, Smart+ memiliki tiga fungsi utama:

1. Otomatisasi Katalog (Core Engine)

Brand perjalanan mengunggah data terstruktur atau katalog yang di dalamnya berisi promosi, seperti ketersediaan kamar real time, harga tiket, rute penerbangan, bahkan bisa juga berupa detail destinasi.

AI kemudian mengambil data ini untuk menciptakan iklan yang relevan sesuai konteks pengguna.

Dalam ekosistem AI marketing modern, kualitas data menjadi fondasi utama. Ketepatan harga, sinkronisasi stok, dan pembaruan real-time menentukan efektivitas sistem.

2. Dynamic Creative Optimization (DCO)

Anda sebagai pihak brand hanya perlu mengunggah elemen promosi dasar, seperti klip video, overlay harga, call to action, musik, teks, dan sebagainya.

Setelahnya fitur Tiktok AI Smart+ akan secara dinamis menggabungkan semua elemen kreatif tersebut untuk menghasilkan ribuan variasi iklan unik yang disesuaikan dengan target audiens.

Jika Anda mengimplementasikan strategi ini, tentunya akan menjadi pembeda dalam implementasi digital campaign berbasis AI. Terutama kalau Anda bekerja sama dengan AI digital agency seperti Redcomm Indonesia.

Redcomm adalah digital agency yang mengedepankan AI di dalam proses, proposal marketing dan services yang mereka tawarkan kepada brand.

Integrasi AI dalam pengembangan aset kreatif dan strategi performance memastikan bahwa otomasi tidak menghasilkan konten generik, tetapi tetap menjaga diferensiasi brand.

3. Penargetan Real-Time Berbasis Perilaku

AI menargetkan tidak hanya berdasarkan data demografi, tetapi juga memproses sinyal minat pengguna, di antaranya:

  • Watch time (durasi tontonan).
  • Interaksi (like, share, komentar).
  • Audio & teks dalam konten.
  • Pencarian in-app.
  • Sinyal konversi tersirat.

Semua data tersebut nantinya akan memungkinkan AI memprediksi kemungkinan audiens melakukan pembelian. 

Contohnya: Pengguna yang sering menonton video villa private pool di lokasi sunyi akan diprioritaskan menerima iklan resort serupa, bahkan sebelum ia melakukan pencarian eksplisit.

Inilah kekuatan predictive behavior modeling dalam AI marketing.

B. Keuntungan Strategis Solusi Berbasis Katalog

Menggunakan katalog data adalah standar dalam e-commerce, dan penerapannya di sektor perjalanan memerlukan personalisasi yang lebih mendalam.

TikTok menyatakan bahwa solusi katalog ini akan memudahkan Anda dalam mempromosikan hotel, penerbangan, dan destinasi melalui format iklan dinamis yang menarik secara visual untuk meningkatkan keterlibatan dan mendorong konversi tambahan.

Namun dari perspektif strategi AI marketing, katalog bukan sekadar data produk, melainkan input utama bagi algoritma pembelajaran mesin.

Semakin bersih dan terstruktur datanya, semakin akurat AI bekerja.

Cara Kerja AI dalam Penargetan TikTok

Inti dari Travel Ads adalah model penargetan berbasis AI yang canggih. Memahami cara kerja AI ini sangat penting untuk menyusun strategi kreatif yang tepat.

1. Analisis Sinyal Minat Pengguna (Lebih dari Demografi)

AI TikTok menganalisis sinyal perilaku jangka pendek dan jangka panjang di dalam aplikasi, berbeda dengan platform lama yang mengandalkan data demografi dan riwayat pembelian.

Sinyal perilaku yang AI TikTok manfaatkan, antara lain:

  • Sinyal Durasi Tontonan (Watch Time), yaitu lama dan jenis video perjalanan yang audiens tonton. Misalnya, minat pada resort mewah versus backpacker.
  • Sinyal Interaksi, berkaitan dengan tindakan, seperti komentar, like, share, dan follow pada akun atau tagar perjalanan. Misalnya, #solotraveler.
  • Sinyal Kreatif (Audio & Teks), berguna untuk analisis transkripsi dan audio dari konten yang dikonsumsi.
  • Sinyal Pencarian In-App menyangkut riwayat pencarian tagar atau suara dalam aplikasi.
  • Sinyal Konversi Tersirat (Implicit Conversion), berhubungan dengan perilaku, seperti mengeklik tautan promosi atau menambahkan item ke keranjang belanja.

Dengan memproses sinyal-sinyal ini, model AI dapat memprediksi dengan akurasi tinggi, misalnya: "Pengguna ini berpotensi 80% memesan hotel dengan kolam renang pribadi di daerah tenang." Hasilnya, iklan terasa lebih seperti rekomendasi pribadi.

2. Strategi Pengujian Otomatis Berbasis Variasi

Travel Ads memungkinkan brand mengunggah variasi dari setiap elemen iklan, misalnya: beberapa teks, beberapa thumbnail, beberapa call-to-action, dan lain-lain.

Prosedur pengujian AI, meliputi:

  • Injeksi Data, memungkinkan Anda mengunggah berbagai aset kreatif.
  • Uji Coba Cepat, yaitu proses di mana AI secara instan membuat dan menguji ribuan kombinasi iklan unik pada berbagai segmen audiens.
  • Pembelajaran Otomatis, memungkinkan AI dengan cepat mengidentifikasi kombinasi iklan mana yang menghasilkan CTR dan konversi tertinggi untuk setiap segmen audiens.
  • Penskalaan Otomatis, menyangkung penentuan anggaran yang akan dialihkan secara real-time ke kombinasi iklan yang paling efisien, sehingga mengoptimalkan Return on Ad Spend (ROAS) tanpa perlu campur tangan manual terus-menerus.

Mengimplementasi strategi seperti di atas akan meringankan beban A/B testing manual dari tim pemasaran, memungkinkan mereka fokus pada kualitas video.

Format Iklan dan Kartu Notifikasi Interaktif

Travel Ads hadir dalam tiga format utama, tetapi fitur Pop-Up adalah inovasi kunci yang menghubungkan inspirasi dengan transaksi.

Travel Ads menawarkan format yang fleksibel untuk berbagai aset pemasar.

1. Single Video (Video Tunggal)

Fokus format ini untuk menceritakan satu narasi merek atau kisah. Misalnya, brand story maskapai.

Anda dapat menampilkan satu penawaran unggulan dari katalog. Misalnya, “Harga Khusus Penerbangan ke Destinasi X”.

2. Catalog Video (Video Katalog)

Penggunaan format Catalog Video memungkinkan Anda melakukan otomatisasi penuh. Video ini mengambil data produk dan mengemasnya dalam template video yang sudah disiapkan.

Sangat ideal untuk retargeting, karena dapat menampilkan beberapa kamar hotel yang pernah dilihat pengguna, atau mempromosikan penawaran penerbangan termurah ke berbagai tujuan.

3. Carousel

Format iklan carousel berfokus pada interaksi dan penawaran multi-item, yang memungkinkan pengguna menggeser (swipe) untuk melihat beberapa opsi.

Anda bisa menggunakan jenis iklan ini karena sangat sempurna untuk menampilkan paket perjalanan komprehensif yang meliputi penerbangan + akomodasi + aktivitas.

Inovasi Kunci: Kartu Pop-Up 2 Detik (Pemicu Konversi)

Fitur paling strategis dari Travel Ads adalah kartu notifikasi interaktif yang muncul dua detik setelah video dimulai.

Mengapa dua detik penting?

Dalam ekosistem TikTok yang sangat cepat, pengguna memutuskan untuk swipe dalam hitungan detik. Dua detik dianggap titik optimal yang cukup untuk menciptakan daya tarik visual dan cukup cepat untuk memicu tindakan.

Kinerja kartu pop-up akan jadi maksimal kalau Anda juga paham mengenai mekanisme dan dampaknya, seperti:

1. Pengaturan Waktu Optimal

Durasi dua detik dianggap waktu yang paling pas. Waktu ini cukup bagi pengguna untuk terkesan dengan visual awal, tetapi juga cepat agar mereka tidak keburu swipe atau meninggalkan iklan.

2. Jembatan Transaksional

Kartu pop-up menyediakan antarmuka yang jelas untuk Call-to-Action (CTA) seperti “Lihat Penawaran” atau “Pesan Sekarang.”

3. Pengalaman In-App yang Mulus

Pengguna dapat langsung mengetuk, melihat detail penawaran real-time, dan berpotensi menyelesaikan pemesanan tanpa perlu keluar dari aplikasi.

Fitur ini mengatasi masalah besar dalam iklan video: hilangnya potensi konversi karena penonton harus mencari penawaran secara manual setelah video selesai. TikTok mengubah pengalaman menonton dari pasif menjadi aktif dalam waktu yang sangat singkat.

Peluncuran TikTok Travel Ads, yang didukung oleh AI Smart+ dan Katalog Dinamis, menandai era baru dalam pemasaran perjalanan. Ini adalah pengakuan bahwa inspirasi (discovery) dan pencapaian konversi harus terjadi secara terintegrasi.

Mengapa Travel Ads Relevan dalam Era AI Marketing 2026?

TikTok Travel Ads adalah contoh nyata bagaimana inspirasi dan transaksi tidak lagi terpisah. Beberapa tren global memperkuat relevansi pendekatan ini, di antaranya:

  • Konsumen semakin mengandalkan rekomendasi berbasis algoritma.
  • Zero click behavior meningkat di berbagai platform.
  • Personalization menjadi ekspektasi, bukan diferensiasi.
  • Performance marketing semakin berbasis otomatisasi.

Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan implementasi AI marketing tidak hanya bergantung pada platform, tetapi pada bagaimana strategi, data, dan kreativitas diintegrasikan secara konsisten.

Hal ini sudah Redcomm buktikan dalam setiap perencanaan dan implementasi strategi AI marketing dan mengantarkan Redcomm meraih penghargaan delapan tahun berturut-turut sebagai Agency of the Year sejak 2018 hingga 2025 menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan industri bukan sekadar respons jangka pendek, tetapi komitmen berkelanjutan terhadap inovasi berbasis data dan AI.

Pada akhirnya, brand yang mampu menyatukan inspirasi dan transaksi dalam satu pengalaman mulus di era AI 2026 akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Yuk, lengkapi pengetahuan Anda dengan membaca Strategi Marketing Era AI: Tips Mengoptimalkan Brand Agar Jadi Favorit di LLM.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER