knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Bukan Sekadar Endorse: Strategi Branding Nothing yang Bikin Brand Lain Harus Pikir Ulang

24 Jun, 2026  · 
2 min read
 · 
eye 14  
Digital Marketing Strategy

Strategi Branding Bukan Sekadar Endorse

Nothing menunjukkan bahwa influencer marketing tidak selalu harus berbentuk endorsement berbayar. Dengan menjadikan Charli XCX sebagai pemegang saham sekaligus brand ambassador, Nothing menciptakan hubungan yang lebih autentik, jangka panjang, dan selaras dengan identitas brand.

Strategi Branding dalam Kerjasama Nothing dan Charli XCX 

Dunia pemasaran digital punya aturan tidak tertulis: kalau mau jual produk, gandeng selebritas. Tapi Nothing, brand teknologi asal London, baru saja membuktikan bahwa aturan lama itu perlu di-upgrade besar-besaran.

Nothing resmi mengumumkan Charli xcx sebagai duta brand global pertama mereka sekaligus pemegang saham baru. Sang superstar pop bergabung dengan jajaran investor yang sudah lebih dulu masuk, seperti The Weeknd, Casey Neistat, dan Swedish House Mafia.

Mereka tidak sekadar menggandeng Charli xcx untuk foto produk dan caption Instagram. Mereka menjadikannya pemegang saham perusahaan dan ini bukan kebetulan. Ini adalah strategi brand yang sangat terhitung, dan ada banyak hal yang bisa dipelajari para marketer dari langkah ini.

Strategi ini menunjukkan pergeseran dari celebrity endorsement menuju creator ownership dan brand partnership yang lebih mendalam.

Kampanye perdana dari kolaborasi ini diberi nama NOTHING (CHARLI XCX) digarap oleh Aidan Zamiri, sineas visual langganan Charli, menampilkan sang artis mengenakan Nothing headphone (a) selama lima hari non-stop. Bukan kebetulan juga: headphone ini punya daya tahan baterai hingga 135 jam, salah satu yang terpanjang di kelasnya.

Apa Itu Ownership Marketing?

Ownership marketing adalah strategi yang melibatkan kreator, influencer, atau figur publik sebagai pemilik sebagian nilai ekonomi brand, bukan sekadar penerima bayaran untuk mempromosikan produk.

Dengan memiliki kepentingan finansial terhadap pertumbuhan brand, kolaborator cenderung lebih autentik dalam membangun cerita, berpartisipasi dalam pengembangan kampanye, dan mendukung brand dalam jangka panjang.

Ini Bukan Endorsement Biasa

Ini poin paling penting yang wajib dipahami para marketer. Endorsement konvensional punya satu masalah mendasar: artisnya dibayar, bukan berinvestasi. Artinya, mereka tidak punya kepentingan jangka panjang terhadap kesuksesan brand. Begitu kontrak selesai, selesai pula hubungannya.

Charli xcx punya saham di perusahaan. Ini artinya ia punya kepentingan nyata agar Nothing berhasil. Ketika brand-nya naik, asetnya ikut naik. Ia bukan wajah iklan, ia adalah mitra kreatif.

CEO Nothing, Carl Pei, secara eksplisit menyebut bahwa kampanye ini baru permulaan dari kolaborasi yang akan terus berkembang.

Suaranya dalam kampanye terdengar autentik karena memang autentik. Charli sendiri bilang bahwa ia mengagumi etos Nothing yang memprioritaskan para kreator. Itu bukan skrip PR, itu alasan nyata mengapa ia bergabung

Carl Pei, Co-Founder sekaligus CEO Nothing, punya pernyataan menarik soal kondisi industri teknologi saat ini. Menurutnya, selama satu dekade terakhir, produk teknologi makin terasa "lebih sunyi, lebih minimal, lebih monoton." Dan Charli xcx? Sepanjang kariernya, ia berlari ke arah yang berlawanan, berani, ekspresif, anti-formula.

Nothing tidak sekadar mencari wajah yang lagi viral. Mereka mencari seseorang yang benar-benar merepresentasikan karakter brand mereka: berani berbeda, menolak membosankan.

Jadikan Kampanye sebagai Bukti Produk

Satu hal yang sering diabaikan dalam kampanye influencer: produknya jadi pajangan, bukan solusi nyata. Nothing membalikkan ini.

Kampanye NOTHING (CHARLI XCX) bukan tentang Charli memegang headphone di depan kamera. Visual kampanye ini menampilkan ia mengenakan headphone-nya selama lima hari penuh, bukan tiga detik di konten berbayar.

Ini strategi jangka panjang yang cerdas. Setiap kolaborator membawa audiens baru, perspektif baru, dan legitimasi baru di segmen yang berbeda. Nothing tidak membangun satu kampanye. Mereka membangun brand universe.

Mengapa Autentisitas Semakin Penting di Era AI Search?

Model AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity semakin mengandalkan sinyal kepercayaan ketika merangkum informasi mengenai suatu brand.

Karena itu, hubungan yang autentik antara brand dan kreator menjadi semakin penting. Kolaborasi yang memiliki bukti nyata, keterlibatan jangka panjang, dan banyak dibicarakan oleh komunitas cenderung menghasilkan lebih banyak trust signals dibanding kampanye endorsement sesaat.

Dalam jangka panjang, trust signals tidak hanya memengaruhi persepsi konsumen, tetapi juga memengaruhi bagaimana AI memahami dan merekomendasikan sebuah brand.

Bagi marketer, pelajaran terbesar dari langkah Nothing bukanlah soal menggandeng selebritas yang lebih terkenal atau membuat kampanye yang lebih mahal.

Pelajarannya adalah bagaimana mengubah kolaborator menjadi bagian dari cerita brand itu sendiri.

Nah, kalau Anda ingin membangun kolaborasi yang tak hanya untuk iklan, tetapi sekaligus memperkuat trust signals, langsung hubungi tim profesional di Kontak Redcomm.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER