Di era kecerdasan buatan dan kemajuan teknologi, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet semakin berubah drastis.

Di era kecerdasan buatan dan kemajuan teknologi, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet semakin berubah drastis.
Kini waktu yang dihabiskan untuk media sosial sudah mencapai lebih dari tiga jam per hari, dan AI sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mulai dari hiburan hingga belanja online.
Berikut adalah beberapa data dan statistik yang perlu Anda ketahui:
Tidak hanya platform sosial yang berkembang, penggunaan AI seperti ChatGPT juga melejit di Indonesia.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, sepertiga pengguna internet sudah pakai AI tiap bulan untuk berbagai aktivitas Ini menunjukkan AI sudah jadi bagian dari kehidupan digital sehari-hari, memengaruhi cara orang mencari info dan konsumsi konten.
Kini banyak orang mengandalkan media sosial untuk menemukan produk dan merek baru.
Mesin pencari memang masih nomor satu, tapi media sosial sudah hampir menyusul. 38,3% pengguna internet masih andalkan mesin pencari untuk cari produk, namun 37,3% temukan merek lewat iklan di sosial media, dan 32,6% lewat komentar atau ulasan pengguna.
Bahkan bisa dikatakan, 3 dari 5 pengguna melakukan riset produk via media sosial sebelum membeli. Pengeluaran iklan digital naik 8%, didorong oleh lonjakan iklan di media sosial (+11,3%) dan influencer marketing (+14,4%).
Fenomena baru di Indonesia adalah bagaimana sosial media menjadi tempat tidak hanya untuk cari tahu, tapi juga langsung membeli:
Pertumbuhan digital yang pesat juga bawa risiko, seperti, lebih dari setengah pengguna internet khawatir soal konten palsu dan deepfake yang makin sulit dibedakan dari asli.
Banyaknya konten serupa akibat AI bikin audiens cepat bosan. Maka, keaslian dan kepercayaan jadi hal paling berharga di ekosistem digital sekarang.
Dalam dunia digital yang penuh dengan pilihan dan gangguan, perhatian pengguna sekarang adalah komoditas paling berharga. Setiap klik, tonton, dan komentar jadi sinyal untuk algoritma menentukan konten apa yang muncul selanjutnya.
Hal ini memaksa brand harus pintar menembus algoritma agar tetap relevan dan menarik perhatian di tengah jutaan konten.
Persaingan bukan lagi hanya antar produk, tapi juga dengan segala hiburan lain yang muncul di layar.
Maka mau tidak mau, Anda perlu benar-benar memahami cara kerja algoritma, termasuk mengimplementasikan penggunaan Artificial Intelligence (AI).
Jika belum mampu, Anda bisa bekerja sama dengan Redcomm Indonesia.
Untuk diketahui, Redcomm adalah digital agency yang mengedepankan AI di dalam proses, proposal marketing dan services yang mereka tawarkan kepada brand.
Kemenangan Redcomm sebagai Agency of the Year 8x dalam delapan tahun berturut-turut menegaskan posisi Redcomm sebagai agensi independen terkemuka di Indonesia, yang mampu bersaing dengan jaringan global melalui kecepatan eksekusi dan kedekatan dengan kebutuhan bisnis klien.
Selain itu, penghargaan di bidang inovasi digital menunjukkan bahwa Redcomm mampu membangun solusi yang dapat diadopsi dan menghasilkan dampak nyata bagi bisnis, bukan sekadar aktivasi yang terlihat canggih.
Indonesia dengan populasi muda, konektivitas tinggi, dan adopsi AI cepat, jadi pionir perilaku digital baru di Asia Tenggara. Media sosial menggantikan televisi sebagai pusat budaya, sementara AI membantu menentukan apa yang kita lihat dan percaya.
Digital marketing ke depan bukan soal menjangkau banyak orang, tapi soal bagaimana merek bisa masuk ke dalam ekosistem algoritma agar pesan dan budaya digitalnya nyetel dengan audiens.
Ingin tahu lebih banyak cara memanfaatkan AI? Baca yuk Manfaat AI dalam Marketing dan Cara Mengoptimalkannya untuk Bisnis.
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC

