Dalam melakukan promosi untuk perusahaan atau brand, terdapat tim marketing dan sales harus bekerja lebih erat untuk mencapai hasil yang optimal.
Dalam melakukan promosi untuk perusahaan atau brand, terdapat tim marketing dan sales harus bekerja lebih erat untuk mencapai hasil yang optimal.
Ketika marketer menyusun konsep, menyediakan tools, termasuk menyiapkan strategi digital marketing. Maka sales menjadi ujung tombak perusahaan yang mengimplementasikan strategi sehingga menghasilkan konversi.
Bisa dikatakan, keuntungan dan omzet perusahaan sangat bergantung pada kinerja tim sales. Itulah sebabnya wajar kalau banyak perusahaan sampai menyediakan anggaran khusus untuk membantu tim penjualan upskill dan reskill terkait keterampilan menjual.
Tujuannya, supaya tim sales menjadi lebih handal dalam menjalankan strategi pemasaran dan bisa menciptakan lebih banyak closing.
Jadi, apa saja skill yang wajib sales miliki di era digital seperti sekarang? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Redcomm Knowledge ini.
Skill pertama yang harus seorang sales miliki adalah small talk atau obrolan yang ringan. Pengertian small talk adalah keterampilan penting dalam mencairkan suasana dan membangun koneksi dengan calon pelanggan.
Mengapa kemampuan menciptakan obrolan ringan ini harus sales kuasai? Sebab, sebelum memulai penawaran, Anda harus bisa mencairkan suasana dan membuat pelanggan merasa nyaman terlebih dahulu saat mereka bersama Anda.
Sebagai contoh, Anda bisa memulai percakapan dengan pertanyaan ringan seperti, “Bagaimana bisnis Anda saat ini?” atau “Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat ini?”
Pertanyaan semacam itu tidak hanya mencerahkan suasana, tetapi juga menunjukkan bahwa Anda peduli dengan kondisi mereka, bukan sekadar ingin menjual produk.
Untuk mempermudah Anda melakukan small talk, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
Anda bisa menggunakan rumus 3F + 10 dalam small talk, yaitu Family, Favorite, dan Friends, serta angka 10 berarti Occupation (Pekerjaan). Dengan mengikuti rumus ini, Anda tidak akan kehabisan topik pembicaraan yang relevan dengan pelanggan Anda.
Kalau bertemu pelanggan, lalu Anda langsung jualan, biasanya pelanggan akan merasa tidak nyaman. Lebih baik ciptakan dulu rasa nyaman. Anda bisa mulai dengan memberi pujian, sekaligus mengajukan pertanyaan ringan akan situasi atau produk tertentu yang pelanggan kenakan.
Misalnya, “Wah, jam tangan yang Anda kenakan unik sekali, belinya di mana?” Mengajukan pertanyaan dan pujian seperti ini lebih ampuh menarik perhatian audiens untuk merespons Anda lho, dibandingkan Anda langsung memperkenalkan diri, lalu menawarkan produk.
Sebagai sales, Anda juga perlu melihat situasi atau membaca raut muka pelanggan. Lalu cobalah mengajukan pertanyaan terkait kondisi bisnis, situasi, atau masalah yang sedang pelanggan hadapi.
Ketika pelanggan bercerita, dengarkan dulu permasalahan atau situasi yang mereka hadapi. Sesekali Anda boleh menanggapi dengan empati. Jika memungkinkan berikan solusi yang masih berkaitan dengan produk yang mau Anda tawarkan.
Jika tidak memungkinkan untuk langsung jualan, minimal pelanggan sudah tahu dan kenal Anda. Masih ada waktu untuk merayunya di kunjungan atau pertemuan berikutnya.
Pada tahap ini, perhatikan gestur tubuh dan ekspresi Anda agar tetap tulus. Jangan sampai karena tak bisa langsung closing Anda terlihat kesal atau kecewa.
Dalam melakukan internet marketing strategies, Anda sebagai seorang penjual harus bisa membangun trust atau kepercayaan pelanggan atas brand dan produk Anda.
Untuk bisa membangun kepercayaan secara cepat dan efektif, coba terapkan 3 tips sales berikut ini:
Buatlah kecocokan atau kemiripan yang ada di antara kedua belah pihak secara cepat atau dikenal dengan teknik mirroring.
Teknik ini akan memudahkan Anda sebagai tim sales untuk menirukan gerak-gerik lawan bicara Anda, seperti mengusap rambut, menyentuh hidung, dan lainnya.
Cara ini cukup manjur membuat pelanggan menjadi lebih antusias untuk terlibat dengan Anda.
Jika pelanggan sudah terlibat, mulailah menyebutkan nama brand yang pernah bekerja sama dengan Anda untuk memancing antusias pelanggan menyampaikan pujian atau keluhan terkait brand atau produknya.
Di saat yang sama, cara ini bisa menunjukkan bukti kredibilitas diri Anda dan mengurangi keraguan mereka.
Jika ada, Anda juga boleh menyebutkan orang-orang terkenal yang pernah atau sedang bekerja sama dengan perusahaan Anda.
Dalam dunia online, bagian ini juga bisa ditunjukkan dengan portofolio atau daftar klien yang pernah Anda tangani dan deskripsi singkat project-nya.
Kalimat persuasif adalah kalimat yang dapat mengajak pelanggan untuk membeli produk yang Anda tawarkan.
Teknik ini sangat penting dalam profesi sales dan umumnya perlu didukung juga dengan kemampuan melakukan hypnoselling.
Misalnya, Anda bisa menggunakan kata-kata seperti “Hanya tersedia dalam jumlah terbatas!” atau “Dapatkan penawaran eksklusif hari ini.”
Kalimat persuasif tersebut dapat memotivasi pelanggan untuk bertindak segera dan langsung mengambil keputusan pembelian.
Lalu teknik hypnoselling bisa Anda gunakan untuk membantu pelanggan merasa lebih terlibat dalam percakapan dan membuat mereka lebih sering menjawab dengan kata “ya”. Dengan cara ini, proses penutupan transaksi (closing) menjadi lebih mudah dan cepat.
Namun ingat, baik kalimat persuasif maupun teknik hypnoselling yang efektif itu tidak melulu berbicara tentang produk ya, Anda tetap perlu berlatih memahami motivasi pelanggan.
Kemudian mendorong mereka untuk bergegas mengambil keputusan demi mendapatkan benefit yang Anda tawarkan.
Sebagai tim sales, termasuk yang bekerja di digital advertising agency, Anda tentu harus bisa membuat penawaran yang menarik, tanpa memberi kesan memaksa.
Salah satu contoh teknik yang bisa diterapkan adalah menawarkan diskon eksklusif bagi pelanggan yang melakukan pembelian pertama melalui platform online atau pada saat Anda masih berada di hadapan mereka.
Cara agar penawaran yang Anda berikan tak bisa pelanggan tolak, misalnya:
Penerapan strategi penjualan yang tepat memungkinkan Anda menciptakan konversi dan penjualan yang lebih tinggi tanpa perlu memberi kesan memaksa.
Karena saat ini pemasaran lebih banyak dilakukan menggunakan media digital, tentu saja Anda harus memiliki kemampuan menerapkan copywriting.
Apa yang dimaksud dengan copywriting? Copywriting adalah rangkaian kalimat, berbentuk video, gambar atau tulisan, yang bisa memancing calon pembeli mengambil keputusan untuk segera melakukan transaksi.
Kalau saat ini Anda belum memiliki skill ini, coba gunakan saja Tools untuk Meningkatkan Skill Copywriting Anda. Cara lain, terapkan tips copywriting yang efektif berikut ini:
Dengan copywriting yang baik, Anda tidak hanya akan menarik perhatian, tetapi juga bisa menggerakkan audiens untuk melakukan tindakan yang diinginkan.
Untuk berhasil sebagai seorang sales di era digital, Anda perlu menguasai skill sales di atas, mulai dari melakukan small talk yang efektif, membangun kepercayaan, hingga menguasai teknik persuasif dan copywriting.
Setiap skill tersebut memainkan peran yang krusial dalam memaksimalkan penjualan dan meningkatkan konversi.
Latih terus skill sales sehingga Anda lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang. Bagus lagi kalau Anda juga mempelajari Tips Copywriting yang Menarik dan Memancing Closing.
DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU
RELATED TOPIC