Dalam melakukan promosi untuk perusahaan atau brand, terdapat tim marketing dan sales yang bekerja sama demi mencapai hasil yang ditargetkan. Jika marketer menyusun konsep, menyediakan tools, termasuk menyiapkan strategi digital marketing. Maka, sales menjadi ujung tombak perusahaan untuk melakukan promosi berdasarkan konsep yang telah disusun. Oleh karena itu, tak heran jika keuntungan perusahaan ditentukan dari kinerja tim sales. Dengan kata lain, perusahaan yang memiliki tenaga penjualan yang sangat hebat atau kompeten, tentu keuntungan yang akan didapatkan pun besar.

 

Ada banyak perusahaan yang menyediakan anggaran khusus untuk mengirimkan tim penjualannya mengikuti pelatihan demi meningkatkan keterampilan dalam hal melakukan penjualan. Tujuannya, supaya tim sales menjadi lebih handal dalam menjalankan strategi digital marketingyang sudah dirancang. Seorang tenaga penjual di era digital business setidaknya harus memiliki 5 kemampuan. Apa saja kemampuan tersebut?

 

5 Skill yang Harus Dimiliki Tim Sales Di Era Digital

 

 

  1. Memiliki Kemampuan Small Talk 

Skill yang pertama harus dimiliki seorang sales adalah small talk atau obrolan yang ringan. Mengapa kemampuan menyajikan obrolan ringan ini harus dikuasai? Sebab, sebelum memulai penawaran, Anda harus bisa mencairkan suasana dan membuat pelanggan merasa nyaman terlebih dahulu saat mereka bersama Anda. Dengan melakukan small talk diharapkan bisa membuat pelanggan fokus menyimak penawaran yang akan Anda lakukan di sela-sela pembicaraan ringan yang dilakukan. Jika dari awal pelanggan sudah tidak nyaman dan merasa bosan, Anda sebagai tenaga penjual akan sulit mencapai closing.

 

Nah, untuk bisa menerapkan small talk ini, Anda perlu memahami 4 tahapan dasar, dimulai dari memberikan pertanyaan sekaligus pujian di dalamnya. Contohnya: “Wah, jam tangan yang Anda kenakan unik sekali, belinya di mana?” Dengan memberikan pertanyaan seperti ini, tentu calon pelanggan akan lebih tertarik untuk merespons Anda dibandingkan jika Anda langsung memperkenalkan diri dan menawarkan produk. 

 

Cara lain, Anda bisa memulai pembicaraan dengan memberikan pertanyaan terbuka terkait permasalahan yang mungkin sedang dihadapi calon pelanggan, yang tentu saja pertanyaan tersebut relevan dengan produk yang nanti akan Anda tawarkan. Dengarkan dulu permasalahan yang sedang dihadapi oleh calon pelanggan tersebut, baru kemudian jadikan produk yang hendak Anda tawarkan sebagai solusi atas permasalahan yang sedang calon pelanggan hadapi. Hindari mengajukan pertanyaan yang memungkinkan pelanggan hanya menjawab dengan kata ya atau tidak. Selain mengajukan pertanyaan, berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah gestur tubuh dan ekspresi Anda ketika berbicara dengan konsumen. Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai dan umumnya akan memberikan respons yang baik.   

 

Dalam obrolan ringan, Anda sebagai tim penjual juga perlu memiliki kemampuan untuk mengarahkan pembicaraan dengan rumus 3F + 10. Apa yang dimaksud dengan rumus tersebut? Jika diuraikan, maka 3F adalah family, favorite dan friends. Sementara angka 10 diartikan sebagai occupation atau pekerjaan. Jadi, saat Anda melakukan small talk, Anda tidak akan kehabisan topik pembahasan. 

 

 

  1. Bisa Membangun Kepercayaan Pelanggan 

Dalam melakukan internet marketing strategies, Anda sebagai seorang penjual harus bisa membangun trust atau kepercayaan pelanggan atas produk yang Anda tawarkan. Ketika membangunnya, Anda perlu memperhatikan 3 faktor. Pertama, buatlah kecocokan atau kemiripan yang ada di antara kedua belah pihak secara cepat atau dikenal dengan teknik mirroring. Teknik ini akan memudahkan Anda sebagai tim sales untuk menirukan gerak-gerik lawan bicara Anda, seperti mengusap rambut, menyentuh hidung, dan lainnya. Dengan begini, calon pelanggan akan lebih antusias lagi untuk terlibat percakapan dengan Anda.  

 

Kedua, sebutkan brand terkenal yang sedang Anda tangani. Cara ini pun dapat digunakan untuk membangun kepercayaan dan minat pelanggan, sekaligus memancing antusias pelanggan untuk menyampaikan pujian atau keluhan terkait brand tersebut. Faktor yang terakhir dalam membangun trust, Anda bisa menyebutkan orang-orang terkenal atau publik figur yang pernah atau sedang bekerja sama dengan perusahaan Anda. Dengan begini, calon pelanggan akan lebih mudah mempercayai Anda.  

 

  1. Mampu Memanfaatkan Kalimat Persuasif 

Kalimat persuasif adalah kalimat yang dapat mengajak pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Umumnya kemampuan ini didukung dengan kemampuan melakukan hypnoselling. Jadi, secara tidak langsung Anda akan membuat pelanggan lebih banyak menjawab ya, sehingga akan lebih cepat mereka melakukan pembelian. 

 

 

  1. Bisa Membuat Sebuah Penawaran

Sebagai tim sales, termasuk yang bekerja di digital advertising agency, Anda tentu harus bisa membuat sebuah penawaran. Agar saat melakukan penawaran Anda tidak sampai mengalami penolakan, Anda perlu sering latihan. Tapi, ada yang harus digarisbawahi, jangan sampai Anda memberikan penawaran secara paksa, ini tentu akan membuat calon pelanggan kehilangan respect kepada Anda. 

 

  1. Mampu Menerapkan Copywriting 

Karena saat ini pemasaran lebih banyak dilakukan dengan menggunakan media digital, tentu saja Anda harus memiliki kemampuan menerapkan copywriting. Apa yang dimaksud dengan copywriting? Copywriting merupakan rangkaian kalimat, berbentuk video, gambar atau tulisan, yang bisa memancing calon pembeli mengambil keputusan untuk segera melakukan transaksi.