Saat ini, bekerja sama dengan para influencer menjadi pilihan sebagian besar pebisnis untuk meningkatkan brand awareness, melakukan promosi, bahkan untuk menciptakan konversi dan penjualan. Namun, untuk mengajak influencer bekerja sama, tentunya ada budget yang harus disiapkan. Harga jasa seorang influencer berbeda-beda karena rata-rata dari mereka memiliki rate card sendiri. Terkait harga influencer, kali ini Redcomm Knowledges akan berbagi 10 faktor yang mempengaruhi harga influencer dan perlu diketahui pebisnis. 

 

Faktor yang Mempengaruhi Harga Influencer

Dengan perkembangan influencer dari tahun ke tahun, wajar jika harga jasa seorang influencer semakin beragam. Masing-masing dari mereka memiliki rate card yang berbeda. Biasanya, penentuan harga kerja sama ini dipengaruhi banyak faktor. Jika Anda tertarik menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan bisnis Anda dan membuat bisnis makin dikenal masyarakat luas, berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi harga influencer untuk Anda jadikan pertimbangan dalam melakukan negosiasi.

 

  1. Media Sosial

Pada saat Anda hendak mengajak influencer bekerja sama untuk memasarkan produk maupun layanan bisnis Anda, ada baiknya ditanyakan terlebih dahulu kontennya akan di posting di mana saja? Apakah hanya di Instagram, YouTube, atau media sosial lainnya? Lalu, tanyakan pula, benefit apa saja yang bisa Anda dapatkan dari kerja sama ini?

 

Jenis dan platform yang digunakan biasanya mempengaruhi rate card seorang influencer. Sebab, para influencer sudah pasti membutuhkan usaha, dana, kuota, peralatan, dan waktu serta tenaga untuk mengelola akun media sosial mereka, beserta konten-kontennya.

 

  1. Jumlah Pengikut

Jumlah pengikut atau followers sebuah akun di media sosial seorang influencer juga sangat berpengaruh pada harga jasa yang mereka tawarkan. Semakin banyak pengikutnya, tarif yang dikenakan tentu akan semakin mahal. Sebaliknya, jika akun tersebut memiliki pengikut yang sedikit, harganya pun masih relatif terjangkau. Hanya saja, pastikan pengikut di akun influencer adalah pengguna aktif, bukan akun fake.

 

 

  1. Tingkat Keterlibatan Audiens

Umumnya, brand menargetkan jumlah komentar atau like yang harus didapatkan oleh influencer pada postingan. Perhitungan tersebut dikenal dengan istilah engagement. Semakin tinggi engagement dari akun milik influencer, sudah pasti Anda perlu merogoh kantong dalam-dalam, karena biasanya mereka memasang tarif lumayan tinggi. 

 

Selain itu, untuk menentukan rate card juga bisa menggunakan Cost per View (CPV). Cost per View melihat berapa rata-rata views yang didapat saat konten tersebut diunggah. Ini berlaku untuk konten Instagram stories, video di feed Instagram, atau YouTube.

 

Memilih influencer tidak selalu berpatokan dengan seberapa banyak audiens yang berinteraksi. Tetapi, ada baiknya Anda melihat kualitasnya terlebih dahulu. Jika ternyata kualitas video yang dihasilkan tidak sesuai harapan, tentu akan berdampak pada interaksi audiens lainnya. Termasuk, pada konten yang membahas tentang bisnis Anda

 

  1. Niche Konten Influencer

Anda perlu pula melihat, apakah influencer yang akan Anda pilih memiliki niche konten yang sangat umum atau unik? Biasanya, influencer yang memiliki niche umum, seperti beauty dan lifestyle, lebih banyak dan lebih mudah didapatkan sehingga harga mereka masih relatif tidak terlalu mahal. Ini disebabkan, mereka memiliki banyak pesaing pada tema konten tersebut.

 

Lain halnya, kalau Anda menggunakan influencer dengan niche yang masih belum banyak digeluti, seperti game, otomotif, atau teknologi. Niche khusus seperti ini, belum banyak dan otomatis membuat harga mereka jauh lebih mahal, mengingat ada effort khusus yang mereka keluarkan untuk mengembangkan konten-konten mereka.

 

  1. Menyesuaikan dengan Permintaan Konten

Menentukan harga bagi influencer dapat pula berdasarkan konten apa yang diminta oleh brand. Apakah foto, video, stories, review blog, video YouTube? Influencer biasanya akan menentukan harga sesuai dengan tingkat kesulitan produksi  konten yang diminta oleh brand

 

Misal, jika diminta membuat konten video, pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga persiapan yang matang. Berbeda halnya dengan konten yang berupa foto saja. Maka, untuk permintaan konten video tentu harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan pembuatan konten foto.

 

Cara termudah mendapatkan influencer yang bisa menyesuaikan konten yang dibuat dengan keinginan Anda adalah melalui social media dan digital marketing agency yang memiliki tim khusus terkait KOL management. Mereka bisa membantu Anda memilihkan influencer yang tepat, dengan konten yang sesuai harapan, sekaligus bisa mengatur jalannya kerja sama dengan baik

 

 

  1. Jumlah Konten & Lama Penayangan

Berapa banyak konten yang harus dibuat oleh influencer? Apakah mereka hanya menayangkan satu video saja atau justru beberapa video? Biasanya, ada juga influencer yang menetapkan harga berdasarkan jumlah konten dan lama penayangan konten. Semakin banyak jumlah konten dan semakin lama waktu tayang konten, pasti harganya juga makin mahal. 

 

  1. Jenis Campaign & Tingkat Popularitas Influencer

Untuk menjalankan campaign musiman atas produk terkait masuk sekolah, liburan, dan semacamnya, tentu membutuhkan influencer pilihan. Sebagai contoh, Anda mau menyelenggarakan campaign produk di bulan Ramadhan, biasanya pada momen ini tidak hanya Anda saja yang membutuhkan market, tetapi brand lain pun hendak mempromosikan produk mereka. Maka otomatis, influencer-influencer favorit laris manis dan otomatis akan mempengaruhi harga mereka.

 

  1. Hak Penggunaan & Lisensi Konten

Apakah Anda ingin membagikan atau menggunakan kembali konten yang dibuat oleh influencer? Sebagian dari mereka biasanya akan mengenakan biaya lebih bagi brand yang ingin menggunakan konten mereka kembali. Untuk itu, buatlah perjanjian secara tertulis mengenai hal ini dan mengenai harga kerja sama dengan influencersebaiknya ditanyakan sejak awal, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari terkait hak cipta dan sebagainya.

 

  1. Kerja Sama Eksklusif

Terkadang, ada beberapa brand yang menginginkan influencer tertentu tidak boleh mempromosikan brand lain, terutama produk atau brand kompetitor. Dengan kata lain, influencer tersebut dijadikan brand ambassador. Apabila brand menginginkan kerja sama eksklusif seperti ini, maka influencer tidak bisa menerima tawaran dari brand lain. Tentunya hal ini, berpengaruh besar terhadap pendapatannya sehingga influencer akan pasang harga mahal untuk kerja sama ini. 

 

 

  1. Biaya Produksi Konten

Apabila konten yang dibuat tidak menggunakan banyak biaya produksi, maka biayanya pasti lebih murah. Lain halnya, influencer yang sudah profesional dengan hasil yang berkualitas membutuhkan biaya tersendiri dalam memproduksi kontennya, misalnya karena memiliki tim produksi, menggunakan peralatan khusus, dan sebagainya. Selain itu, untuk menghasilkan foto berkualitas terbaik, influencer juga tak segan menggunakan fotografer profesional. Biaya-biaya ini juga bisa mempengaruhi harga influencer.

 

Itulah 10 faktor yang dapat mempengaruhi harga influencer yang sebaiknya Anda ketahui. Bagi Anda yang memiliki bisnis dan ingin mengajak mereka bekerja sama, sekarang Anda sudah bisa memperkirakan berapa biaya yang perlu Anda siapkan agar kerja sama dalam pelaksanaan promosi dan campaign dengan influencer ini bisa berjalan lancar dan berhasil baik.