knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE

7 Tanda Bisnis Anda Butuh Advertising Agency untuk Mendorong Growth

29 Jun, 2026  · 
5 min read
 · 
eye 5  
Digital Marketing Strategy

Bisnis Butuh Advertising Agency

Banyak perusahaan baru mempertimbangkan bekerja sama dengan advertising agency ketika performa bisnis mulai menurun atau campaign tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Padahal, tanda-tanda bisnis membutuhkan dukungan advertising agency sering kali muncul jauh sebelum masalah tersebut terlihat dalam laporan penjualan.

Pertumbuhan bisnis yang melambat, biaya iklan yang terus meningkat, customer journey yang semakin kompleks, hingga tekanan kompetisi yang semakin ketat merupakan beberapa indikator kalau strategi marketing yang Anda jalankan saat ini mungkin sudah tidak relevan dengan kondisi pasar.

Nah, supaya Anda tidak terlambat mengimplementasi strategi pemasaran yang tepat dengan kondisi pasar yang terus berubah, mari pahami berbagai tanda bisnis perlu bantuan advertising agency di artikel Knowledge kali ini.

7 Tanda Bisnis Perlu Bekerja Sama dengan Advertising Agency

Sebelum membahas lebih jauh tentang tanda bisnis perlu bantuan agency, pahami dulu seperti apa sih advertising agency itu dengan membaca artikel berjudul: Advertising Agency: Pengertian, Layanan, dan Cara Memilih Agency yang Tepat.

Kalau sudah, maka tahap berikutnya Anda perlu melakukan evaluasi terkait kondisi bisnis saat ini menggunakan indikator yang ada di tabel berikut:

Setelah memahami poin-poin di dalam tabel, lanjutkan membaca penjelasan lengkapnya di bawah ini sebelum Anda mulai memutuskan memilih advertising agency yang tepat untuk membantu bisnis Anda.

Berikut 7 tanda bisnis perlu bekerja sama dengan agensi periklanan profesional, di antaranya:

1. Pertumbuhan Bisnis Mulai Melambat

Tidak semua perlambatan bisnis langsung terlihat dalam angka penjualan. Dalam banyak kasus, tanda-tandanya muncul lebih dulu melalui menurunnya jumlah leads, berkurangnya customer acquisition, atau stagnasi traffic yang berkepanjangan.

Situasi ini sering terjadi ketika strategi marketing yang sebelumnya berhasil tidak lagi relevan dengan perubahan perilaku pasar. Audiens berubah, kompetitor berkembang, dan channel komunikasi yang dulu efektif mungkin tidak lagi memberikan hasil yang sama.

Nah, kalau Anda bekerja sama dengan tim profesional dari advertising agency, maka mereka dapat membantu mengidentifikasi titik hambatan yang menghambat pertumbuhan, mulai dari positioning brand, customer journey, hingga efektivitas campaign yang sedang berjalan.

2. Biaya Iklan Naik, Penjualan Sedikit

Banyak perusahaan menghadapi situasi di mana budget advertising meningkat setiap tahun, tetapi hasil bisnis tidak menunjukkan pertumbuhan yang sebanding.

Cost per click semakin mahal, cost per acquisition meningkat, sementara conversion rate tetap stagnan. Akibatnya, perusahaan mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mendapatkan hasil yang sama.

Kondisi ini sering menjadi indikasi bahwa strategi targeting, media allocation, atau creative campaign yang digunakan sudah tidak lagi optimal.

Dalam kondisi ini, advertising agency dapat membantu melakukan audit terhadap performa campaign, mengidentifikasi sumber pemborosan budget, dan mengembangkan pendekatan yang lebih efisien.

Yang perlu diingat, masalahnya sering kali bukan kurangnya budget, melainkan bagaimana budget tersebut digunakan.

3. Tim Marketing Terlalu Fokus pada Operasional

Banyak tim marketing internal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk aktivitas operasional sehari-hari seperti membuat konten, mengelola media sosial, mengurus approval, membuat laporan, atau menjalankan campaign rutin.

Akibatnya, mereka memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya lebih strategis, seperti:

  • Menganalisis perubahan perilaku konsumen.
  • Mengevaluasi customer journey.
  • Melakukan market research.
  • Mengembangkan inovasi campaign.
  • Menguji strategi baru.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat bisnis kehilangan peluang untuk berkembang lebih cepat. Itulah sebabnya, Anda perlu advertising agency yang dapat membantu mengisi gap tersebut dengan membawa perspektif eksternal, pengalaman lintas industri, serta insight yang lebih luas terhadap perkembangan pasar.

4. Campaign di Banyak Channel Tidak Terhubung

Saat ini banyak bisnis sudah aktif menggunakan berbagai channel marketing sekaligus. Mulai dari Instagram, TikTok, website, Google ads, marketplace, email marketing, bahkan bekerja sama dengan influencer.

Namun sayangnya, tidak semua channel marketing yang digunakan berjalan sebagai bagian dari strategi yang terintegrasi.

Beberapa akibat dari channel marketing yang tidak terhubung, di antaranya:

  • Pesan brand tidak konsisten.
  • Customer journey tidak tersambung secara berkesinambungan.
  • Data tidak terhubung.
  • Optimasi sulit dilakukan.

Advertising agency membantu menyatukan seluruh aktivitas tersebut ke dalam satu integrated marketing ecosystem sehingga setiap channel dapat saling mendukung dan bekerja menuju objective yang sama.

5. Kesulitan Mengukur Efektivitas Marketing

Tantangan berikutnya yang sering terjadi dalam implementasi strategi marketing adalah sulitnya mengetahui aktivitas mana yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis.

Banyak perusahaan masih mengandalkan vanity metrics, seperti impressions, likes, atau engagement sebagai indikator keberhasilan. Padahal angka tersebut belum tentu berkorelasi dengan peningkatan revenue.

Advertising agency profesional biasanya membantu perusahaan melihat metrik yang lebih berfokus pada bisnis growth, seperti:

  • Conversion quality, yaitu kualitas leads atau pelanggan yang dihasilkan
  • Retention impact, yaitu pengaruh campaign terhadap loyalitas pelanggan
  • Audience lifetime value, yaitu potensi nilai pelanggan dalam jangka panjang
  • Business growth contribution, yaitu kontribusi campaign terhadap pertumbuhan bisnis secara keseluruhan

Semua metrik di atas penting untuk jadi perhatian karena dapat membantu Anda mengambil keputusan marketing yang lebih akurat dan berbasis data.

6. Kompetitor Mulai Lebih Agresif

Persaingan bisnis saat ini tidak hanya terjadi pada kualitas produk atau harga. Kompetisi juga terjadi pada kemampuan brand memenangkan perhatian audiens.

Ketika kompetitor mulai berinvestasi lebih besar dalam digital advertising, influencer marketing, content ecosystem, atau AI-driven marketing, perusahaan yang tidak beradaptasi berisiko kehilangan relevansi di pasar.

Dalam situasi seperti ini, advertising agency dapat membantu brand Anda memahami competitive landscape dan menemukan peluang diferensiasi yang belum dimanfaatkan.

Tujuannya bukan sekadar meniru apa yang dilakukan kompetitor, tetapi membangun positioning yang lebih kuat dan berkelanjutan.

7. Bisnis Ingin Scale Up Lebih Cepat

Pada saat perusahaan Anda mulai memasuki fase pertumbuhan berikutnya, kompleksitas marketing biasanya ikut meningkat. Contoh, saat mau membuka pasar baru, meluncurkan produk baru, atau saat mau menargetkan segmen pelanggan yang berbeda.

Pada tahap ini, pendekatan marketing yang sebelumnya berhasil belum tentu bisa mendukung pencapaian target dan pertumbuhan bisnis yang lebih besar.

Di saat inilah salah satu fungsi advertising agency dapat membantu Anda merancang strategi yang lebih terstruktur sehingga proses ekspansi dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Nah, Anda sudah membaca 7 tanda yang menunjukkan bisnis perlu bantuan dan kerja sama advertising agency ya. Kalau ada 2-3 poin di atas ternyata sudah bisnis Anda alami saat ini, maka jangan segan untuk mulai memilih agensi. Gunakan saja Framework & Tips Memilih Advertising Agency yang Tepat untuk Brand.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Advertising Agency

Memilih advertising agency yang tepat sama pentingnya dengan memutuskan kapan bisnis membutuhkan agensi.

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada kualitas campaign, tetapi juga pada efisiensi budget, kecepatan eksekusi, hingga kemampuan brand dalam beradaptasi dengan perubahan pasar.

Agensi periklanan yang berpengalaman bisa menjadi partner strategis yang membantu bisnis berkembang secara berkelanjutan, sementara pilihan yang kurang tepat justru berisiko menghambat pertumbuhan.

Karena itu, penting bagi Anda untuk tidak hanya melihat portofolio atau harga, tetapi juga memahami apakah agensi tersebut memiliki pendekatan, kapabilitas, dan cara kerja yang selaras dengan kebutuhan bisnis.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

1. Hanya Melihat Portofolio

Portofolio yang menarik memang penting, tetapi tidak selalu menunjukkan kemampuan agensi dalam menyelesaikan masalah bisnis yang spesifik.

2. Memilih Berdasarkan Harga Termurah

Perusahaan periklanan yang paling murah belum tentu memberikan value terbaik. Fokuslah pada kemampuan agensi membantu mencapai objective bisnis.

3. Terlalu Fokus pada Vanity Metrics

Jangan hanya melihat angka likes, views, atau impressions. Yang lebih penting adalah dampaknya terhadap pertumbuhan bisnis.

4. Tidak Mengevaluasi Kemampuan Data dan AI

Di era AI marketing, kemampuan memanfaatkan data dan teknologi menjadi faktor yang semakin penting dalam menentukan efektivitas campaign.

Apa yang Berubah di Era AI?

Hal yang perlu Anda pahami dan jadikan catatan pada kondisi pasar saat ini adalah perubahan perilaku audiens dan perkembangan AI yang menuntut brand untuk secepatnya beradaptasi.

Di era AI saat ini, Artificial Intelligence (AI) sangat berguna untuk:

  • Audience targeting.
  • Campaign optimization.
  • Content creation.
  • Predictive analytics.
  • AI Search Optimization (AISO).
  • Generative Engine Optimization (GEO).

Perubahan ini membuat advertising agency modern tidak lagi hanya mengelola media dan creative, tetapi juga membantu bisnis memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas marketing secara keseluruhan.

Karena itu, pertanyaan bagi banyak brand saat ini bukan lagi apakah membutuhkan advertising agency, tetapi apakah Anda bisa memiliki partner yang mampu membantu bisnis beradaptasi dengan perubahan marketing ecosystem yang semakin dipengaruhi AI.

Masih bingung dan punya lebih banyak pertanyaan terkait perlu tidaknya bisnis Anda menggunakan agensi? Coba hubungi dulu tim kami di Kontak Redcomm

Jelaskan permasalahan yang terjadi dalam bisnis Anda, dan nanti tim kami akan segera menindaklanjuti dengan membawa solusi yang sesuai kondisi Anda.

Sebagai advertising agency yang berkantor di Jakarta, Indonesia, Redcomm memiliki kemampuan menghubungkan kreativitas, media, data, dan teknologi untuk membantu bisnis Anda bertumbuh di tengah persaingan yang ketat.

Jangan lupa, kenali juga berbagai layanan yang tersedia di advertising agency dan pilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda di artikel selanjutnya yang berjudul: 9 Layanan Advertising Agency Era AI Search dan Generative Search.


FAQ

1. Kapan bisnis membutuhkan advertising agency?

Biasanya ketika pertumbuhan bisnis melambat, biaya iklan meningkat tanpa hasil yang sebanding, atau perusahaan membutuhkan strategi marketing yang lebih terintegrasi.

2. Apakah UMKM membutuhkan advertising agency?

Ya, terutama ketika bisnis mulai berkembang dan membutuhkan strategi marketing yang lebih terstruktur untuk meningkatkan awareness maupun penjualan.

3. Apakah advertising agency hanya untuk perusahaan besar?

Tidak. Banyak agency saat ini juga melayani startup, UMKM, hingga perusahaan menengah dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

4. Bagaimana cara mengetahui bisnis saya membutuhkan agency?

Jika bisnis mengalami beberapa kondisi seperti growth stagnan, biaya marketing meningkat, atau kesulitan mengelola campaign lintas channel, itu bisa menjadi indikasi perlunya dukungan agency.

5. Apa manfaat utama bekerja sama dengan advertising agency?

Membantu bisnis mengembangkan strategi yang lebih efektif, meningkatkan efisiensi budget marketing, serta mempercepat pertumbuhan melalui pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data.

6. Apa bedanya advertising agency dan digital marketing agency?

Advertising agency biasanya memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena mencakup strategi komunikasi, creative, media, dan branding, sedangkan digital marketing agency lebih fokus pada channel digital tertentu.

7. Apakah AI akan menggantikan advertising agency?

Tidak. AI menjadi alat yang membantu agency bekerja lebih efektif, tetapi strategi, kreativitas, dan pemahaman terhadap perilaku manusia tetap membutuhkan peran manusia.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER