knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Penyanyi Indonesia Bikin Ailee dan Tiffany SNSD Terkagum-Kagum – Apa Rahasia Suksesnya?

10 Feb  · 
1 min read
 · 
eye 7  
Digital Marketing

Rahasia Personal Branding Penyanyi Viral

Saat ini, survival show Korea Selatan bernama Veiled Cup sedang menjadi perbincangan hangat. Seorang kontestan asal Indonesia, Saniyah dengan julukan Jakarta Freedom, berhasil mencuri perhatian juri-juri ternama seperti Ailee dan Tiffany SNSD.

Kisahnya tidak hanya inspiratif, tapi juga penuh pelajaran berharga untuk strategi digital marketing, terutama bagi brand musik atau talenta lokal.

Veiled Cup adalah kompetisi menyanyi bergengsi dari Korea Selatan yang mempertemukan finalis teratas dari sembilan negara: Korea Selatan, China, Jepang, Filipina, Thailand, Indonesia, Vietnam, Mongolia, dan Laos.

Saniyah mewakili Indonesia dan tampil memukau di babak penyisihan dengan membawakan lagu "Love & Let Go" karya Raisa.

Ekspresi juri seperti Ailee, Henry Lau, dan 10CM terlihat begitu terkesan. Penampilan ini menjadi contoh sukses digital marketing di mana satu konten autentik bisa menciptakan buzz global dan meningkatkan eksposur merek.

Saniyah menerima apresiasi langsung dari para juri papan atas, Ailee memuji kemampuan Saniyah menangani nada tinggi dengan sempurna, Tiffany SNSD dan 10CM tampak tersentuh oleh penampilannya, dan Henry Lau serta Paul Kim juga memberikan tanggapan positif atas vokalnya yang kuat.

Ini menunjukkan kekuatan personal branding dalam digital marketing. Talenta lokal mampu bersaing di level internasional, dan video penampilannya langsung viral di media sosial, meningkatkan engagement secara signifikan.

Makna di Balik "Jakarta Freedom": Berhenti Bekerja Demi Impian

Pasca-penampilan, Saniyah menjelaskan julukannya. "Jakarta Freedom" melambangkan keputusannya meninggalkan pekerjaan tetap demi mengikuti Veiled Cup. "Saya baru saja resign untuk mengejar cita-cita sebagai penyanyi," ungkapnya, yang membuat enam juri terkejut. 10CM bahkan mengaku awalnya mengira Saniyah adalah penyanyi profesional.Narasi ini sangat relatable dan menjadi contoh storytelling emosional yang efektif di digital marketing. Brand dapat mengadopsinya untuk membangun koneksi dengan audiens, sehingga meningkatkan loyalitas dan share rate.

Postingannya dibanjiri komentar positif, termasuk dari Raisa yang berkata, "Haaa kaget!! Bagus banget ❤️" dengan lebih dari 7 ribu likes. Ini ilustrasi user-generated content (UGC) yang mendorong viralitas. Dari perspektif marketing, integrasi voting di platform seperti Spotify adalah call-to-action (CTA) cerdas yang meningkatkan streaming dan data audiens.

Mengapa Kisah Ini Relevan bagi Marketer Indonesia?

Di 2026, kisah Saniyah menegaskan potensi talenta lokal go global dengan biaya rendah. Brand musik atau consumer goods bisa mensponsori acara serupa untuk eksposur besar. Pantau hashtag JakartaFreedom di TikTok untuk tren terkini. Bahkan untuk bisnis rumah tangga, campaign bertema "bebas mengejar mimpi" bisa dikolaborasikan.

SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER