Copyright adalah hak cipta yang dilekatkan terhadap sebuah karya untuk melindungi dan mempatenkan karya serta pemiliknya.

 

Ketika membuat sebuah karya atau produk, Anda pasti akan diingatkan tentang hak cipta. Sebagian orang menyebut hak cipta ini dengan sebutan copyright. Istilah ini semakin populer ketika media sosial menjadi tempat untuk berkarya yang sangat potensial. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tentang hak cipta atau copyright agar konten dan karya Anda tetap aman.

 

Apa Itu Copyright?

Copyright adalah perlindungan terhadap suatu karya yang sudah didaftarkan dan diakui sebagai milik pihak tertentu. Sebuah karya merupakan bentuk kreativitas seseorang, sementara perlindungannya merupakan upaya agar karya tersebut tidak diakuisisi atau diambil alih tanpa izin oleh pihak lain.

 

Ide kreatif seseorang yang dituangkan ke dalam sebuah karya atau produk biasanya tidak jauh berbeda. Itulah pentingnya karya tersebut memiliki hak paten. Jika ada dua karya yang tampak mirip, maka tidak jadi masalah. Namun jika kedua karya itu sama persis, bisa jadi salah satunya menjiplak sehingga disinilah peran hak paten berlaku. Semirip apa pun suatu karya, tetap ada ciri khas penciptanya. Inilah yang nanti akan menjadi pembeda antara satu karya dengan karya lainnya. 

 

 

Di samping ciri fisik, sebuah karya cipta juga bisa dikuatkan dengan copyright. Rasanya tidak ada lagi alasan kalau mengurus hak cipta itu rumit, sebab di era digital seperti sekarang ini informasi untuk pembuatan hak cipta bisa diakses secara online. Setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar membuatnya.

 

Pada YouTube misalkan, hak cipta biasanya dicantumkan pada deskripsi video. Untuk meng-cover lagu, Anda juga tidak bisa sembarangan melakukannya. Orang yang ingin melakukan covering lagu harus mengurus izin hak cipta terhadap pemilik lagu tersebut.

 

Nantinya izin ini harus dicantumkan pada kolom deskripsi video. Apalagi jika pihak yang lagunya Anda cover memiliki label musik resmi. Selain berpengaruh pada klaim hak cipta, mengantongi izin dari pemilik karya juga akan memudahkan Anda dalam monetisasi video yang Anda upload.

 

Fungsi Hak Cipta

Tidak hanya untuk melindungi karya digital, copyright juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya. Nah, berikut ini beberapa fungsi adanya hak cipta. 

 

  1. Legalitas

Siapa saja bisa berkarya, namun tidak semuanya bisa dilegalkan dan masuk ke dalam perlindungan hak cipta. Itulah gunanya ada hak cipta yang bisa menjadi senjata ketika ada pihak yang berusaha menjiplak atau mengambil keuntungan dari hasil karya yang telah Anda buat.

 

  1. Rasa Menghargai

Adanya legalitas terhadap sebuah karya atau produk, membuat siapa pun yang berniat menggunakannya harus meminta izin kepada Anda. Hal seperti ini membuat kerja keras Anda tidak hanya berbuah kepuasan untuk diri sendiri, namun bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi Anda dalam pandangan mata orang lain.

 

 

  1. Sumber Penghasilan

Sebuah karya atau produk yang sudah memiliki legalitas, biasanya juga bisa menghasilkan uang berupa royalti dan sebagainya. Bagi kreator, mengedepankan karya adalah nomor satu dan uang bisa dianggap sebagai bonus. Namun, bukan berarti tidak mengharapkan uang menjadi alasan untuk tidak mengurus copyright.

 

Fungsi-fungsi di atas menegaskan bahwa adanya hak cipta bukan sekadar untuk formalitas. Ada perlindungan hukum di dalamnya yang bisa melindungi hasil ciptaan Anda dalam jangka waktu panjang. Hal yang tak kalah penting, adanya hak cipta akan membuat orang lain mengenal Anda sebagai pemilik asli untuk karya-karya Anda dan tidak ada orang lain yang bisa mengklaim karya Anda. 

 

Jenis-jenis Hak Cipta

Selama ini, Anda mungkin hanya berpikir kalau perlindungan hak cipta hanya ada satu jenis saja, yaitu copyright. Namun ternyata ada beberapa jenis perlindungan hak cipta lainnya yang juga perlu Anda ketahui, seperti:

 

  1. Atribusi

Lisensi jenis ini adalah perlindungan hak cipta yang banyak diketahui secara umum. Lisensi atribusi diberikan kepada seseorang atau suatu pihak atas karya yang dihasilkan. Biasanya lisensi ini ditandai dengan huruf C dan terdapat di dalam lingkaran, serta diikuti dengan nama karya. Anda bisa pula menemukan jenis hak cipta ini pada beberapa game, sebagai bentuk dukungan kepada kreator atau orang yang memainkan game tersebut.

 

  1. Share-alike

Jenis lisensi share-alike bisa dipahami sebagai lisensi ganda atau lisensi salinan terhadap karya yang serupa dengan karya aslinya. Untuk mendapatkannya, tentu harus mengikuti prosedur yang ada, supaya pengajuan lisensi dapat dikabulkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

 

  1. Non-Derivative

Perlindungan hak cipta jenis ini bisa ditemukan pada proses cover lagu dengan tidak mengubah apa pun dari lagu aslinya. Pihak yang mengeluarkan izin untuk lisensi ini adalah creative common. Anda akan menemukan tanda penulisan hak cipta dengan diawali dua huruf C (CC) pada karya yang dibuat..

 

  1. Non-komersial

Pihak yang mengeluarkan lisensi non-komersial adalah creative common dengan wewenang dari pemilik karya asli. Karya yang masuk dalam kategori ini pun harus terbebas dari unsur-unsur komersial atau hanya untuk kepentingan pribadi saja.

 

Banyak hal mengenai hak cipta yang menarik untuk dipelajari. Hak cipta atau copyright bukan hanya menandai karya, namun melindungi pemiliknya juga