Elon Musk, pria keturunan Inggris yang lahir di Afrika, kian dikenal berkat deretan gagasan tak biasa yang berhasil ia wujudkan. Di balik predikatnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk adalah filantropis yang menghabiskan banyak uangnya untuk melakukan inovasi di bidang sains dan teknologi.

 

Rahasia Sukses Bisnis dari Elon Musk

Inovasi teknologi yang dihadirkan Tesla begitu mengguncang dunia. Tepat pada 2015, mobil listrik Tesla resmi mengaspal di Indonesia. Tesla Motors didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning pada tahun 2003. Musk sendiri bergabung di Tesla pada 2004 dan langsung memimpin putaran investasi dengan kontribusi pribadi $70 juta. Berikut rahasia sukses bisnis Elon Musk yang bisa dijadikan pelajaran.

 

 

  1. Hobi Membaca

Rahasia sukses dalam berbisnis dari Elon Musk yang pertama adalah hobi membaca. Aktivitas membaca memiliki banyak manfaat. Membaca dapat membuka wawasan, memperkaya sudut pandang, hingga mendapat inspirasi.

 

Elon Musk adalah seorang kutu buku yang berhasil menyelesaikan ensiklopedi Britania saat usianya menginjak sembilan tahun. Ketika kecil, dirinya terbiasa membaca buku setelah pulang sekolah di sebuah toko. Ia membaca komik, buku fiksi, buku nonfiksi. 

 

Pada usia 9 tahun, ayahnya membelikan Elon Musk sebuah komputer pribadi, Commodore VIC-20, dan mempelajari pemrograman secara otodidak. Hingga pada usia 12 tahun, Elon Musk berhasil membuat game pertamanya, yang bernama Blastar.

 

  1. Berani Mengambil Risiko

Elon Musk menjadi chairman dewan direksi dan tidak terlibat langsung pada pengelolaan operasional. Musk banyak terlibat dalam perancangan mobil listrik pertama, Tesla Roadster. Pada tahun 2006, proyek diliput oleh surat kabar dan Musk mendapat penghargaan. Tesla Motors semakin bertumbuh dan banyak mendapat investor, salah satunya pendiri Google, Large Page dan Sergey Brin.

 

Dalam masa itu, masalah datang silih berganti menghampiri Tesla. Salah satu tindakan berani Elon Musk  ialah memberhentikan Martin Eberhard yang justru merupakan salah satu pendiri Tesla. Hal ini, akibat kesalahan fatal Martin Eberhard dalam menghitung konsep transmisi untuk Tesla Roadster yang terbukti tidak efektif, sehingga mengakibatkan peluncurannya tertunda selama lebih dari satu tahun.

 

Elon Musk tercatat sebagai CEO Tesla yang paling berpengaruh. Di ambang krisis, ia menggunakan kemampuan manajemennya yang luar biasa. Elon Musk memangkas biaya dengan mengurangi jumlah staf, menutup beberapa kantor, dan sebagainya. Akhirnya pada 2008, Tesla berhasil diluncurkan dengan harga terjangkau.

 

Elon Musk adalah sosok yang menyelamatkan Tesla dari kebangkrutan. Daimler, sebuah perusahaan otomotif multinasional Jerman pun melakukan investasi.

 

 

  1. Berpikir Futuristik

Sejak kecil, Elon Musk menaruh minat pada dunia antariksa dan roket. Bahkan, game buatannya, Blastar mengambil latar luar angkasa. Kini melalui SpaceX, sebuah perusahaan teknologi penjelajah luar angkasa yang berkantor di Hawthorne, California, AS, Elon Musk telah meluncurkan roket yang berhasil mencapai orbit di percobaan ke-4 dan sedang berencana menciptakan kehidupan di Mars.

 

Melalui acara Konferensi Astronotika Internasional, Elon Musk membawakan pidato bertema Making Humans Multiplanetary Species dan SpaceX sedang mengerjakan ITS: Interplanetary Transport System.

 

  1. Mandiri dan Tetap Peduli pada Lingkungan

Upaya lain untuk mendorong dunia menuju sumber energi berkelanjutan dari Elon Musk datang dari didirikannya Gigafactory yang merupakan pabrik untuk menyuplai baterai lithium ion yang digunakan Tesla. 

 

Pabrik dirancang untuk sepenuhnya mandiri, hanya menggunakan energi matahari, angin dan panas bumi. Gigafactory pertama membentang di gurun di luar Reno, Nevada. 

 

Membangun Gigafactory mampu menurunkan biaya sangat signifikan dan membuatnya tersedia untuk lebih banyak orang. Pada akhirnya, ini juga akan menyelamatkan lingkungan karena bahan bakar fosil yang berdampak bagi bumi.

 

Perusahaan lain yang dikelola Elon Musk yang menyediakan energi terbarukan ialah SolarCity. Perusahaan ini menyediakan pembangkit listrik tenaga surya. Pada bulan Mei 2008, SolarCity telah membangun sistem tenaga matahari untuk eBay dan British Motor.

 

 

  1. Fokus Solusi Melalui The Boring Company

The Boring Company, memiliki aspirasi yang besar. Perusahaan ini memiliki fokus pada metode transportasi baru. The Boring Company memiliki upaya untuk memperbaiki kemacetan di kota-kota besar melalui kendaraan alternatif bawah tanah.

 

Daripada membayangkan masa depan dengan mobil terbang yang juga membawa banyak risiko, seperti suara bising, keselamatan orang-orang yang ada di bawah, menurut Musk terowongan adalah solusi yang lebih baik.

 

Cara ini dipandang memiliki lebih banyak kelebihan. Rute yang tak akan mempengaruhi kegiatan manusia karena dikerjakan di bawah tanah serta tidak berdampak pada struktur tata kota. Hyperloop, kendaraan berbentuk seperti kapsul yang diklaim lebih cepat dibanding pesawat yang dapat menjawab permasalahan kemacetan di kota-kota besar.

 

 

Selain itu, Musk bermaksud agar Hyperloop bertenaga surya. Ini secara dramatis akan menurunkan biaya transportasi antar kota besar sekaligus lebih efektif secara lingkungan daripada terbang. Bagian terbaik, kereta berkecepatan tinggi menelan biaya lebih besar yaitu $ 68 miliar, sementara Hyperloop sekitar $ 6 milyar. Meski banyak ilmuwan yang mengatakan ide-ide Elon Musk tidak realistis, namun ia  telah mampu membuktikan bahwa pendapat orang banyak yang keliru.