knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Rahasia di Balik Vaseline Originals: Ketika Brand Besar Belajar dari Konten Buatan Warganet

26 Sep, 2026  · 
2 min read
 · 
eye 204  
Digital Marketing Strategy

Vaseline Originals Strategy

Kalau selama ini merasa tren kecantikan lahir dari ruang meeting brand-brand besar, mungkin sudah waktunya berpikir ulang. Faktanya, banyak inovasi kecantikan justru lahir dari kamar tidur, meja rias, atau sekadar iseng-iseng seorang kreator konten yang membagikan triknya di blog maupun media sosial. Vaseline, salah satu brand di bawah naungan Unilever, tampaknya sadar betul akan fenomena ini dan mengambil langkah yang cukup berani: mengubah kebiasaan itu menjadi strategi pemasaran yang terstruktur, bahkan menjadikannya lini produk resmi.

Bersama agensi kreatif Ogilvy Singapore, Vaseline meluncurkan inisiatif bernama Vaseline Originals. Konsepnya sederhana namun berdampak besar: menelusuri berbagai "hack" atau trik penggunaan Vaseline yang viral, menemukan siapa kreator aslinya, lalu memberikan pengakuan sekaligus imbalan nyata kepada mereka dalam bentuk produk resmi yang terinspirasi dari ide mereka.

Add redcomm.co.id as a preferred source on Google

Ketika Konsumen Menjadi "Tim R&D" Tanpa Disadari

Selama bertahun-tahun, produk petroleum jelly andalan Vaseline sudah mengalami banyak "reinkarnasi" fungsi di tangan penggunanya. Bukan lagi sekadar pelembap kulit, banyak orang mulai menggunakannya untuk:

  • Merapikan dan menata alis (brow tamer)
  • Menjadi dasar (primer) sebelum riasan wajah
  • Memberikan efek highlighter alami pada kulit
  • Berbagai trik kecantikan lain yang terus bermunculan di platform seperti blog, YouTube, hingga TikTok

Menariknya, jumlah konten terkait "Vaseline hacks" ini bukan angka kecil. Tercatat lebih dari 3,5 juta unggahan di internet membahas berbagai cara kreatif menggunakan produk ini. Fenomena ini menunjukkan satu hal penting dalam dunia digital marketing masa kini: konsumen tidak lagi hanya menjadi target pasar, tetapi juga sumber inovasi.

Sebelum meluncurkan Vaseline Originals, brand ini sebenarnya sudah lebih dulu memvalidasi berbagai trik tersebut melalui platform bernama Vaseline Verified, di mana klaim-klaim viral itu diuji secara ilmiah di laboratorium. Inisiatif ini bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi Titanium Lion di ajang Cannes Lions. Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung: bagaimana dengan kreator asli yang telah membentuk budaya penggunaan produk ini, namun belum pernah mendapat pengakuan maupun kompensasi?

Dari "Pemilik Produk" Menjadi "Penjaga Komunitas"

Inilah titik balik yang membuat strategi Vaseline Originals menarik untuk dibedah lebih dalam. Alih-alih hanya memvalidasi tren yang sudah ada, Vaseline mengambil peran yang lebih aktif dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Melacak asal-usul tren — tim riset menelusuri kembali ke mana dan kapan sebuah trik kecantikan pertama kali muncul.
  • Mengidentifikasi kreator asli — bukan sekadar akun yang membuat konten viral belakangan, melainkan sumber orisinal dari ide tersebut.
  • Memberikan gelar "Vaseline OGs" — sebagai bentuk pengakuan resmi dari brand kepada para kreator ini.
  • Mengembangkan produk nyata — ide-ide tersebut kemudian diwujudkan menjadi produk komersial yang dijual secara resmi.
  • Berbagi keuntungan — kreator turut merasakan hasil dari kesuksesan komersial produk yang terinspirasi dari ide mereka.

Nicolas Courant, Chief Creative Officer Ogilvy Singapore, menjelaskan bahwa gagasan awal kampanye ini lahir dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika ide-ide terbaik justru tidak pernah lahir di ruang rapat perusahaan, melainkan sudah ada lebih dulu di rutinitas keseharian masyarakat? Dari situ, timnya menelusuri jejak digital penggunaan Vaseline dalam budaya populer hingga menemukan sosok-sosok kreator yang telah membentuk berbagai trik tersebut jauh sebelum akhirnya menjadi arus utama.

Pergeseran pendekatan ini digambarkan sebagai perubahan dari sekadar "pemilik" menjadi "penjaga" atau steward bagi komunitas penggunanya — sebuah cara untuk menghormati kontribusi para kreator dengan benar-benar membagikan hasil kesuksesan brand kepada mereka.

Dua Kreator yang Jadi Pusat Peluncuran

Kampanye Vaseline Originals ini menghadirkan dua produk yang masing-masing terinspirasi dari kreator berbeda, lengkap dengan latar belakang cerita yang cukup panjang perjalanannya.

1. Vaseline Brow Tamer

Produk ini terinspirasi dari Jen Chae, seorang kreator kecantikan yang sejak tahun 2008 sudah membagikan trik merapikan alis menggunakan Vaseline melalui blog pribadinya. Bayangkan, ide yang dibagikan hampir dua dekade lalu kini benar-benar diwujudkan menjadi produk resmi.

2. Vaseline All-In-One Primer & Highlighter Jelly

Produk kedua ini terinspirasi dari Lauren Luke, salah satu kreator kecantikan generasi awal di YouTube. Lauren dikenal karena memperkenalkan trik menggunakan Vaseline sebagai primer wajah, yang pada masanya membuat teknik rias tersebut jauh lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Kedua produk ini pun resmi diperkenalkan kepada publik melalui sesi TikTok Live yang menghadirkan langsung kedua kreator tersebut sebagai bintang tamu.

Hasil yang Membuktikan Kekuatan Strategi Berbasis Komunitas

Bagaimana respons pasar terhadap langkah berani ini? Hasilnya cukup mengejutkan. Kedua produk tersebut ludes terjual hanya dalam hitungan menit saat pertama kali diluncurkan melalui sesi TikTok Live. Bahkan, tingkat permintaan terus meningkat pada setiap sesi peluncuran berikutnya.

Yang menarik, inisiatif ini tidak berhenti sampai di sini. Vaseline dikabarkan masih terus melakukan pencarian terhadap kreator-kreator lain yang menjadi penggagas berbagai trik penggunaan produknya, untuk kemudian diberikan sertifikasi resmi sebagai Vaseline OGs berikutnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pendekatan inovasi berbasis komunitas bukan sekadar gimmick sesaat, melainkan dirancang sebagai sebuah mesin pertumbuhan yang bisa terus diulang dan dikembangkan dalam jangka panjang.

Dari sudut pandang strategi digital marketing, langkah Vaseline Originals ini memberikan beberapa pelajaran penting yang bisa diterapkan oleh brand lain, terutama yang ingin memanfaatkan kekuatan user-generated content secara lebih maksimal.

Add redcomm.co.id as a preferred source on Google
SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER