knowledge
MENU
SEARCH KNOWLEDGE

Dari Panggung Jakarta ke Panggung West End di London

26 Sep, 2026  · 
2 min read
 · 
eye 184  
Digital Marketing Strategy

El Haq Latief Personal Branding Digmar

Siapa sangka, perjalanan seorang aktor musikal asal Jakarta yang kini menembus panggung West End di London ternyata menyimpan banyak pelajaran berharga soal personal branding dan strategi digital marketing? Kisah El Haq Latief bukan sekadar cerita inspiratif tentang mimpi yang terwujud, tapi juga bisa jadi studi kasus menarik bagi siapa pun yang sedang membangun merek pribadi atau bisnis di dunia digital.

El Haq Latief adalah aktor musikal kelahiran Jakarta yang menempuh perjalanan panjang lintas negara sebelum akhirnya berhasil tampil di produksi Cabaret di Kit Kat Club, West End London. Ia menyelesaikan pendidikan Musical Theatre di Royal Academy of Music pada 2023 dengan dukungan beasiswa dari Disney, sebelum akhirnya menembus panggung profesional internasional.

Yang menarik, di balik kesuksesannya sekarang, ada proses panjang penuh penolakan, jalan memutar, dan strategi yang konsisten dibangun selama bertahun-tahun. Persis seperti membangun sebuah brand, tidak ada yang instan.

Lahir di Jakarta pada 27 Oktober 1995, perjalanan hidupnya sempat berpindah lintas negara sejak usia dini. Pada usia 11 tahun, ia diboyong pindah ke Melbourne, Australia, untuk melanjutkan kehidupan dan pendidikan di sana, sebelum akhirnya kembali menetap di Jakarta pada 2010. Selepas lulus SMA, muncul keberanian untuk mengutarakan keinginan melanjutkan kuliah di jurusan seni. Namun, niat tersebut tidak langsung mendapat restu. Jalan lain pun dicoba dengan mendaftar ke The American Musical and Dramatic Academy di New York melalui jalur beasiswa. Sayangnya, nominal beasiswa yang diperoleh belum cukup menutup seluruh biaya pendidikan, sehingga rencana ini kembali kandas di tengah jalan.

Dari situasi itulah, pilihan akhirnya jatuh pada jurusan Performing Arts Communication di LSPR. Keputusan ini menjadi semacam jalan tengah, tetap bisa mendalami dunia seni pertunjukan, sekaligus menempuh pendidikan yang dinilai keluarga sebagai pilihan yang lebih "aman".

Add redcomm.co.id as a preferred source on Google

Berani Melangkah ke Pasar yang Lebih Luas (Going Global)

Setelah menimba pengalaman di panggung Tanah Air, langkah berikutnya membawanya menempuh pendidikan Musical Theatre di Royal Academy of Music (RAM), London. Ia dinyatakan lulus pada 2023 dengan dukungan beasiswa dari Disney selama masa studinya. Tak hanya soal akademik, masa pendidikan di RAM juga membuka kesempatan untuk terlibat dalam berbagai produksi pelatihan sebagai bagian dari kurikulum.

Lulus dari RAM ternyata bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari babak baru di panggung profesional. Salah satu pencapaian paling membanggakan datang ketika berhasil bergabung dalam produksi Cabaret di West End London, dengan memerankan karakter Helga, salah satu penari di Kit Kat Club.

Membangun Komunitas, Bukan Hanya Mengejar Panggung Besar

Meski karier internasionalnya terus berkembang, perhatian terhadap dunia teater di Indonesia tidak pernah surut. Komunitas bernama Jakarta Art House lahir dari tangannya sendiri sebagai founder, bermula dari proyek tugas akhir kuliah. Siapa sangka, apa yang awalnya hanya syarat kelulusan ini kini tumbuh menjadi komunitas dengan studio sendiri di kawasan Gandaria.

Ini mengingatkan pada salah satu strategi digital marketing yang sering diabaikan banyak brand: community building. Banyak pelaku bisnis terlalu fokus mengejar reach dan viralitas, padahal audiens yang loyal justru lahir dari komunitas yang dibangun secara organik dan berkelanjutan.

Diversifikasi Peran dan Portofolio untuk Memperluas Peluang

Setelah menjalani sekitar 800 kali pertunjukan selama dua tahun di Cabaret, jalan menuju proyek internasional berikutnya pun mulai terbuka. Pada 2026, ia bergabung sebagai bagian dari ensemble The Karate Kid The Musical. Di saat bersamaan, perannya juga meluas menjadi koreografer untuk Home Sweet Loan The Musical, hasil kolaborasi antara Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House. Usai merampungkan koreografi untuk pertunjukan tersebut, agendanya berlanjut kembali ke panggung internasional lewat tur The Karate Kid The Musical di Kanada

Diversifikasi semacam ini sejalan dengan strategi digital marketing modern, di mana brand tidak boleh hanya bergantung pada satu kanal atau satu jenis konten saja. Semakin banyak "peran" atau format yang dikuasai, semakin besar pula peluang untuk menjangkau audiens yang berbeda-beda.

Dalam konteks digital marketing, prinsip ini juga berlaku bagi brand lokal yang ingin melakukan ekspansi ke pasar global atau setidaknya regional. Kuncinya adalah membangun kredibilitas dan portofolio yang kuat terlebih dahulu di pasar awal, sebelum melebarkan sayap.

Add redcomm.co.id as a preferred source on Google
SUBSCRIBE NOW

RELATED TOPICS:

DISCOVER MORE OF WHAT MATTERS TO YOU

SUBSCRIBE NEWSLETTER